Kata-kata Reno tertahan di udara, menggantung kaku di antara tumpukan perhiasan emas di atas meja konter.Humaira terpaku. Matanya melotot sempurna, menatap pria bersetelan jas rapi di hadapannya seolah pria itu baru saja bicara dengan bahasa asing. Senyum ramah yang tadinya menghiasi bibir Humaira sirna seketika, berganti dengan ekspresi syok yang tak bisa disembunyikan."B-bapak... bicara apa, ya?" bisik Humaira gagap. Suaranya hampir tenggelam oleh degup jantungnya sendiri. "Bapak jangan bercanda, ini tempat kerja saya."Reno tak mengalihkan pandangannya sedikit pun. Wajahnya keras, tanpa ada raut humor sama sekali."Saya tidak sedang bercanda," tegas Reno, suaranya tenang namun menekan. "Pernikahan saya dijadwalkan minggu depan. Semua gedung, katering, dan undangan sudah siap. Daripada saya menanggung malu dan membuat orang tua saya serangan jantung karena batal nikah, saya butuh pengantin wanita pengganti. Kamu mau atau tidak?"Dada Humaira berdesir hebat. Napasnya tertahan.Nika
Última actualización : 2026-10-02 Leer más