“Maaf harus mengatakan ini. Aku sudah punya kekasih,” jawab Rinai dengan suara pelan. Jemarinya mencengkram erat bagian bawah kemeja saat emosi aneh memenuhi dadanya. Havian menghembuskan napas pelan, “Aku sudah menduga kemungkinan ini. Lagipula aneh juga kalo cewek secantik kamu masih jomblo. Iya kan?” Rinai memandang pria di depannya dengan ekspresi datar. Seolah tidak ingin terpengaruh ucapan tengil pria itu. “Jangan kebanyakan membual, Ian.” Pria bertubuh besar itu tertawa kecil. “Tapi masih pacar, kan?” Pertanyaan Havian membuat kedua alis Rinai bertaut. “Maksudnya?“ “Aku pernah dengar orang dulu sering bilang, ‘Selama janur kuning belum melengkung, berarti masih bisa ditikung.’ Kali ini aku benar-benar setuju dengan kalimat itu.” Kedua mata Rinai membulat seketika, “Ian, jangan bicara aneh-aneh. Sebagai murid, bukankah seharusnya kamu mendoakan hubungan gurumu langgeng?” Havian mengangkat bahu tak acuh, “Nggak mau, ah! Kenapa juga aku doain kamu langgeng sama yang lain.
آخر تحديث : 2026-10-05 اقرأ المزيد