“Ah… Pak Kades… Jangan…” “Sebentar saja… Aku udah nggak tahan ini…” Marjoni atau biasa disebut Joni menahan napasnya di balik celah dinding bambu yang basah oleh hujan malam itu, matanya awas mengintip ke dalam gubuk. Ia menelan ludah saat tangan pria bertubuh gempal itu tengah menyusuri lekuk tubuh seorang wanita matang dan menggoda yang tengah berusaha melepaskan diri. “Ayolah Sarah, jangan kabur terus, kau masih punya hutang banyak. Jangan paksa aku bertindak kasar ya?” Suara kasar dari Bobi, pria tersebut, menggema di ruangan. Sementara napas wanita bernama Sarah, yang merupakan Ibu Tiri Joni, terengah-engah. Punggung wanita muda itu sudah menempel erat pada dinding bilik yang rapuh. “Be-Beri saya waktu lagi, Pak. Saya janji akan melunasi hutangnya,” katanya gugup, sambil berusaha menutupi bagian belahan dadanya yang terus saja menjadi incaran mata nakal Bobi. Bobi sang kepala Desa yang terkenal sebagai lintah darat cabul itu memajukan tubuh tambunnya. “Lima puluh juta lh
Last Updated : 2026-09-25 Read more