Catalog
33 chapters
Bab 1
Pagi hari di salah satu sekolah elit swasta di hebohkan dengan beredarnya vidio mesum setengah badan, dengan seragam khas milik golden high school ini. Tapi sayangnya dua orang itu tidak terlihat wajahnya sama sekali. Vidio mesum itu berada di salah satu gedung sekolah ini lebih tepatnya di gudang. Dan mungkin saja si cowok dengan sengaja merekam semua ini. Bahkan di dalam vidio itu terdengar desahan dan sedikit perdebatan di antara mereka berdua. Apa lagi si cewek yang nampak takut jika ada yang tau soal ini Suaranya cukup lembut seperti memang sudah biasa melakukan hal itu. Posisi yang membuat mereka berdua sama sama mendesah.  Semua mata setuju pada caption di bawah vidio itu. Disana ada inisial dua nama cewek dan cowok yang sangat di kenal di sekolah ini. "Ya ampun masa iya mereka sih." guman salah satu murid sekolah ini. "Tapi ini kan tulisannya gitu, gue pikir dia ini
Read more
Bab 2
Sore itu, sore dimana Thea dan juga Adriell melangsungkan pertunangan. Ya sore itu dalam keadaan Thea yang kacau, kedua orang tua mereka pun memaksa Thea dan juga Adriell tukar cincin. Dan mereka akan menikah satu minggu lagi .  Dan sekarang lihatlah, Thea di kurung di dalam kamar, dan tidak di perbolehkan keluar sebelum mereka menikah.   Bukan masalah di pinggit atau apapun itu. Media sedang mengincaar dia dan juga Adriell. Untuk klarifikasi soal Vidio mesum Thea dan juga Adriell yang lagi gencar.   Padahal mereka tidak melakukan apapun, Thea masih ingat kok wajah kakak kelas yang melakukan hal itu. Tapi kenapa malah Thea yang di suruh nikah sih.  Harusnya mereka yang melakukan hal itu yang di nikahkan, bukan Thea dan juga Adriell.  Harusnya kan mereka semua mencari tau kebenaranya dulu, enggak langsung tergesa-gesa dan langsung nikah begini. Kan sayang masa muda T
Read more
Bab 3
Thea menatap banyak orang yang berlalu lalang di rumahnya. Mereka semua pada mendirikan panggung kecil di belakang rumah, padahal taman ini tidak terlalu lebar. Di tambah lagi ada kolam renang yang akan di hias dengan lilin, dan juga tulisan yang mengambang di atas air. Tinggal tiga hari lagi mereka akan menikah setelah itu— Ya Tuhan rasanya Thea belum siap. Dia ingin kabur dari rumah tapi kalau pun kabur, masalah tidak akan selesai yang ada malah tambah parah. Helaan nafas keluar dari mulut Thea. Dia pun bangkit dari meja makan dan ingin menuju kamar. Tapi langkahnya terhenti saat melihat pendeta datang kerumahnya. "Selamat pagi Pak Daniel". sapa Thea sopan.  "Selamat pagi Thea, sudah siap?"  Thea mengangguk dia pun menatap pintu yang terbuka. Dan Adriell yang baru saja datang dengan muka bantalnya. Mngkin dia baru saja bangun tidur dan langsung datang ke sini.&n
Read more
Bab 4
Hari-hari di lalui Thea dengan berat.  Hari pernikahan dia semakin dekat, dan di pastikan dia merasa gugup saat ini. Dia memang masih sering bertemu dengan Adriell bahkan hampir setiap hari. Pagi dia pelajaran pernikahan, siang sedikit Thea hanya akan rebahan di kamar tanpa keluar kamar. Makan aja di kirim ke kamar enggak boleh keluar kamar sama sekali. Bosan. Tentu saja iya, dia cukup bosan jika hidup hampir satu minggu begini begini terus. Keluar juga dia bareng Aqilla, mungkin ke mall atau ke taman hanya sekedar menghibur hati. Walaupun nanti endingnya sama, dan enggak akan merubah nasip Thea. Seperti siang ini demi mengasamkan pikiran, Thea pun memilih pergi ke salah satu mall seorang diri.  Aqilla sedang sekolah dan Adriell udah di pastiin kalau dia sedang tidur, kayak orang mati susah di bangunin dan harus teriak dulu baru dia bangun. Bayangin
Read more
Bab 5
Dengan gaun putih bersih dan juga kain fiel yang di buka, Thea pun turun dari mobil. Hari ini adalah hari dimana dia akan mengucap janji suci di hadapan Jesus. Bisa saja Romo di panggil ke rumah dan mereka melangsungkan janji suci, tanpa harus kegereja. Tapi Thea tidak mau, dia ingin datang ke greja dan meminta restu kepada Tuhan untuk memberkati pernikahannya.  Seperti kali ini Thea di himpit oleh kedua orang tuanya dan juga kedua saksi. Jangan lupakan Aqilla yang berjalan di belakang Thea saat ini. Thea pun digiring masuk dan di depan pintu greja, disana sudah  Adriell yang berdiri dengan gagahnya, dengan baju putih polos tanpa warna. Dari atas hingga bawah pun warna sama. Sama-sama putih, Thea baru tau kenapa Adriell ngotot ingin pernikahannya berwatna putih. Dia ingin pernikahannya sakral dan seperti di negeri dongeng, bahagia untuk selamanya.  Dia tersenyum dan hal itu mampu membuat Thea gugup. Bahkan kalau saja tangan Da
