"Serius?"Jennaya berlari kecil agar dapat menjajari majikannya. "Anda benar-benar serius, Yang Mulia?"Tanpa menghentikan langkah, Scarlet menjawab, "Tentu saja.""Oh, astaga!" Jennaya berhenti. Ia memegang kepalanya seolah-olah telah kalah taruhan. Tak mau tuan putrinya berada dalam masalah besar, ia pun menyusul. "Tolong pikirkan baik-baik, Yang Mulia."Scarlet tak menanggapi."Jangan gara-gara emosi sesaat Anda lantas mengambil keputusan sembrono." Pelayan itu melanjutkan, "Saya takut Anda akan menyesal nantinya.""Ini yang diinginkan Felix, Jennaya. Dia ingin bersama Aislin." Scarlet mempercepat langkahnya memasuki lorong istana. Sore-sore begini biasanya sang ayah sedang di ruang pribadi menikmati waktu luang sebelum minum teh. Dugaan gadis itu benar karena di ujung lorong, ia melahat pengawal pribadi raja berjaga.Suara Jennaya bergema ketika memohon, "Aku tahu Anda sangat mencintai Tuan Felix, tetapi ... ayolah, Yang Mulia. Apakah kalau beliau meminta Anda mati, Anda akan m
Terakhir Diperbarui : 2026-10-10 Baca selengkapnya