Pada musim semi tahun berikutnya, akhirnya aku tiba di Jaraya.Tak ada iring-iringan kebesaran, tak ada jalan yang ditutup, dan tak ada penghuni istana yang sibuk memilih pemandangan mana yang layak dinikmati seorang permaisuri dalam perjalanan.Aku menaiki kapal penumpang biasa. Kapal itu singgah di kota-kota kecil sepanjang perjalanan, dan dua kali aku melewatkan musim bunga mekar karena hujan.Kiara sempat menyayangkan hal itu.Namun, menurutku justru begini lebih baik.Aku bisa berhenti kapan saja dan melanjutkan perjalanan kapan saja. Jika melewatkan mekarnya bunga di satu pohon, masih ada musim mekar berikutnya.Saat tiba di dekat bekas istana peristirahatan yang pernah kukunjungi, Kalendra benar-benar hanya mengantarku sampai dermaga.Sepanjang perjalanan, dia tidak ikut berlayar bersamaku. Dia menunggang kuda menyusuri tepian sungai. Setiap kali tiba di suatu tempat, dia menyuruh orang mengirimkan peta daerah setempat dan bekal makanan, tanpa pernah bertanya ke mana aku akan pe
Read more