Share

Jika Tak Bisa Dipertahankan
Jika Tak Bisa Dipertahankan
Penulis: Rain

Bab 1

Penulis: Rain
Hari kesepuluh setelah aku mengajukan permohonan cerai, aku tak sengaja bertemu Marvel di koridor rumah sakit.

Dia sedang memapah Luna dengan sangat hati-hati, seolah sedang menjaga sebuah permata yang sangat berharga.

Namun, begitu melihatku, kening Marvel langsung berkerut.

“Kamu apain di sini? Kamu mau cari masalah lagi dengan Luna?”

Dia menatapku dengan penuh kewaspadaan, tatapan dinginnya menusuk sampai ke lubuk hatiku.

Luna memegang tangan Marvel, lalu menatapku dengan wajah yang tidak berniat baik.

“Kak Delvy, jangan salah paham. Marvel hanya terlalu mengawatirkanku.”

Sambil bicara, pandangannya beralih ke perutku.

“Kudengar kamu juga dirawat di rumah sakit, bayimu baik-baik saja?”

Belum sempat aku menjawab, Marvel sudah buru-buru menenangkannya,

“Paling hanya gangguan kehamilan ringan saja, nggak akan terjadi apa-apa.”

“Jangan terlalu dipikirkan, fokus saja pada kesehatanmu sendiri.”

Aku mengelus perutku tanpa sadar, rasanya pahit sekali.

Iya, bakal ada masalah apa?

Bukankah hanya kehilangan anak?

Mana mungkin hal itu lebih penting dari Luna?

Kalau tidak, mana mungkin Marvel yang jelas tahu kalau aku dirawat di rumah sakit yang sama, bahkan tidak datang menjenguk atau sekadar bertanya kabar sekalipun.

Padahal, selama dia datang ke ruang rawatku sekali saja, dia akan tahu.

Tahu kalau anak kami sudah tiada.

Aku memaksakan senyuman, sambil meraba botol kaca di dalam saku yang sudah terasa hangat karena terus kugenggam.

Sejak Luna kembali, setiap beberapa hari sekali Marvel pasti menghilang tiba-tiba untuk menemaninya.

Dia selalu beralasan,

“Sejak kecil, Luna itu sangat sensitif, apalagi sekarang sedang sakit. Kalau aku nggak menemaninya, bagaimana kalau sampai terjadi sesuatu?”

“Tenang saja, aku hanya nggak ingin dia melakukan hal bodoh, nggak ada maksud lain.”

Dia berjanji padaku hanya akan menemani Luna sembilan puluh sembilan kali.

Setelah kesembilan puluh sembilan kalinya, dia akan benar-benar berhenti dan fokus melanjutkan hidup denganku.

Karena itu, setiap kali dia pergi, aku akan memasukkan sebutir kacang kedelai ke dalam botol kaca itu.

Tujuh hari yang lalu, akhirnya terkumpul genap sembilan puluh sembilan butir.

Namun, saat aku mendatanginya dengan penuh harapan….

Pemandangan yang kulihat justru Marvel yang sedang memeluk Luna dengan sangat erat.

Aku ini istrinya.

Namun saat itu, aku hanya bisa berdiri di pinggir jalan, menyaksikan kebahagiaannya dengan wanita lain dari kejauhan.

“Apa yang kalian lakukan?”

Dengan mata berkaca-kaca, aku berjalan ke arah mereka dan bertanya dengan linglung.

Marvel seperti tersengat listrik dan langsung melepaskan pelukannya dari Luna, tatapannya tampak panik.

“Delvy, jangan salah paham. Ini bukan seperti yang kamu bayangkan.”

Aku baru saja membuka mulut, belum sempat bicara, Luna sudah memotong lebih dulu,

“Ini semua salahku, aku yang sudah mengganggu kalian. Maafkan aku.”

“Kak Marvel, mulai sekarang jangan pedulikan aku lagi. Biarkan saja aku mati di jalanan.”

Usai bicara, Luna berlari ke arah jalan raya dan kebetulan terserempet sepeda hingga jatuh.

Wajah Marvel berubah drastis, dia langsung mendorongku hingga tersingkir demi bisa memeluk Luna.

