LOGINSaat penyakitku kambuh lagi, sahabatku merebut pisau dari tanganku dengan ekspresi kesal. "Sampai kapan kamu akan terus buat masalah? Cuma karena mengidap depresi, kamu jadi bertindak semena-mena. Pantas saja Nico nggak menginginkanmu lagi!" Aku langsung tercengang. Namun, sahabatku malah menghela napas lega. "Aku seharusnya beri tahu kamu sejak awal. Hari ini, Nico secara khusus minta aku datang menjagamu karena takut kamu akan merusak pernikahannya dengan Yanisa." Dia menghalangi pintu dan berbicara dengan percaya diri, "Asal kamu tahu, meski kamu sayat pergelangan tanganmu dan mati di sini hari ini, kamu juga nggak bisa terus jadi orang ketiga. Memangnya kenapa meski kamu pernah selamatkan Nico? Dia sudah balas budimu dengan merawatmu selama bertahun-tahun!" Ibuku bergegas datang untuk menggantikan sahabatku menjagaku karena sahabatku akan menjadi pengiring pengantin. Dia berkata dengan nada penuh permohonan, "Tanpa bantuan Nico selama ini, keluarga kita nggak mungkin bertahan. Jadi orang harus baik hati. Biarkan Nico kejar kebahagiaannya sendiri." Perasaan absurd yang kuat segera menyelimutiku. Pesan yang dikirim Nicholas Kurniawan masih tersimpan di ponselku. [ Sayang, aku mau pergi ke luar negeri untuk temui dokter yang penting bagimu. Jangan khawatir, kamu pasti sembuh. Setelah keadaanmu membaik, kita akan menikah. ] Aku jatuh terduduk di lantai. Air mataku jatuh ke layar ponsel tanpa suara. Mereka tidak tahu bahwa aku mengidap kanker dan memang tidak ingin menyusahkan Nicholas lagi sejak awal. Aku tersenyum pahit ke arah ibuku dan menjawab, "Oke. Aku janji akan restui Nicholas."
View MorePada hari pemakaman, ibuku datang. Dia mengenakan pakaian serba hitam. Rambutnya sudah sepenuhnya memutih, tubuhnya begitu kurus hingga pakaiannya tampak kebesaran.Dia berdiri di depan makam, lalu menuangkan semangkuk mie di atas tanah depan batu nisan Nicholas. Saat uap panas mengepul dari mie itu, dia berkata, "Nicholas, Celin suka makan mie. Kalian makan bersama ya."Jasmine berdiri di sampingnya. Selama beberapa waktu terakhir, dia menggantikan Nicholas terus memantau perkembangan kasus Yanisa.Yanisa tidak datang. Dia masih berada di rumah tahanan, kasusnya terus diproses. Belakangan ini, terdengar kabar bahwa ayahnya telah meminta pengacara untuk menyampaikan permohonan agar Keluarga Kurniawan bersedia memberikan surat pernyataan pemaafan.Namun, Nicholas sudah meninggal. Keluarga Kurniawan pun melampiaskan seluruh kebencian mereka kepada Yanisa. Hukuman lima tahun penjara tidak bisa dihindari Yanisa.Jasmine menyampaikan kabar itu kepadaku di depan makamku.Angin berembus kenca
Nicholas mengurung diri di rumah. Dia berdiam di kamar kami dan sama sekali tidak mau keluar. Dia bersikeras menceraikan Yanisa. Dia menyerahkan perusahaan kepada seorang manajer profesional untuk dikelola.Setiap harinya, Nicholas hanya melakukan dua hal. Yang pertama adalah menulis. Dia mencatat segala sesuatu sejak hari aku didiagnosis hingga hari ketika dia akhirnya mengetahui kebenarannya. Dia mencatat apa saja yang dilakukannya setiap hari, apa yang dikatakannya kepadaku, serta bagaimana kondisi fisikku saat itu. Saat sampai di halaman ketiga, dia berhenti menulis.Sebab, pada hari aku didiagnosis menderita kanker, dia justru sedang mengajak Yanisa berlibur ke Sanmara. Tanggal pemesanan tiket pesawatnya ternyata sama dengan tanggal laporan biopsiku. Dia menuliskan kedua tanggal itu berdampingan, lalu menarik garis di bawahnya dan mencoret garis tersebut dengan tanda silang besar. Nicholas menutup buku catatannya. Malam itu, dia tidak tidur sama sekali. Dia duduk di sofa sambil
Sejak saat itu, ibuku menetap di kampung halaman. Dia kembali ke kamar kecil itu. Kamar tempat aku meringkuk sambil batuk darah untuk terakhir kalinya.Dia menghabiskan sehari penuh untuk membersihkan kamar itu, membuang tisu-tisu bernoda darah. Dia menambal bekas cakaran di dinding dengan dempul hingga permukaannya kembali rata. Pakaian-pakaian lamaku dilipat rapi, lalu disimpan ke dalam lemari.Setelah selesai bekerja, dia duduk di samping ranjang. Tatapannya tertuju lama pada noda kecokelatan di bawah bantal yang tetap tidak hilang meski sudah dicuci berkali-kali. Itu noda darah dari hidungku yang mengucur saat tengah malam selama menjalani kemoterapi. Aku tidak pernah menceritakan semua itu kepada siapa pun. Setelah beberapa saat, ibuku mulai memeriksa barang-barang yang kutinggalkan. Di bawah ranjang, ada sebuah kardus. Di dalamnya terdapat salinan rekam medis, kwitansi pembayaran, dan catatan instruksi dokter yang ditulis tangan.Ibuku membaca lembar demi lembar. Saat membaca l
Nicholas terpaku di tempatnya, telapak tangannya masih menempel di perut Yanisa yang sedikit menonjol.Kata-kata Yanisa seolah menyumbat pendengarannya. Dia bahkan tak mampu memahami apa yang baru saja dikatakan asistennya. Ucapan asistennya "berkaitan dengan Bu Yanisa" terus terngiang-ngiang di kepalanya."Apa maksudmu?" tanya Nicholas dengan suara serak.Asistennya melirik Yanisa sekilas, lalu kembali menunduk dan menyerahkan sebuah tablet kepada Nicholas. "Rekaman CCTV di koridor pada hari pernikahan telah dihapus sebagian. Tapi, kamera di depan apotek sebelah merekam kejadian itu dari sudut yang berbeda. Waktu itu, Bu Celina nggak mendorong siapa pun. Bu Yanisa yang mencengkeram tangan Bu Celina, lalu menjatuhkan diri ke belakang."Nicholas menerima tablet itu. Di dalam rekaman itu, aku mengenakan baju pasien yang kedodoran. Wajahku terlihat begitu pucat, sementara tubuhku tampak sempoyongan.Yanisa berjalan menghampiriku dengan perutnya yang membuncit. Tubuhku spontan sedikit mun












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.