Apakah Sinonim Pathetic Artinya Dalam Bahasa Indonesia Formal?

2025-09-09 04:52:38
305
Share
Kuis Kepribadian ABO
Ikuti kuis singkat untuk mengetahui apakah Anda Alpha, Beta, atau Omega.
Aroma
Kepribadian
Pola Cinta Ideal
Keinginan Rahasia
Sisi Gelap Anda
Mulai Tes

4 Jawaban

Scarlett
Scarlett
Sahabat Novel Sopir
Singkatnya, kalau mau padanan formal untuk 'pathetic': bullet cepat dari pengalamanku—'memprihatinkan'/'menyedihkan' untuk nuansa kasihan; 'memalukan'/'hina' untuk nuansa menghakimi; 'tidak memadai'/'lemah' untuk konteks kemampuan atau kualitas.

Contoh singkat: "Kondisi itu memprihatinkan" (pitiful) dan "Perilaku itu memalukan" (embarrassing). Aku biasanya pilih berdasarkan siapa yang membaca dan seberapa keras kritik yang ingin kusampaikan, supaya nada tetap pas.
2025-09-10 05:57:20
6
Ruby
Ruby
Penggemar Novel Teknisi
Aku pernah menulis esai dan sering berdebat soal nuansa kata, jadi buatku penting membedakan tiga macam terjemahan 'pathetic'. Pertama adalah makna yang menyentuh rasa kasihan: sinonim formalnya 'memprihatinkan' atau 'menyedihkan'. Kedua, bila maksudnya 'tak layak' atau 'penuh cela', bisa pakai 'hina' atau 'memalukan'. Ketiga, kalau konteksnya teknis, seperti kapasitas yang kurang memadai, terjemahan yang cocok adalah 'tidak memadai' atau 'lemah'.

Contoh singkat: "Kondisi fasilitas itu sungguh memprihatinkan" (pitiful/sedih) versus "Tindakan itu sangat memalukan" (pathetic dalam arti mempermalukan). Pilih kata sesuai nada: formal dan objektif atau tegas dan menilai.
2025-09-10 13:17:49
24
Piper
Piper
Sahabat Baca Admin
Kalau digali lebih dalam, aku suka mengelompokkan sinonim 'pathetic' berdasarkan niat komunikatif. Misalnya ketika pembicara ingin mengundang simpati tanpa menghakimi, kata yang elegan dan formal adalah 'memprihatinkan' atau 'menyedihkan'. Kedua kata ini sering muncul di laporan sosial, caption berita, atau analisis kebijakan.

Namun, ketika maksudnya adalah mengecam atau menunjukkan rasa jijik terhadap sesuatu yang lemah atau memalukan, pilihan yang lebih kuat dan tetap formal adalah 'memalukan', 'hina', atau 'merendahkan'. Perlu hati-hati: menyebut sesuatu 'hina' bisa dianggap sangat tajam dalam tulisan resmi.

Ada juga penggunaan yang netral-teknis: 'tidak memadai' atau 'lemah' ketika soal performa atau kualitas. Contoh penerapan: "Pelayanan itu lemah dan tidak memadai" versus "Kondisi sosial ini memprihatinkan". Aku selalu menimbang tujuan komunikasi dulu sebelum pilih kata, biar pesan sampai sesuai nuansa.
2025-09-10 15:11:18
24
Ingrid
Ingrid
Kawan Baca Admin
Mulai dari pengalaman ngobrol sama teman waktu ngebahas kata serapan, aku sering menyamakan 'pathetic' dengan nuansa bahasa Indonesia yang agak serius dan formal. Secara umum, sinonim formal yang pas untuk 'pathetic' kalau dimaknai sebagai 'menyedihkan' adalah 'memprihatinkan' atau 'menyedihkan' sendiri. Kedua kata ini sering dipakai di tulisan resmi, laporan, atau koran untuk menggambarkan situasi yang layak mendapat perhatian atau belas kasihan.

Kalau konteksnya lebih mengarah ke arti 'pathetic' sebagai sesuatu yang memalukan atau merendahkan martabat, pilihan kata formalnya bisa 'memalukan', 'hina', atau 'merendahkan'. Perhatikan nuansa: 'memprihatinkan' cenderung netral dan objektif, sementara 'memalukan' membawa muatan penilaian moral.

Secara ringkas, pilihlah 'memprihatinkan' atau 'menyedihkan' untuk konteks simpati/keprihatinan; pilih 'memalukan' atau 'hina' untuk konteks penghinaan atau rasa malu. Aku biasanya menyesuaikan kata dengan siapa pembaca yang ingin kusentuh—lebih lembut untuk audiens umum, lebih tegas untuk kritik formal.
2025-09-11 12:57:59
15
Lihat Semua Jawaban
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Buku Terkait

Pertanyaan Terkait

Kata pathetic artinya apa dalam konteks percakapan sehari-hari?

