Sore itu Devan pulang lebih awal dari biasanya. Mesin cetak di pabriknya sedang menjalani perawatan rutin, jadi seluruh operator sif siang dipulangkan dua jam lebih cepat.Di warung depan gang, ia membeli sebungkus gorengan hangat dan dua bungkus kopi saset. Bukan makanan mewah, tapi cukup untuk menghangatkan perut di sore yang mendung.Sesampainya di teras depan Rumah Kos, ia mendapati Agung sudah duduk di kursi bambu bersama seorang perempuan berseragam pabrik yang belum pernah Devan lihat. Rambutnya diikat asal-asalan dan kantung matanya tebal, tapi senyumnya lebar saat melihat Devan mendekat."Eh, Mas Devan! Sini gabung." Agung menggeser duduknya dan menepuk kursi kosong di sebelahnya. "Kenalan dulu, ini Tiwi dari Kamar Nomor 6. Baru pulang sif pagi.""Halo, Mas. Tiwi." Perempuan itu mengulurkan tangan dengan canggung. "Maaf ya kemarin-kemarin belum sempat kenalan, pulang kerja langsung tepar.""Devan. Sama, Mbak, saya juga baru dua hari di sini." Devan duduk dan meletakkan bungku
Last Updated : 2026-10-09 Read more