"Buruan naik, kamu udah terlambat satu menit!"Suara berat dan tajam itu menyambar begitu Jeeva baru saja membuka pintu gerbang. Langit duduk di balik kemudi mobil sedan mewah hitamnya yang terparkir di depan rumah, menatap Jeeva lewat kaca jendela yang terbuka dengan raut wajah penuh kekesalan.Jeeva tersentak, refleks mempercepat langkahnya. "M-maaf ya, Mas. Jeeva buat Mas nunggu..."Bukannya lumer, Langit justru mendengkus dan mencibir julid. "Lain kali kalau tidak punya jam tangan, beli! Waktu saya ini mahal, bukan buat nungguin kamu berdandan."Jeeva menunduk seraya membuka pintu baris kedua dan dengan santainya masuk lalu duduk di kursi belakang, mengira ada sopir keluarga yang akan mengantar mereka. Namun, baru saja ia hendak menarik sabuk pengaman, sebuah bentakan menyengat telinganya."Kamu pikir wajah saya ini kayak sopir?!" semprot Langit seraya memutar tubuhnya ke belakang, menatap Jeeva dengan tatapan menusuk.Jeeva yang polos terkedip-kedip, mengernyitkan dahi tidak paha
Last Updated : 2026-09-29 Read more