Aku tak sempat bereaksi dan jatuh tersungkur dengan keras ke lantai.

Rasa sakit yang hebat langsung menyerang perutku. Dengan tatapan gemetar, aku meraba ke bawah dan yang kulihat adalah darah yang merah pekat.

“Anakku… anakku… tolong anakku….”

“Sayang! Marvel!”

Sambil memegangi perut, aku memanggil namanya dengan susah payah, berharap dia akan menoleh.

Marvel sempat terdiam sejenak, tapi saat menoleh, dia malah menatapku dengan penuh kebencian.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Jika Tak Bisa Dipertahankan   Bab 9

    Luna tetap bersikeras tak mau minta maaf, bahkan sampai membuat keributan besar di rumah sakit, hingga akhirnya dirinya dibawa ke kantor polisi.Saat tiba di kantor polisi, ternyata perasaan Marvel sangat datar.Sejak dia membaca surat dariku kemarin, dia mulai mengintrospeksi diri. Dia banyak merenungkan hal-hal yang berkaitan dengan Luna dan juga tentangku.Semakin dipikirkan, dia semakin panik.Semakin dipikirkan, dirinya pun semakin muak pada Luna.Namun, setiap kali dirinya ingat bahwa Luna adalah seorang pasien, Marvel terpaksa menekan rasa muak itu jauh-jauh di dalam hatinya dan hal itu membuatnya sangat tersiksa.Dia masih ingin mencariku, ingin kembali bersamaku.Dia ingin menebus segala kesalahannya.Namun, aku sudah bilang tak ingin melihatnya lagi selamanya.Dulu, dia mengira bahwa saat Luna mencoba mengakhiri hidupnya, dirinya merasa paling sakit hati.Namun, sekarang dia sadar.Hal yang paling membuatnya menderita adalah kepergianku.Namun, semuanya sudah terlambat.Kepa

  • Jika Tak Bisa Dipertahankan   Bab 8

    Sayangnya, semua ini tak ada hubungannya lagi denganku.Di sisi lain, Marvel tiba di rumah.“Delvy! Delvy!”“Aku sudah tahu salah, Delvy! Maafkan aku!”“Liontin yang kamu minta sudah kubelikan! Delvy!”Namun, sekeras apapun Marvel berteriak, tidak ada seorang pun yang menjawab.Seketika, rasa panik menyelimuti hatinya.Ruang tamu, dapur, kamar tidur….Tidak ada orang.Semuanya kosong.Teringat sesuatu, Marvel segera membuka lemari pakaian.Pakaian di dalamnya sudah berkurang separuh.Semua barang milikku sudah tidak ada, hanya tersisa sebuah gaun merah terang.Gaun itu dibelikan Marvel saat kami menikah dulu.Saat itu, usiaku sembilan belas tahun.Aku bilang, “Kak Marvel, saat kita menikah nanti, bisakah kamu belikan gaun merah untukku?”“Ibuku bilang saat menikah, pengantin wanita harus memakai warna merah, biar kehidupan setelah menikah bisa bahagia dan harmonis.”Marvel menyetujuinya.Dan aku pun berhasil mengenakan gaun merah yang cantik itu di hari pernikahan kami, sesuai impiank

  • Jika Tak Bisa Dipertahankan   Bab 7

    Luna langsung berjongkok, berusaha menutupi tali merah di pergelangan kakinya.“Nggak… nggak ada….”Wajah Marvel memuram, tatapannya menjadi tajam.“Mana liontin yang kusuruh kamu simpan? Keluarkan.”Luna menunduk karena merasa bersalah, dia tak berani menatap mata Marvel.“Marvel, hanya sebuah liontin saja, aku….”“Aku bilang sekali lagi, keluarkan.”Marvel menatap Luna, seolah ada badai yang siap meledak di matanya.Akhirnya Luna panik.Dia berdiri dan mundur dengan gelisah.Itu justru memperlihatkan liontin di pergelangan kakinya.Motif awan dan tulisan bahagia, persis seperti yang dibeli Marvel.Marvel langsung maju dan merenggut paksa liontin itu dari kaki Luna. Ujung jarinya sampai memutih karena mengepal terlalu kuat.“Bu perawat, tadi kamu bilang… Delvy datang ke sini?”Rina mengerutkan kening.“Delvy yang mana? Saudari Delvy? Dia datang tadi.”“Aku melihatnya keluar dari ruang rawat ini di koridor, makanya aku teringat untuk mencari kalian.Luna melototi Rina, lalu mencoba mer