6 Jawaban2026-07-22 15:16:34
Gue perhatiin kata 'pathetic' itu sering bikin bingung karena satu kata bisa ngegambarin dua nuansa yang sangat berbeda. Dalam obrolan sehari-hari, 'pathetic' paling umum dipakai buat nunjukin sesuatu atau seseorang yang 'menyedihkan' — entah karena kasihan (so sweet, poor thing) atau karena memalukan (so lame, what a joke). Bedanya tergantung intonasi dan konteks. Misal, kalau seseorang bilang "He looked pathetic," itu bisa berarti mereka merasa iba melihat orang itu; tapi kalau yang bilang itu sambil meledek, maksudnya adalah memandang rendah: "That’s pathetic" = "Konyol banget, memalukan." Intonasi datar dan konteks kelompok sering jadi petunjuk. Aku sering pakai kata ini waktu pengin nunjukin reaksi sinis terhadap sesuatu yang ketinggalan jaman atau usaha yang gagal total. Tapi hati-hati: dipakai sebelah mata, kata ini gampang nyakitin. Kalau mau lebih halus, bisa pakai 'kasihan' atau 'sayang sekali'; kalau mau lebih sinis tanpa terkesan kejam, 'lame' (yang sering diterjemahin jadi 'kurang greget') kadang lebih cocok. Jadi intinya, arti 'pathetic' bergeser antara empati dan ejekan. Kalau lo denger kata itu, coba rasakan nada bicaranya: apakah ada getar iba atau tawa meremehkan? Itu penentu maknanya. Aku sih sekarang selalu mikir dua kali sebelum nyolot pakai kata ini, karena dampaknya bisa bikin suasana berubah seketika.

Apa sinonim 'tenacious' yang paling dekat dalam bahasa Indonesia?

3 Jawaban2025-11-15 20:31:42
Kata 'tenacious' itu menarik karena bisa diterjemahkan dalam berbagai nuansa tergantung konteksnya. Dalam percakapan sehari-hari, aku sering menggunakan 'gigih' untuk menggambarkan seseorang yang pantang menyerah, seperti karakter Izuku Midoriya di 'My Hero Academia' yang terus berjuang meski awalnya tanpa quirk. Tapi kalau sedang baca novel atau diskusi sastra, 'ulet' terasa lebih pas—seperti tokoh-tokoh di 'Laskar Pelangi' yang bertahan di tengah keterbatasan. Perbedaan kecil ini bikin bahasanya lebih hidup dan sesuai situasi. Ada juga kata 'tabah' yang lebih ke sisi emosional, mirip dengan protagonis 'Violet Evergarden' yang belajar memahami perasaan. Kalau mau lebih kuat lagi, 'pantang menyerah' bisa dipakai untuk konteks motivasi, sementara 'keras kepala' justru memberi kesan negatif meski maknanya mirip. Intinya, pilihannya tergantung pada apakah kita ingin menyoroti keteguhan, ketahanan, atau bahkan sisi negatif dari sifat tersebut.

Bagaimana konteks slang saat kata pathetic artinya negatif?

4 Jawaban2025-09-09 01:58:12
Gue sering mikir gimana satu kata kecil bisa ngeremukkin suasana—'pathetic' itu contohnya. Dalam percakapan sehari-hari, ketika seseorang nyebut orang lain atau tindakan sebagai 'pathetic', hampir selalu ada nuansa merendahkan yang sengaja ditonjolkan. Biasanya konteks negatifnya muncul karena si pembicara mau nunjukin superioritas: bukan cuma bilang sesuatu itu kurang oke, tapi menyatakan bahwa itu layak mendapat hinaan. Tone suara, bahasa tubuh, atau penekanan kata diucapkan bakal ngefek besar; ngomong sambil ketawa sinis beda maknanya sama ngomong datar tanpa ekspresi. Di situasi grup, kata ini kadang dipakai buat nge-bully halus—misalnya saat orang gagal secara memalukan lalu teman bilang 'that's pathetic' sambil nge-share momen itu. Di sisi lain, ada juga varian yang lebih ringan, dipakai buat bercanda antarteman yang paham konteksnya; tapi tetap harus hati-hati karena bukan semua orang nangkepnya lucu. Intinya, kalau kamu denger 'pathetic' sebagai label, hampir pasti maksudnya negatif kecuali jelas-jelas dipakai sarkastik atau ironis. Buatku, lebih baik ganti kata yang lebih spesifik daripada sekadar melabeli seseorang dengan kata yang berat ini.

Apa sinonim dari kata 'kawan' dalam bahasa Indonesia?

