Catalog
31 Chapters
Pertunangan Dadakan
Pertemuan di pesta itu sungguh tidak pernah aku harapkan, setelah lima tahun aku tidak pernah lagi bertemu dengan Edwin dan itu adalah Anugrah terbesar yang pernah aku terima. Tapi hari ini mengapa harus bertemu dengannya lagi? Aku merasa petir akan menyambar dihadapanku hari ini, apa yang sebenarnya dipikirkan keluargaku? Hingga aku harus ikut dalam pertemuan ini, benar-benar malas aku bertemu dengannya. Piona bergumam sendiri sambil meminum segelas orange jus. Kalau saja orang tuaku tidak berteman dengan orang tuanya dan kalau saja ekonomi keluargaku tidak di ujung tanduk aku tidak akan mau datang ke pesta ini. Aku terpaksa bersikap baik dengan keluarga Edwin hanya demi bantuan itu tidak lebih, tapi aku curiga ada hal lain yang direncanakan orang tuaku Suara mobil mewah di depan sudah terdengar dan ada seorang pria bertubuh tinggi memasuki ruangan lengkap dengan jas dan kaca mata hitamnya. "Itu Edwin," Kata Tante Marta mama
Read more
Pendekatan
Berlari ketempat dimana orang tua Edwin dan orang tua Piona bertemu. Mereka bercengkrama dengan serius diruang keluarga rumah itu. Piona tertatih-tatih dengan kaki telanjangnya menuju ruangan itu. Ketika piona tiba mereka sejenak hening dan menyembunyikan segala barang-barang seperti figura dan brosur entah apa yang mereka lakukan.Kenapa rasanya ada rahasia di ruangan ini, kali ini apalagi yang direncanakan? Pikiranku sedang tidak terkontrol dengan pertunangan yang mendadak ini, melihat mereka hening membuatku ingin berteriak dan cukup marah."Tante,om,ma,pah bisakah memberikan aku sedikit bocoran apa yang mau direncanakan? Rasanya paru-paru ku sesak dan jantungku hampir copot karena pertunangan yang tidak masuk akal ini?!"Piona menghela nafas panjang dengan emosi yang tertatahan

Read more

Persiapan Pernikahan
Sekitar pukul 04.00 pagi Seperti biasa Piona tertidur tapi akan berguling kesana kemari. Ini kebiasaan buruknya yang selalu bergerak ketika tertidur dan seketika itu  Brukk! Piona jatuh dari ranjang  Tapi matanya tidak juga terbuka sama sekali, tanganya meraih sesuatu disampingnya dan memeluknya seperti guling Piona tidak menyadari itu Edwin. Edwin yang juga tidur pulas sama sekali tidak membuka matanya bahkan dalam posisi nyaman dengan tidur terlentang, tangan kanannya tidak sadar tertindih tubuh Piona ditarik perlahan ke lengannya. Mereka tidak sadar gerakan itu saling memeluk dan Edwin yang merasa dingin dikakinya menarik selimut sampai kedadanya dan menutupi tubuh piona juga. Pukul 06.00 pagi hari 

Read more

Hari H Pernikahan
Pesta pernikahan diadakan dihalaman Rumah Edwin yang seperti halaman istana bangsawan karena cukup besar. Bunga- bunga sudah di pasang disetiap penjuru area pernikahan itu. Kursi tamu undangan sudah di tata rapi tepat di dua belah sayap panggung. Penataan taman yang begitu mewah dengan tema pesta kebun ini mungkin menjadi pernikahan impian bagi setiap wanita. Terdapat Balok Es juga yang bertuliskan Nama Piona dan Edwin.Diruang rias Piona diliputi rasa gelisah karena sampai detik ini belum memutuskan akan menghubungi sahabatnya atau tidak. Dengan perasaan takut akhirnya Piona menelpon Dina sahabatnya itu."Tut,tut,tut"Tanda panggilan masuk."Halo, beb. Ya ampun beb kemana aja?" Dina antusias menjawab telpon.

