[Semua harga naik, tapi dia justru buang-buang uang buat menyenangkan tunangannya.][Yah, di awal cerita memang Ayunda itu bucin dan bodoh.] [Betul. Bisa-bisanya jatuh hati pada pria konyol seperti Hendri, ck.]Aku tetap memasang senyum sembari melihat-lihat arloji di estalase depan, seakan tidak terganggu dengan komentar-komentar aneh yang memenuhi pandanganku. Padahal kenyataannya, tentu saja ini aneh dan membuatku bertanya-tanya!Ini semua bermula sejak tadi sore. Karena tertidur, aku tidak siap saat bus yang kutumpangi mengerem mendadak. Akibatnya, kepalaku terantuk sandaran kursi di depanku.Sejak saat itu, aku bisa melihat sederet komentar asing yang mengomentari semua aspek hidupku–terutama kehidupan percintaanku.Kupikir, ini pasti hanya halusinasi. Tapi berkali-kali aku memejamkan mata dan mengatur napas, saat aku membuka mata, tulisan yang melayang-layang di hadapanku masih ada.Mereka bahkan tahu ini hari jadiku dengan Hendri, tunanganku, yang ketiga!Tapi, tentunya, jik
Last Updated : 2026-10-26 Read more