Dari perspektif penggemar yang baru kenal Blackpink di 2017, aku kaget waktu tahu ternyata 'Ddu-Du Ddu-Du' baru keluar tahun berikutnya. Tapi selama 2017, selain lagu utama, aku mulai eksplor library mereka dan jatuh cinta sama 'Whistle' versi acoustic. Live performance mereka buat lagu ini di 'BLACKPINK HOUSE' reality show bikin nagih! Mereka juga aktif banget perform di festival-festival dengan setlist campuran, jadi meski comeback-nya jarang, presence mereka kuat lewat lagu-lagu existing.
Blackpink di 2017 itu kayak mesin hit maker! Selain 'As If It's Your Last', aku sering banget nonton performance mereka buat 'Boombayah' dan 'Whistle' di acara musik—dua lagu debut ini tetep relevan sepanjang tahun. Khususnya 'Whistle' yang chorus-nya bikin nagih, sampai sekarang pun masih jadi favorit banyak Blink. Mereka juga sempat release special stage untuk 'So Hot' (cover Wonder Girls) yang trending waktu itu. Jadi meskipun cuma comeback sekali di 2017, impact lagu-lagu sebelumnya masih kuat banget.
2017 memang tahun gemilang buat Blackpink dengan 'As If It's Your Last' yang viral, tapi jangan lupa mereka juga punya 'Playing With Fire' yang dirilis akhir 2016 tapi masih jadi playlist wajib di awal 2017. Lagu ini punya energi EDM tropis yang segar dan lirik catchy tentang cinta berisiko. Aku sering banget denger ini di kafe-kafe Seoul waktu itu, dan sampai sekarang masih enak didengerin pas lagi butuh mood booster.
Selain itu, ada juga 'Stay' yang lebih slow dan puitis, menunjukkan sisi vulnerabilitas mereka. Meskipun kurang hits dibanding single utama, lagu ini punya base penggemar loyal yang suka sisi sentimental Blackpink. Jadi, 2017 nggak cuma tentang satu lagu doang—mereka udah punya koleksi solid sejak awal karir.
Sebagai orang yang rutin follow chart musik Korea, aku catat Blackpink punya beberapa lagu di 2017 yang mungkin kurang mainstream tapi tetap penting. Contohnya remix version 'As If It's Your Last' untuk versi Japanese single mereka, yang ternyata masuk Oricon Chart. Ada juga lagu-lagu dari album 'Square Two' seperti 'Forever Young' yang sering diputar di radio meski bukan single utama. Yang menarik, di platform digital seperti Melon, back catalog mereka konsisten masuk top 100 sepanjang tahun—bukti kalau fans terus streaming lagu-lagu lama mereka juga.
2026-05-08 04:27:05
2
모든 답변 보기
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
관련 작품
Dibalik Panggung, Aku kehilanganmu
Ravelyn Ash
0
413
Di atas panggung, Yuha selalu terlihat paling bersinar. Ia tersenyum lebar, bernyanyi di tengah lautan lightstick dan teriakan fans yang memanggil namanya. Semua orang melihatnya sebagai idol yang ceria dan berbakat.
Tak ada yang tahu, di balik senyum itu, Yuha menanggung tekanan dari member lain, tuntutan agensi, dan komentar tajam para penggemar karena rumornya.
Suatu hari, ia ingin bercerita pada satu-satunya orang yang ia percaya, Suho seorang produser musik sekaligus kekasih yang harus ia sembunyikan.
Namun Suho mulai menjaga jarak karena agensi mencurigai kedekatan mereka. Ia menghindar demi melindungi karier Yuha.
Sampai satu malam, sebuah pesan darinya tak pernah dibalas. Dan keesokan harinya, Yuha memilih mengakhiri hidupnya.
Penyesalan Suho datang terlambat. Ia tak pernah benar-benar tahu seberapa dalam luka yang Yuha sembunyikan. Ia gagal melindunginya.
Namun ketika takdir memberinya kesempatan kedua, Suho bersumpah kali ini ia tidak akan terlambat. Apa pun risikonya, ia akan tetap di sisi Yuha.
Bosku menyukaiku, tapi aku sama sekali tidak tertarik untuk menerimanya. Bukan karena aku tidak suka. Aku menyukainya, tapi hanya sebatas itu saja. Aku tidak pernah bermimpi menjadi Cinderella dalam satu malam.
Setelah menikah aku mengundurkan diri dari perusahaan dan fokus menjadi ibu rumah tangga yang bekerja dari rumah.
Setelah mengabdikan diriku pada suamiku, ternyata dia diam-diam menikah lagi. Alasannya? Karena aku belum bisa memberikannya seorang keturunan.
Apa dia pikir aku tidak akan tahu apa yang dia lakukan di belakangku? Dia pikir aku akan diam saja dikhianati seperti itu?