Read more
Bab 6
Thea menatap cowok di sampingnya yang masih terlelap. Mungkin karena capek mengingat acara semalam sampai jam 12 malam. Di tambah lagi Thea dan juga Adriell harus berdebat dulu, masalah kamar dan juga malam pertama. Malam itu---- Setelah acar selesai Adriell dan juga Thea masuk ke dalam kamar Thea. Tentu saja hal itu langsung membuat Thea menatap Adreill heran.   "Lo mau ngapain?" tanya Thea heran.   "Ngapain gimana maksud  lo?" jawab Adriell bingung.  "Maksud gue lo mau ngapain masuk ke kamar gue. Gue kan mau ganti baju." jelas Thea dam membuat Adriell menghela nafasnya kasar.   Ini orang lupa apa sih sampai masuk kamar aja harus di tanya ngapain? Pikir Adriell.  "Lo pikir gue juga enggak ganti baju apa? Gue juga mau ganti baju terus tidur." jawab Adriell Thea melonggo dia
Read more
Bab 7
Hari pertama setelah menikah  Thea harus bangun pagi menyiapkan sarapan, seragam sekolah miliknya dan juga milik Adriell. Memasukan beberapa buku ke dalam tas miliknya dan juga milik Adriell. Lalu Thea pun masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi lebih dulu. Setelah itu membangun Adriell yang tidurnya udah kayak kebo, susah di bangunin. "Driell bangun udah pagi." ucap Thea sambil mengoyangkan tubuh Adriell untuk terbangun. Adriell yang merasa tergangu dalam tidurnya pun, menepis tangan Thea dan menarik selimut tebalnya agar menutup tubuhnya.  Thea berdecak sebal dia juga tidak tinggal diam. Dia pun langsung menarik selimutnya dan mencubit pipi Adriell. "Sakit The, apaan sih lo main cubit aja." dumel Adriell dengan mata tertutup.  "Bangun makanya, enggak bangun gue cubit lagi nih pipi lo."  Adriell mendengus dengan mata t
Read more
Bab 8
"Lo belum cerita sama gue The soal malam itu." kata Aqilla. Siang ini setelah jam istirahat yang pertama Aqilla dan Thea pun, berada di taman belakang sekolah ini. Mereka tidak pergi ke kantin, yang katanya Thea lagi malas aja ke kantin yang nampak ramai. Dia di sini duduk menghadap lapangan basket sekolah ini, sambil menatap Gio yang sedang bermain basket dengan teman-temannya.  Thea tersenyum saat dia pertama kali bertemu dengan Gio. Saat dia mengikuti MOS dan meminta tanda tangan kapten basket sekolah ini.  Waktu itu Gio juga menyuruh Thea bernyanyi di hadapan Gio, kalau dia ingin tanda tangan dari Gio. Dan mau engak mau, dengan suara fals Thea pun bernyanyi lagu dari mata turun ke hati. Thea pikir Gio akan mencemoh atau menghina suaranya. Tapi dia malah memuji suara Thea yang katanya bagus dan merdu.  Dia baik hati saat semua anak di hukum
Read more
Bab 9
Setelah Doa Pagi Thea dan juga Adriell pun langsung menuju meja makan. Setelah sarapan mereka langsung berangkat ke sekolah. Setelah menikah tidak banyak yang di lakukan oleh Thea. Dia hanya makan, tidur dan bekerja seperlunya saja, tanpa harus mengurus rumah dan masak. Yang terpenting kebutuhan Adriell terpenuhi.  Adriell juga sekarang udah bekerja di kantor Papi nya sebagai staff magang. Tapi yang setiap bulan di gaji. Walau pun anak, tapi Adriell mau memulai dari nol. Tidak langsung jadi CEO atau manager di perusahaan sang Papi. Thea mendukung dia juga kadang jualan online, untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Apa lagi dia mengambil barang semua dari toko baju Maminya, yang memiliki cabang di salah satu mall elit di ibukota. Adriell juga enggak masalah tentang hal itu, yang penting Thea enggak kecapekan saja. Kalau pun sampai sakit, mungkin Adriell orang pertama yang meminta Ashley untuk stop
Read more
Bab 10
"Omma ngasih hadiah tiket liburan." kata Adriell tiba-tiba .  dengan pelan Thea pun menoleh ke arah Adriell, yang berdiri di ambang pintu, dengan tangan satu yang masuk ke saku celana. Sedangkan satunya lagi memegang dua buah tiket yang di jadiin kipas .  Liburan di jam sekolah bukanlah mau Thea. Sebentar lagi mereka akan  ujian kenailam kelas, dan absensi mereka cukup banyak yang alpha. Apa lagi alpha selama satu minggu acara nikah kemaren. Walau pun menjadi menantu pemilik sekolah, Thea enggak mau seenaknya sendiri. Apa lagi Adriell juga sudah mulai bekerja, jadi enggak mungkin juga tiket itu akan berlaku.   "Tiket liburan?" ulang Thea. "Mending tiketnya lo kasih Mami sama Papi aja, kita bentar lagi ujian, terus lo juga kerja. Kayaknya itu tiket enggk bakal berlaku deh Driell." jawab Thea.  "Kenapa? Ini tiket dari Oma. Tiket honeymoon kita lo nolak? Ini negara gue
Read more
DMCA.com Protection Status