Beberapa hari ini, Nicholas selalu merasa gelisah tanpa alasan yang jelas. Dia terus merasa seolah-olah sedang kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Dulu, ketika ibuku memperkenalkan Yanisa kepadanya, Nicholas sama sekali tidak bersedia. Dia bahkan merasa serbasalah. "Bibi, kenapa Bibi malah menyuruhku mengkhianati putri Bibi sendiri?"Namun, ibuku hanya menghela napas. "Dengan kondisinya seperti itu, entah kapan dia bisa pulih. Nicholas, selama bertahun-tahun ini, aku melihat semua kebaikanmu kepada Keluarga Harianto. Aku sudah lama menganggapmu seperti putraku sendiri. Aku berharap kamu memiliki seorang istri yang normal."Nicholas tertegun sejenak. Saat itu, bekas gigitan yang pernah kuberikan hingga membuatnya berlumuran darah tiba-tiba terasa menyakitkan lagi. Entah bagaimana, dia akhirnya menyetujui untuk bertemu dengan Yanisa.Seperti yang dikatakan ibuku, Yanisa memang gadis ceria yang selalu tampak seperti matahari kecil. Saat bersamanya, Nicholas tidak perlu khawatir aka
Read more