Sepuluh tahun lalu, Binar dan Fady berpisah tanpa sempat menutup cerita. Kini takdir mempertemukan mereka kembali, di saat Binar baru saja kehilangan keluarga kecilnya, dan Fady hidup dengan bayang-bayang trauma setelah dua kali ditinggal oleh orang yang ia cintai. Rasa yang dulu terpendam perlahan tumbuh lagi, tapi keduanya kini membawa luka yang berbeda bentuk, sama dalamnya.
Di tengah perjuangan keduanya menyusun masa depan baru, hadirlah Danar, sosok yang diam-diam menyimpan rasa dan harapan pada Binar. Sementara Binar hanya menganggapnya kesalahan masa lalu yang tak ingin diulang.
Rahasia masa lalu, luka yang belum sembuh dan restu yang tak kunjung datang. Membuat perjalanan cinta Binar tak mudah. Untuk siapakah akhirnya Cinta Binar berlabuh, Fady? Danar? Atau berhenti untuk dirinya sendiri.
Aku Istri, Tapi Bukan Satu-satunya
Pernikahan yang kujalani bertahun-tahun kupikir dibangun dari kepercayaan dan pengorbanan. Aku istri yang sah, perempuan yang menjaga rumah, nama, dan harga diri suaminya. Hingga suatu hari aku sadar, status sebagai istri tak lagi menjadikanku satu-satunya.
Kehadiran perempuan lain memecah hidupku menjadi dua: sebelum aku tahu, dan setelah aku tak bisa lagi berpura-pura. Aku dipaksa berdamai dengan kenyataan bahwa cintaku tak cukup untuk membuatku dipilih. Di antara pengkhianatan yang dibungkus dalih tanggung jawab, aku dan perempuan itu sama-sama menjadi korban dari seorang lelaki yang ingin memiliki segalanya tanpa kehilangan apa pun.
Ketika keadilan tak pernah benar-benar berpihak, aku dihadapkan pada pilihan paling kejam: bertahan dan perlahan menghilang, atau pergi dengan membawa luka yang tak pernah sembuh. Dalam pernikahan yang melibatkan tiga hati, tak ada pemenang—hanya perempuan yang dipatahkan, dan cinta yang berubah menjadi sesuatu yang tak lagi bisa disebut rumah.
Suamiku, sang komandan berjanji padaku bahwa dia hanya akan menemani cinta pertamanya yang depresi sebanyak sembilan puluh sembilan kali.
Namun, tepat saat aku selesai mencatat kali kesembilan puluh sembilan itu, aku malah melihatnya sedang memeluk cinta pertamanya erat-erat.
Setelah itu, aku tak lagi menangis atau menahannya setiap kali dia ingin pergi menemui cinta pertamanya itu.
Aku hanya meminta sebuah liontin kalung darinya, sebagai hadiah untuk anak kami yang akan segera lahir.
Begitu membahas soal anak, ekspresi suamiku langsung melembut, “Tunggu aku pulang, ya. Aku akan menemanimu untuk cek kehamilan di rumah sakit.”
Aku hanya menjawab dengan patuh.
Aku tak memberitahunya bahwa sepuluh hari yang lalu, aku sudah mengajukan permohonan cerai.
Sekarang, sebenarnya status kami sudah resmi bercerai.
Di balik diamnya sang anak yang kerap menahan tangis, Naima menyimpan luka yang lebih dalam. Ia menikah lagi dengan harapan bisa memberi putrinya seorang ayah. Tetapi yang ia dapat justru prasangka dan bayang-bayang masa lalu Emir bersama Yesi.
Sementara itu sang mertua terus mendesak Emir untuk mempertimbangkan rujuk dengan mantan istrinya demi anak mereka. Dalam pusaran konflik ini Naima mulai mempertanyakan, sanggupkah ia bertahan dan melindungi anaknya?
"Setelah Aku Kau Miliki", bukan sekadar kisah rumah tangga yang terancam retak. Tetapi perjalanan getir seorang perempuan yang berjuang mempertahankan martabat dan anaknya di tengah badai cinta segitiga dan restu orang tua.
Tahun 2017 memang jadi tahun kejayaan Blackpink dengan lagu-lagu hits yang nggak bisa dilupakan. Di Indonesia sendiri, 'As If It\'s Your Last' bener-bener meledak banget! Lagu ini punya energi yang super catchy, dari intro synth-popnya langsung nyangkut di kepala. Aku inget banget waktu itu tiba-tiba semua orang di timeline media sosial pada nyanyi 'bitches you\'re done' sambil joget-joget. Apalagi MV-nya warna-warni dengan konsep retro yang instagrammable banget, jadi bahan edit foto semua orang.
