LOGINPada hari Kalendra Satrio naik takhta, dia menggenggam tanganku di hadapan seluruh pejabat istana. "Sepanjang hidupku, aku hanya akan menikahi Shanira Senjaya. Tidak akan ada selir lain di istana ini." Selama delapan tahun, istana para selir memang tetap kosong. Aku pernah melindunginya dari panah beracun, kehilangan anak yang telah kukandung selama enam bulan, dan menjaga kerajaannya tetap utuh di tengah pergolakan politik. Seluruh negeri tahu bahwa kaisar berhati dingin, tetapi perlakuannya terhadap permaisuri berbeda. Setiap tahun, Kalendra selalu pergi ke selatan untuk melakukan inspeksi. Aku mengajukan permintaan tiga kali untuk ikut dengannya. Kali pertama, Ibu Suri mendadak jatuh sakit parah sehingga aku terpaksa tinggal untuk merawatnya. Kali kedua, wilayah Jinggara dilanda bencana sementara kas negara menipis. Para pejabat istana memohonku tetap di ibu kota untuk memimpin penyaluran bantuan. Kali ketiga, kakakku dituduh berkhianat dan bersekongkol dengan musuh. Ayah berlutut di luar Istana Kencana, memohon agar aku menyelamatkan Keluarga Senjaya. Setiap kali, Kalendra akan memelukku dan berkata, "Shanira, tunggu setahun lagi." "Setelah keadaan politik stabil, aku akan membawamu menikmati indahnya musim berbunga di Jaraya." Tahun ini, sehari sebelum ulang tahunnya, aku diam-diam meninggalkan istana tanpa memberi tahu siapa pun. Dengan mengenakan pakaian biasa, aku pergi sendirian ke istana peristirahatan di Jaraya. Aku ingin memberinya kejutan. Halaman belakang istana peristirahatan itu tidak dijaga pengawal. Hanya ada beberapa pohon begonia yang sedang bermekaran. Kalendra duduk di bawah pohon, membimbing seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun menuliskan namanya dengan tangannya sendiri. Ketika tulisannya salah, anak itu merajuk lalu menghambur ke pelukannya. "Papa." Seorang perempuan berjubah hijau datang membawa semangkuk mi panjang umur. "Kalau perempuan di istana tahu kamu menyembunyikan putra sulung kaisar di sini, dia pasti tidak akan tinggal diam." Kalendra mengusap kepala anak itu. "Dia tidak akan begitu." "Shanira hanya peduli pada kehormatan Keluarga Senjaya dan nama baiknya sebagai permaisuri. Lagi pula, ayahnya sudah lama mengetahui semuanya. Dia akan menasihati putrinya supaya tidak bertindak gegabah."
View MorePada musim semi tahun berikutnya, akhirnya aku tiba di Jaraya.Tak ada iring-iringan kebesaran, tak ada jalan yang ditutup, dan tak ada penghuni istana yang sibuk memilih pemandangan mana yang layak dinikmati seorang permaisuri dalam perjalanan.Aku menaiki kapal penumpang biasa. Kapal itu singgah di kota-kota kecil sepanjang perjalanan, dan dua kali aku melewatkan musim bunga mekar karena hujan.Kiara sempat menyayangkan hal itu.Namun, menurutku justru begini lebih baik.Aku bisa berhenti kapan saja dan melanjutkan perjalanan kapan saja. Jika melewatkan mekarnya bunga di satu pohon, masih ada musim mekar berikutnya.Saat tiba di dekat bekas istana peristirahatan yang pernah kukunjungi, Kalendra benar-benar hanya mengantarku sampai dermaga.Sepanjang perjalanan, dia tidak ikut berlayar bersamaku. Dia menunggang kuda menyusuri tepian sungai. Setiap kali tiba di suatu tempat, dia menyuruh orang mengirimkan peta daerah setempat dan bekal makanan, tanpa pernah bertanya ke mana aku akan pe
Setahun kemudian, sebuah titah kerajaan kembali tiba di Linau.Kalendra berhasil menyelinap kembali ke ibu kota dengan menumpang kapal pengangkut barang melalui jalur air. Dari dalam dan luar istana, dia bekerja sama dengan pasukan pengawal yang masih setia kepadanya, lalu menyelamatkan Arkan pada malam itu juga.Para kerabat kerajaan yang terlibat dalam upaya merebut takhta diadili satu per satu. Ibu Suri juga diasingkan ke istana peristirahatan karena membiarkan kerabat dari pihak ibunya memanfaatkan putra sulung Kaisar demi merebut kekuasaan. Dia dilarang kembali ke istana seumur hidup.Dalam berkas perkara yang dikirim kemudian, tertulis bahwa ketika Kalendra menerobos masuk ke kediaman para pangeran, Arkan sedang dipaksa membubuhkan cap jari pada titah pengangkatan wali pemerintahan. Begitu melihat ayahnya, anak itu tidak meminta sang kaisar membunuh orang-orang yang menyiksanya. Sebaliknya, dia justru bertanya apakah dirinya telah berbuat salah lagi.Kalendra memeluknya dan menje
Tiga hari setelah tanggul yang jebol berhasil diperbaiki, kurir kilat membawa kabar darurat dari ibu kota.Setelah Ibu Suri dikurung di kediamannya, Keluarga Senjaya kehilangan kekuasaan, dan gelar Miana dicabut, beberapa kerabat kerajaan memanfaatkan ketidakhadiran Kaisar yang terlalu lama di Jinggara untuk menuduhnya mengabaikan pemerintahan. Mereka bersekutu dengan mantan anggota Pasukan Pengawal Kekaisaran untuk melancarkan kudeta.Mereka menculik Arkan dari kediaman para pangeran dan menyebarkan klaim bahwa Kaisar telah kehilangan akal sehat demi mantan permaisurinya. Mereka berencana mengangkat putra sulung Kaisar yang baru berusia tujuh tahun sebagai penguasa sementara.Pengawal yang membawa surat itu datang dengan berlumuran darah."Paduka, gerbang istana sudah ditutup. Jika terlambat, semuanya akan terlambat."Luka di bahu Kalendra belum sembuh. Begitu mendengar Arkan disandera, wajahnya langsung menggelap.Dia melirikku, lalu segera mengalihkan pandangan.Dulu, setiap kali me
Kalendra akhirnya tak bisa meninggalkan Linau keesokan harinya.Hujan deras mengguyur sepanjang malam. Banjir bandang dari hulu menerjang tanggul tua hingga jebol, merendam lebih dari sepuluh desa di tepi timur Kabupaten Linau sekaligus.Ketika gong perunggu di kantor pemerintahan kabupaten bergema di sepanjang jalan utama, para korban luka mulai berdatangan ke klinik.Aku menugaskan dua tabib untuk menangani para korban, lalu meminta murid sekolah perempuan yang bisa menulis untuk mendata nama para pengungsi. Para pengawal Kalendra akhirnya mengungkapkan jati diri mereka. Barulah kepala daerah menyadari bahwa pria yang menginap di penginapan itu ternyata Kaisar. Dia langsung berlutut ketakutan.Kalendra tidak menerima stempel resmi yang disodorkannya."Siapa yang paling memahami aliran sungai di Linau?"Kepala daerah secara refleks menoleh kepadaku.Dahulu, aku pasti langsung mengambil alih dan mengatur semuanya untuk semua orang.Kali ini, aku lebih dahulu bertanya kepada kepala daer






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.