"Celananya tipis begini, gunting aja langsung, 'kan bisa.""Benar juga, kenapa aku nggak kepikiran dari tadi."Om Ferry menepuk jidatnya, mengambil gunting besar dari dalam tas, lalu mulai menggunting kain di antara kedua kakiku."Nadia, jangan gerak-gerak, ya, nanti kena gunting."Aku ketakutan setengah mati dan tidak berani menggerakkan kedua kakiku sedikit pun, takut gunting itu melukai kulitku."Pe ... pelan-pelan ...," bisikku pelan."Tenang aja, teknik Om dijamin aman."Tidak lama kemudian, aku merasakan angin dingin menyapu bagian di antara kedua kakiku, celanaku sudah tergunting terbuka.Om Ferry berusaha melihat ke bagian dalam."Di dalam sini gelap banget, nggak kelihatan apa-apa."Setelah berkata begitu, dia mengeluarkan ponsel androidnya yang sudah menguning, lalu menyalakan lampu kilat dan mengarahkannya ke dalam.Orang-orang itu berteriak kegirangan seolah menemukan benua baru."Tumbuh, tumbuh! Udah tumbuh bulu!"Om Ferry makin antusias, matanya membelalak lebar."Cairan
Baca selengkapnya