4 Jawaban2025-12-21 00:30:02
Dalam pergaulan sehari-hari, aku sering menggunakan kata 'teman' sebagai pengganti 'kawan'. Rasanya lebih universal dan mudah dimengerti berbagai kalangan. Tapi kalau ingin nuansa lebih akrab, 'sahabat' atau 'sobat' juga pilihan bagus—khususnya buat hubungan yang udah dekat banget. Aku sendiri suka memilih kata berdasarkan tingkat kedekatan; 'rekan' untuk hubungan profesional, 'bro' buat obrolan santai. Uniknya, bahasa Indonesia punya banyak varian regional. Di Jawa Timur, misalnya, orang sering pakai 'konco' yang artinya mirip. Atau 'kancil' dalam bentuk slang tertentu. Intinya, konteks dan situasi sangat menentukan pilihan kata. Kadang-kadang, gesture atau intonasi justru lebih penting daripada kata itu sendiri.

Apakah penggunaan pathetic artinya menyinggung perasaan orang?

4 Jawaban2025-10-23 20:42:34
Kata 'pathetic' di telinga orang Indonesia sering punya dua muka. Di kamus bahasa Inggris formal arti dasarnya berkaitan dengan 'pathetic' sebagai sesuatu yang layak dikasihani atau menyentuh perasaan—biasanya netral atau empatik. Tapi dalam percakapan sehari-hari, terutama online, kata itu sering dipakai untuk merendahkan: menyebut orang, usaha, atau pendapat sebagai 'pathetic' biasanya bermakna menghina, bukan sekadar menggambarkan kesedihan. Contohnya, bilang 'That excuse is pathetic' berbeda bobotnya dengan 'That's sad'. Yang pertama terdengar menuduh dan merendahkan; yang kedua lebih deskriptif dan empatik. Jadi apakah menyakitkan? Bisa sangat, tergantung siapa yang mendengar, hubungan kalian, dan nada bicaranya. Kalau dari teman dekat yang bercanda dan kalian saling paham, mungkin nggak terlalu parah. Tapi kalau dari orang asing atau dalam debat panas, itu bakal terasa menyinggung. Praktik pribadiku: kalau mau mengkritik, aku fokus ke tindakan, bukan menyerang orangnya—misalnya katakan 'Cara itu kurang efektif' daripada 'Kamu pathetic'. Pilihan kata kecil bisa bikin percakapan tetap terbuka, bukan memicu defensif. Aku lebih suka menjaga biar komentar tetap ngebangun, bukan ngeruntuhkan.

Apa sinonim dari knees artinya dalam bahasa Indonesia?

4 Jawaban2026-01-21 17:03:24
Ketika menggali makna kata 'knees', kita menemukan bahwa dalam bahasa Indonesia, sinonimnya adalah 'lutut'. Ya, lutut! Ini bukan hanya bagian dari tubuh kita yang membantu kita berjongkok, berlari, atau melompat, tetapi juga simbol kekuatan. Dalam konteks budaya, lutut bisa diartikan sebagai dukungan dan kestabilan—seperti saat kita bersujud atau menyembah, lutut berfungsi untuk menegaskan rasa hormat kita. Namun, ada juga sisi lucu dalam dunia anime, seringkali kita melihat karakter mendramatisasi saat lutut mereka terasa sakit. Pantas saja, di inilah seringkali komedi dan drama bertemu, terutama dalam genre slice of life! Penggunaan lutut dalam berbagai konteks ini mengingatkan kita akan kekayaan bahasa serta budayanya. Tau nggak, selain 'lutut', istilah lain yang sering kita gunakan untuk menggambarkan bagian tubuh yang terhubung dengan 'knees' adalah 'sendi'. Yup, sendi lutut! Istilah ini lebih sering dipakai dalam konteks medis atau olahraga, di mana kita mendengar tentang kesehatan dan kekuatan sendi lutut. Di kalangan penggemar olahraga, menjaga kesehatan sendi lutut sangat penting. Misalnya, kalau kita membahas tentang pemain basket atau atlet lainnya, sendi lutut mereka adalah bagian yang sangat rentan dan perlu diperhatikan. Datang ke dokter untuk pemeriksaan adalah langkah yang bijak. Gak kalah menarik juga adalah bagaimana dalam lirik lagu atau puisi, 'knees' dapat dibawa ke dalam makna yang lebih dalam, seperti penyerahan dan kerentanan. Bayangkan saat seseorang menggambarkan perasaan mereka saat bersujud atau berlutut dalam doa atau harapan. Dalam konteks ini, kata 'knees' bercerita tentang hubungan spiritual dan emosional yang sangat dalam. Kita sering melihat gambaran ini dalam film-film yang menggugah! Dengan semua perspektif tersebut, kata 'knees' atau 'lutut' dalam bahasa Indonesia ternyata kaya akan makna. Jadi, lain kali saat mendengar atau menggunakan kata tersebut, mari kita ingat bahwa ia memiliki banyak lapisan—dari aspek fisik hingga emosional yang dapat kita sambungkan dengan pengalaman sehari-hari kita dan seni!

