Senin pagi, Devan berangkat ke pabrik. Sepanjang jalan, pikirannya berputar pada ancaman Pak Riyadi semalam. Kalau Eva bicara, makhluk di ruang belakang akan membunuh orang tuanya di depan mata gadis itu. Kalau Devan diam, Agung dan Tiwi bisa jadi korban berikutnya.Ia harus menemukan cara melindungi mereka semua tanpa membuat orang tua Eva mati seketika. Dan sampai sekarang, ia belum tahu caranya.Menjelang siang, mesin cetak spanduk berhenti mendadak di tengah deru ruang produksi. Bimo dan dua operator lain mengerumuni mesin itu sambil saling menyalahkan, sementara mandor berdiri di belakang mereka dengan wajah menegang.Devan menyelinap di antara kerumunan, membuka penutup rol, dan menemukan selembar vinil yang tersangkut di sela rol penarik. Ia menariknya pelan-pelan agar tidak robek, lalu menutup kembali penutupnya dan menekan tombol hidup.Gerrr ... Tak-tak-tak!Mesin itu menyala lagi. Bimo bersiul panjang dan menepuk punggungnya keras-keras."Kerja bagus, Van." Mandor menyelipk
Last Updated : 2026-10-13 Read more