Di kampungku ada mitos 'talak via SMS nggak mengikat', ternyata itu salah kaprah. Ustadz di sini bilang selama suami sadar dan sengaja, sah saja. Tapi ingat pepatah 'talak itu pintu neraka', jadi harus betul-betul jadi opsi terakhir. Aku sering ngobrol sama ibu-ibu PKK yang khawatir suaminya gampang ngomong talak di chat. Solusinya? Komunikasi langsung tetap yang terbaik. Agama mengajarkan untuk menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, bukan lewat keyboard yang gampang diketik sembarangan.
Pernah denger kasus suami ngetik 'aku talak kamu' di WhatsApp terus bingung itu sah apa enggak? Menurut beberapa ulama, talak lewat pesan itu bisa sah selama memenuhi syarat: suami sudah baligh, niatnya jelas, dan pakai kata-kata eksplisit. Tapi ini masih jadi perdebatan, karena ada yang bilang harus diucapkan langsung di depan saksi. Aku pernah baca buku 'Fikih Kontemporer' yang jelasin teknologi bisa jadi alat sah selama nggak multitafsir. Tapi tetep, mending hindari urusan serius lewat chat, biar nggak ada salah paham.
Di lingkunganku malah ada kasus talak lewat status WA story, itu jelas-jelas nggak sah karena dianggap main-main. Intinya sih, Islam itu fleksibel tapi tetep ada batasannya. Kalau emang mau cerai, lebih baik urus secara profesional dan melalui jalur yang jelas biar nggak merugikan kedua belah pihak.
Dari pengalaman diskusi di majelis ta'lim, talak via pesan itu dianggap sah oleh Mazhab Hanafi selama memakai kata-kata tegas seperti 'cerai' atau 'talak'. Tapi Mazhab Syafi'i lebih strict, harus ada saksi langsung. Aku pribadi lihat ini sebagai tantangan zaman now - teknologi bikin segalanya praktis, tapi urusan pernikahan tetaplah sakral. Pernah ada temen cerita suaminya ngetik 'kita pisah ya' pas lagi marah, terus mereka bawa ke pengadilan agama, akhirnya dianggap tidak sah karena dianggap kondisi emosional. Jadi selain medium, konteks juga penting banget.
Gue tertarik ngebahas ini setelah nonton konten Ustadz Khalid Basalamah yang bilang talak digital sah selama memenuhi rukun. Tapi gue juga riset di Kompilasi Hukum Islam Pasal 118, disebutin talak harus diucapkan atau tertulis. Nah, pesan termasuk bentuk tulisan kan? Tapi gue setuju sama pendapat yang bilang teknologi itu cuma alat, yang penting niat dan keseriusannya. Kayak kasus artis local yang talak lewat DM Instagram, itu kan akhirnya diputusin tidak sah sama pengadilan. Menurut gue sih, agama itu logis - jangan main-main dengan talak apalagi cuma lewat chat pas lagi emosi.
2026-07-12 05:25:21
4
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Pembalasan Istri yang Direndahkan: Penyesalan Suami Pengkhianat
Keisha
9.6
479.5K
Saat usia kehamilannya memasuki 25 minggu, Elara memergoki suaminya berselingkuh saat pemeriksaan kehamilan.
Tubuhnya gemuk, penampilannya jelek. Dia dengan susah payah menopang perutnya. Dia bahkan dipanggil "tante" oleh selingkuhan muda dan cantik suaminya, serta ditolak dan dicampakkan suaminya di depan umum.
Namun, pertemuan pertamanya dengan Deon dulu juga pernah menjadi sesuatu yang begitu gemilang dan dipuja banyak orang.
Karena menganggap Elara naik posisi dengan cara merayu di ranjang, Deon mengambil inisiatif mengajukan perceraian kepadanya.
Saat itu juga, hati Elara benar-benar mati. Delapan tahun mencintai dan berkorban secara diam-diam, dari masa kuliah hingga masuk ke dunia kerja, semuanya tidak ada artinya.