Read more

Malam Pertama 1
Edwin dan Piona mulai tersenyum, keadaannya masih sama terlihat sangat canggung. Setelah selesai piona memperbaiki make up nya Edwin mengulurkan tangannya. Lalu piona meraih tangan itu dan mereka berjalan menuju meja makan VIP   "Jeng, aku punya berita bagus! Tadi waktu aku keruang rias mereka sudah berpelukan lo jeng, sepertinya mereka mulai akrap. Kayanya perjodohan ini tidak salah" Kata tante marta begitu antusias   "Apa iya jeng ? Wahh bagus dong jeng" sahut mama piona ikut bahagia   "Kalau begitu secepatnya kita menjadi kakek dan nenek sepertinya bagus ya jeng marta? " kata om dodi papa piona.   "Iya betul aku setuju, sebentar lagi putra tunggalku juga akan menggantikan aku diperusahaan pakaian ini jadi aku akan punya banyak waktu untuk.bermain dengan cucuku nanti" kata papa edwin dengan bahagia.   Raut tante marta tiba-tiba bersedih, dia juga belum memberita
Read more
Malam Pertama 2 ( Sesi Kejujuran)
"Tunggu!!"Piona tiba-tiba menghentikan Edwin.   "Ada apa Piona?" Tanya Edwin dengan lembut   "Biarkan aku, meredakan detak jantungku." Kata piona menghembuskan nafasnya.   Edwin tertawa kecil,"Apakah kamu segugup itu?" Tanya Edwin sambil tersenyum   "Apa kamu tidak gugup? Ini bukan masalah kecil bagiku?" Piona ngambek dan melepaskan tangan Edwin lalu berbalik membelakanginya.   Edwin mendekatkan tubuhnya ke Piona dan memeluknya dari belakang. "Edwin, apa yang kamu lakukan??" Piona mencoba melepaskan pelukan Edwin. Tapi tetap tidak berhasil.   "Ssttss dengarkan aku!" Edwin membisikkan ketelinga piona dengan lembut   "Apa kamu sudah mulai menyukaiku?" tanya edwin masih ditelinga piona.   Piona terdiam, aku nggak ngerti apa yang aku rasakan saat ini, tapi aku selalu d
Read more
Bulan Madu 1
Seketika itu pintu terbuka pelan, Piona dan edwin menaikkan selimutnya sambil saling mendekap.  Suara pintu terbuka    "Krekkkkkmm...."   Ada kepala yang mengintip sambil menutup mata nya, ternyata itu adalah tante Marta.   "Piona ... Edwin apa kalian sudah bangun ?" tanya tante Marta agak lirih    Mereka berdua menghela nafas....   "Apa Mama boleh masuk?" Kata tante Marta sekali lagi.   Edwin dan Piona serentak menjawab." Nggak ma, nggak boleh !" Kata mereka berdua panik.   "Apa kalian--" Tante Marta mencoba membuka sedikit matanya.   Aku tahu mereka nggak memakai sekalipun kain ditubuh mereka tante Marta tertawa kecil.   Mereka semakin meringkuk diselimutnya dan tidak sengaja menahan nafas tanpa mengatakan sepatah katapun.   "Mama bercanda, ay
Read more
Bulan Madu 2
Pukul 15.00 Masih didalam pesawat..... Piona terbangun dari tidurnya. Wajahnya terlihat kusut dengan selimut yang masih menempel dipahanya. "Huaaammmmmmnnn."Piona menguap. Rasanya belum sadar dari tidur yang begitu lama. "Kamu sudah bangun Piona?" Tanya Edwin masih membaca majalah style di pesawat itu. "Kamu nggak tidur ? Kenapa mataku berat sekali? Bolehkah aku membuka pakaianku ? Kenapa rasanya gerah sekali ya Win?" Kata piona masih setengah membuka matanya dan mengibaskan bajunya serasa kepanasan. Edwin terperanjat dan tercengang mendengar pertanyaan piona. Buka baju?apakah ini efek ramuan itu jika digunakan wanita? Piona melepas kancing atas dressnya dan terlihatlah belahan dadanya. Edwin spontan mengambil selimutnya dan menutupi dada Piona. Gawat, kita masih di pesawat sayang. Kenapa efeknya bisa sec
Read more
Khawatir
Hembusan nafas itu memburu sekali lagi, perlahan tapi pasti, menikmati ritme yang membuat mereka tidak sadarkan diri. Busana Piona terjatuh begitu saja seakan waktu membuat mereka terhanyut lagi dan lagi menikmati setiap air yang mengguyur sekujur tubuh mereka sampai akhirnya mereka menghabiskan waktu sejenak disana. 15 menit kemudian...Mereka selesai mandi dan berpakaian. Piona terdiam sejenak di depan kaca dan mulai berdandan memoles bagian mata dan alisnya kemudian bibirnya yang kecil itu. Edwin mendekapnya dari belakang"Sayang!" Edwin mulai manja dengan piona, sambil menciumi pipi istrinya itu. "Edwin, berhenti untuk terus menciumku!"Seperti biasa nada jutek Piona selalu menghiasi hari-hari mereka. "Akhirnya kita...."kata Edwin " Stop jangan bicara lagi!!" cegah Piona " Aku suka Piona yang ketus dan jutek"Edwin mulai terlihat nggak jelas d
Read more
Cemburu
Edwin masih asik mengobrol dengan lusi, lusi pun sangat antusias ketika Edwin mulai mengenang masa kecil bersamanya. Lusi adalah teman kecilnya yang tahu kalau Edwin punya penyakit psikologi yang takut untuk dikagumi dan disukai orang lain. Lusi tidak pernah jujur dengan perasaannya karena penyakit yang diderita Edwin waktu itu. Lusi juga takut ketika Edwin tahu perasaannya waktu itu dia akan otomatis membencinya. "Gila! Berapa tahun coba kita nggak ketemu?"Kata Edwin sangat ceria dan dia lupa dengan Piona. "Hampir 6 atau 7 tahun ya? Aku juga sampai lupa?"Kata Lusi sambil menyerutup es teh di tangannya. "Btw, gimana kuliahmu? Udah selesai?"Tanya Lusi "Udah dong.kamu gimana ?" Tanya Edwin. "Aku juga baru selesai?" Kata lusi "Kok kamu tahu aku disini?" Tanya Edwin penasaran. "Kebetulan aja sih, kemarin aku sempet telpon tante Marta. Aku kangen sama dia terus tahu aku ada di LA. Dia ngasih tahu ak
Read more
DMCA.com Protection Status