  • Jika Tak Bisa Dipertahankan   Bab 6

    Sedikit saja melesat, pasti sudah melukai matanya.“Rina, apa yang terjadi?”Kepala perawat bertanya dengan nada khawatir, sambil menyeka luka itu hati-hati dengan kapas alkohol.Rina baru saja diterima bekerja di rumah sakit tahun ini. Usianya baru sembilan belas tahun dan belum menikah.Sekarang wajahnya malah terluka, kalau sampai berbekas, itu bisa memengaruhi kepercayaan dirinya saat mencari pasangan nanti.Rina menyadari hal itu. Begitu melihat kepala perawat, matanya langsung berkaca-kaca dan berkata, “Bu, dia yang melempar barang ke arahku.”Dia menunjuk ke arah Luna dengan wajah yang tampak terluka.Tatapan kepala perawat langsung menjadi dingin.“Bu, bisa jelaskan ini?”“Hidup di zaman ini, melukai orang tanpa alasan itu ada konsekuensi hukumnya.”Luna mulai tenang, tapi mendengar kata-kata itu, kilatan panik muncul di matanya. Secara reflek, dia menatap Marvel, berharap pria itu akan membelanya.Melihat tatapan itu, Marvel pun secara otomatis hendak membela.“Luna bukan sen

  • Jika Tak Bisa Dipertahankan   Bab 5

    “Prang!”Kotak makan itu jatuh ke lantai, menimbulkan suara dentingan yang nyaring.Makanan tumpah berserakan di mana-mana, tapi tak ada satu pun yang peduli.Marvel tiba-tiba berdiri, bertanya dengan nada tidak percaya, “Apa… apa kamu bilang?”Perawat itu tersentak kaget, menatapnya dengan heran.“Kamu keluarga dari saudari Delvy?”“Saudari Delvy beberapa hari yang lalu dirawat karena keguguran dan dia lupa mengambil obatnya.”“Tadi aku baru saja melihat dia keluar dari ruang rawat ini, makanya aku mampir untuk bertanya.”“Siapa di antara kalian yang merupakan keluarganya?”Marvel membuka mulutnya, wajahnya mendadak berubah menjadi sangat muram.“Aku… aku suaminya.”Mendengar hal itu, sikap perawat yang tadinya ramah langsung berubah drastis.Dia memerhatikan Marvel dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan tatapan sinis.“Jadi kamu suami nggak bertanggung jawab yang dimaksud saudari Delvy?”“Istrimu keguguran dan dirawat di rumah sakit ini begitu lama, tapi kamu nggak menjenguknya

  • Jika Tak Bisa Dipertahankan   Bab 4

    Aku tersenyum, lalu menjelaskan asal, “Namanya juga ibu hamil, emosinya memang nggak stabil. Sebentar lagi juga baikan.”Marvel menghela napas lega.“Baguslah kalau begitu. Aku lupa tanya tadi, kamu suka liontin model apa?”“Bagaimana kalau motif awan ditambah tulisan bahagia? Sekarang pengawasan sedang ketat, lebih baik motifnya yang sederhana saja.”Aku terdiam sejenak. Tak menyangka dia begitu perhatian soal ini.Seandainya saja dari dulu dia sepeduli ini.“Boleh, kamu saja yang memutuskan.”Marvel mengangguk, lalu pergi setelah memastikan pilihannya.Namun, sebelum menutup pintu, dia kembali memastikan, “Kamu benaran nggak apa-apa?”Aku sempat membuka mulut, tiba-tiba ada secercah harapan muncul di hatiku.“Kalau aku ada masalah, kamu bisa menemaniku?”Marvel terdiam sesaat, lalu malah tertawa, “Delvy, jangan bercanda. Luna masih menungguku di rumah sakit.”“Tidurlah lebih awal, aku pergi dulu.”Begitu pintu tertutup, aku tak bisa lagi menahan tangis. Aku menangis sesenggukan.M

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status