Elara pun melahirkan anaknya, menandatangani surat perjanjian cerai, lalu pergi.
....
Lima tahun kemudian, dia telah menjadi wanita karier yang memukau dengan kekayaan bernilai ratusan miliar. Dia cantik memikat dan penuh percaya diri, berbakat luar biasa, serta dikelilingi banyak pengejar.
Namun, pria yang dulu mengajukan perceraian justru tak pernah benar-benar mengurus akta cerai dengannya.
Elara pun mengajukan gugatan ke pengadilan.
Deon yang dulu mencampakkan Elara malah terus menempel dengannya, menghadapi siapa pun yang mendekati Elara. Satu per satu pria itu mendapat pembalasan dendam dari Deon.
Hingga Elara menggandeng tangan pria lain dan secara terbuka mengumumkan pertunangannya, Deon menekan tubuh wanita itu ke sudut dinding dan kehilangan kendali. "Elara, kamu mau nikah dengan pria lain? Jangan mimpi."
"Aku ingin kamu mencintaiku seperti kamu mencintai mantan kekasihmu.."
"Dengan cara meniru orang lain? Dari mana kamu tahu soal itu?"
"Dari pesan mesra yang dikirimkan oleh mantan kekasihmu." Lirih Aluna menjawab pertanyaan suaminya.
Dua tahun menjalani bahtera rumah tangga, Aluna masih saja tak bisa menggapai cinta suaminya, Arkan. Harga dirinya bahkan terus terinjak karena selalu dihina oleh keluarga suaminya yang menjelekkannya sebagai wanita yang tak cantik juga berpendidikan.
Sampai suatu hari, Aluna menemukan pesan mesra di ponsel suaminya. Bukan marah dan menghindar, Aluna berusaha melunakkan hatinya demi memberi makan ego suaminya. Terus memperbaiki diri yang dianggap tidak sempurna.
Hari demi hari hingga cobaan demi cobaan dilewati, Aluna sudah tak tahan dan memilih mundur. Namun ketika perpisahan di ujung mata, Arkan mulai menyadari kehadiran Aluna, istri yang selalu dipandangnya sebelah mata.
Bisakah Aluna membuka hatinya kembali untuk Arkan? Atau malah sebaliknya.. Aluna mundur dan memilih kebahagiaannya sendiri.
Audry tidak pernah bahagia menikah dengan Jeff. Lelaki itu kasar dan sangat kejam serta sering melakukan kekerasan fisik dan verbal pada Audry.
Suatu malam Audry yang berada di bawah pengaruh alkohol masuk ke kamar yang salah lalu tidur dengan Dypta.
Dypta mengira Audry adalah wanita panggilan yang disewanya.
Saat bangun keesokan pagi Audry terkejut ketika mengetahui bahwa pria yang tidur dengannya adalah keponakan suaminya.
IG Author: zizarageoveldy
Aletta harus menelan pil pahit pernikahan karena ditalak suaminya hanya lewat pesan. Tanpa alasan yang jelas, Mirza pergi meninggalkan luka dan nestapa yang tidak sama sekali Aletta bayangkan sebelumnya.
Dalam kepedihan hati, Aletta terus mencari tahu keberadaan Mirza yang hilang bak ditelan bumi. Wanita cantik itu menghubungkan dari satu kejadian, pada kejadian lainnya untuk bisa menemukan petunjuk tentang keberadaan suaminya Mirza.
Risna Prameswari, wanita penyabar yang rela menggadaikan hidupnya untuk merawat sang ibu mertua yang stroke juga lumpuh dan mengharuskannya menjalani LDR dengan sang suami. Tapi ia harus menelan pil pahit bahwa suaminya justru mendua.