Yang bikin 'As If It\'s Your Last' lebih menonjol dibanding 'Boombayah' atau 'Playing With Fire' mungkin karena perpaduan genrenya yang unik. Ada bubblegum pop, reggae, sampai EDM dalam satu lagu. Fans lokal juga suka karena choreography-nya iconic tapi tetap bisa diikuti buat dance cover. Di acara-acara k-pop festival waktu itu, hampir pasti lagu ini selalu dibawakan.
Menggali kembali memori tentang Blackpink di tahun 2017 selalu bikin senyum-senyum sendiri. Tahun itu mereka meluncurkan 'As If It's Your Last', lagu yang langsung nyangkut di kepala sejak pertama kali dengar. Beat-nya energetic banget, campuran antara bubblegum pop dan edgy EDM yang jadi signature sound mereka. Aku inget banget waktu itu lagu ini viral di TikTok sebelum TikTok sepopuler sekarang, orang pada dance challenge pake gerakan koreo yang iconic. Lirik 'lovey dovey'nya juga bikin nagih, apalagi bagian 'maeri useojun nal teojil geotcheoreom anajwo' yang diulang-ulang. Nggak heran sampe sekarang masih sering diputer di club-club.
Yang bikin spesial, ini single terakhir sebelum hiatus panjang mereka, jadi fans pada demen nyebutnya 'farewell gift'. Padahal cuma 3 menit 33 detik, tapi bisa ngewakilin semua elemen yang bikin Blink (fans Blackpink) jatuh cinta: visual mentok, koreo tajam, dan energi yang meledak-ledak. Bahkan MVsnya sampe sekarang udah nyentuh 1.5 billion views di YouTube - gila nggak sih?
Menggali lirik 'As If It's Your Last' dalam versi Latin adalah pengalaman yang menarik! Sebagai penggemar musik yang suka eksplorasi budaya, aku menemukan bahwa terjemahan Latin (meski tidak resmi) menambahkan nuansa klasik yang kontras dengan energi K-pop. Contohnya, bagian chorus 'BLACKPINK in your area' bisa jadi 'BLACKPINK in regione tua'—terdengar epik seperti mantra kuno. Beberapa komunitas penggemar bahkan membuat versi parodi dengan campuran Spanyol dan Italia untuk meniru 'vibe' Latin. Uniknya, struktur repetitif lagu ini justru cocok dengan pola linguistik Roman.
Tapi jujur, daya tarik utama tetap pada ritme aslinya. Meski lirik Latin memberi kesan baru, pesan 'cinta seperti terakhir kali' lebih kuat dalam bahasa Korea yang emotif. Aku pernah mencoba menyanyikan versi terjemahan ini di karaoke bersama teman—hasilnya lucu sekaligus menghibur!
Ada sesuatu yang magis tentang bagaimana 'As If It's Your Last' bisa membuatmu langsung ingin bergerak mengikuti iramanya, bahkan sebelum memahami liriknya sepenuhnya. Lagu ini memang dibangun dengan energi yang meledak-ledak, dan terjemahan liriknya berhasil menangkap semangat itu. Misalnya, bagian '널 붙잡을래 Like this will be the last' diterjemahkan menjadi 'Aku ingin memelukmu Seolah ini yang terakhir', yang menurutku sangat pas karena tidak hanya literal tapi juga menyampaikan intensitas emosi yang ingin disampaikan Blackpink.
Yang menarik, terjemahan untuk bagian rap Lisa juga cukup kreatif. Kalimat seperti 'No way no way no way…' diubah menjadi 'Tak mungkin tak mungkin…' dengan ritme yang tetap menjaga flow rap-nya. Ini menunjukkan bahwa penerjemah tidak hanya fokus pada makna kata per kata, tetapi juga bagaimana lirik tersebut 'terasa' ketika didengar. Beberapa frasa seperti 'Heart b-b-beat' justru dibiarkan dalam bahasa Inggris, mungkin karena dianggap lebih universal dan mudah dikenali pendengar.
2017 was such a wild year for Blackpink fans! Their breakout tracks like 'Boombayah' and 'Whistle' absolutely dominated charts. The lyrics had this addictive mix of sass and confidence—phrases like 'bboom bboom ya' became instant earworms. The Korean-English blend made it globally accessible, while the swagger in lines like 'I’m the queen, you’re the king, call me Leonardo' from 'Whistle' felt fresh. What stood out was how they balanced playful vibes with unapologetic empowerment, especially in 'As If It’s Your Last' where 'I’ll love you like it’s your last' became a romantic anthem.
Their lyricism wasn’t just catchy; it mirrored their signature 'black and pink' duality—tough yet sweet. Even now, screaming 'BLACKPINK IN YOUR AREA' feels like a cultural reset moment.