10 tahun LDR, kepercayaanku dihancurkan olehnya
10 tahun LDR, kesetiaanku kau balas pengkhianatan
10 tahun LDR penantianku tak mampu membuatmu untuk tetap singgah. Kau berpaling meninggalkanku hanya karena sebuah alasan
~Risna
Perselingkuhan Deno yang selama 4 tahun tertutup rapat dari Nelda, akhirnya terbongkar juga lewat ponsel asing yang terletak di bawah lemari. Begitu perih hati Nelda membaca pesan dari wanita lain, namun dia punya rencana besar. Apakah rencananya? Dan bagaimana dia menjalankan rencananya? Akankah Nelda suatu saat nanti menemukan kebahagiaannya? Simak di kisah berikut ini.
Dari pengalaman beberapa teman yang pernah menghadapi kasus serupa, talak lewat pesan sebenarnya bisa sah secara hukum jika memenuhi syarat tertentu. Menurut Kompilasi Hukum Islam, talak harus diucapkan secara jelas di depan dua saksi atau melalui media yang bisa dipertanggungjawabkan. Pesan teks atau WhatsApp bisa dianggap sah jika ada bukti kuat bahwa benar-benar berasal dari suami dan disaksikan oleh pihak lain.
Tapi secara sosial, tentu ini meninggalkan luka yang dalam. Bayangkan hubungan pernikahan yang dibangun bertahun-tahun diakhiri hanya dengan beberapa kata di layar ponsel. Rasanya kurang manusiawi sekali. Aku pribadi lebih setuju kalau masalah sebesar perceraian harus dibicarakan secara langsung, ada tatap muka dan proses yang jelas.
Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang hukum mendiamkan suami dalam Islam. Beberapa berpendapat itu bisa termasuk bentuk nusyuz (pembangkangan) istri jika dilakukan tanpa alasan syar'i, sementara yang lain melihatnya sebagai metode komunikasi yang wajar selama tidak berlarut-larut. Dalam 'Umdatul Salik', disebutkan bahwa istri wajib taat selama perintah suami tidak melanggar syariat.
Tapi ingat, Rasulullah SAW mengajarkan untuk selalu menjaga keharmonisan rumah tangga. Aku pernah baca di sebuah majelis ilmu bahwa diam lebih dari tiga hari tanpa alasan jelas bisa merusak ikatan pernikahan. Solusi terbaik? Komunikasikan masalah dengan baik-baik, karena diam yang disertai amarah justru sering memperkeruh suasana.
Pernah suatu hari aku penasaran tentang hukum sentuhan dengan mahram dalam Islam, terutama suami pamanku. Setelah baca-baca beberapa sumber, ternyata suami pamanku termasuk mahram karena sudah menikah dengan bibiku. Jadi, hukumnya boleh bersentuhan seperti jabat tangan atau pelukan biasa selama tidak ada syahwat. Tapi beberapa ulama menyarankan tetap menjaga batas untuk menghindari fitnah. Aku sendiri lebih nyaman menjaga jarak sekadar salam biasa tanpa kontak fisik berlebihan.
Menurut pengalamanku, keluarga besar kami memang punya tradisi salaman saat lebaran. Tapi untuk suami paman, biasanya cukup anggukan dan senyuman. Lebih aman dan enggak bikin awkward. Lagipula, kan lebih baik menjaga etika sosial yang umum di masyarakat kita.
Baru kemarin aku diskusi sama temen yang kuliah hukum soal kasus beginian. Menurut dia, talak via pesan sebenarnya sah secara agama, tapi secara hukum positif Indonesia itu bisa diperkarakan. UU Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam mengatur bahwa perceraian harus melalui proses pengadilan. Jadi meskipun suami udah ngomong talak di WA atau SMS, istri tetap berhak menggugat ke pengadilan agama buat dapetin hak-haknya. Yang seru tuh, beberapa kasus malah dianggap sebagai perceraian di bawah tangan dan bisa bikin suami kena sanksi.
Pengalaman temenku yang cerai via chat malah dapet lebih banyak hak karena suaminya dianggap lalai menjalankan prosedur resmi. Tapi ya tergantung bukti dan alasan juga sih. Kalau ada ancaman atau tekanan psikologis, itu bisa jadi pertimbangan hakim buat memberikan kompensasi lebih.