Apa sinonim 'unlucky' dalam bahasa Indonesia?

1 Jawaban2025-11-15 18:16:21
Ada beberapa sinonim untuk 'unlucky' dalam bahasa Indonesia yang bisa digunakan tergantung konteksnya. Salah satu yang paling umum adalah 'sial', yang sering dipakai dalam percakapan sehari-hari untuk menggambarkan nasib buruk. Misalnya, 'Aku benar-benar sial hari ini, telat kerja terus hujan deras'. Kata ini punya nuansa agak kasar tapi sangat ekspresif, cocok untuk situasi informal. Selain 'sial', ada juga 'celaka' yang sedikit lebih dramatis. Kata ini sering muncul di novel atau cerita dengan nuansa lebih berat, seperti 'Dia mengalami hari yang celaka setelah kehilangan dompetnya'. 'Celaka' bisa juga digunakan untuk menggambarkan situasi yang lebih serius, bukan sekadar kesialan kecil. Kalau mau lebih halus, 'nasib malang' atau 'kurang beruntung' bisa jadi pilihan. Misalnya, 'Anak itu hidup dengan nasib malang sejak kecil'. Ini cocok untuk tulisan formal atau ketika ingin terdengar lebih sopan. Ada juga 'apes', yang lebih casual dan sering dipakai anak muda, seperti 'Apes banget, baru beli kopi langsung tumpah'. Di beberapa daerah, kata seperti 'bereng' atau 'pelang' juga dipakai sebagai slang untuk menyebut kesialan, tapi ini lebih spesifik ke budaya tertentu. Yang menarik, bahasa Indonesia punya banyak variasi untuk mengungkapkan konsep 'unlucky', jadi bisa disesuaikan dengan mood dan situasi. Kadang malah lebih enak pakai kata-kata lokal ini karena rasanya lebih hidup dan relate dengan pengalaman sehari-hari.

Berikan contoh kalimat yang menjelaskan pathetic artinya.

4 Jawaban2025-09-09 00:35:08
Istilah 'pathetic' sering muncul di film barat atau lirik lagu, dan aku suka menguraikannya lewat contoh nyata supaya maknanya nempel di kepala. Kalau dipakai untuk menggambarkan perasaan, 'pathetic' berarti sesuatu yang menyayat hati atau memancing belas kasihan. Contoh: "Anak itu duduk di bangku taman dengan jaket compang-camping, menatap jalan; pemandangannya benar-benar pathetic, membuat orang-orang yang lewat berhenti sejenak." Di sini 'pathetic' menunjukkan kondisi yang membuat orang lain merasa iba. Di sisi lain, 'pathetic' juga bisa menyiratkan hinaan—menggambarkan sesuatu yang sangat lemah atau tidak memuaskan sampai bikin jijik. Misal: "Upaya menyelesaikan tugasnya terkesan sembrono dan pathetic—benar-benar tidak layak disebut usaha." Perasaan yang ditimbulkan berbeda tergantung konteks; aku sering melihatnya dipakai untuk menyentuh nalar emosional atau menyindir kegagalan, dan itu yang bikin kata ini begitu multifungsi dalam percakapan.

Apa sinonim kata sastra dalam bahasa Indonesia?

3 Jawaban2026-02-02 15:31:00
Ada banyak cara untuk menggambarkan kata 'sastra' dalam bahasa Indonesia, tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya. Jika kita berbicara tentang karya tulis yang bernilai tinggi dan memiliki kedalaman makna, mungkin istilah 'kesusastraan' bisa menjadi pilihan. Tapi, jangan lupa bahwa sastra juga bisa merujuk pada keindahan bahasa itu sendiri, sehingga 'literatur' atau 'karya seni tulis' juga layak dipertimbangkan. Menariknya, dalam konteks budaya populer, istilah 'sastra' sering dikaitkan dengan cerita-cerita yang kompleks dan penuh simbolisme, seperti novel-novel klasik atau puisi-puisi mendalam. Di sisi lain, ada juga yang menyebutnya sebagai 'prosa' atau 'puisi' jika ingin lebih spesifik. Jadi, tergantung situasinya, kita bisa memilih sinonim yang paling pas.

Asal kata dan etimologi pathetic artinya berasal dari mana?

9 Jawaban2026-07-24 23:25:54
Kadang kata kecil menyimpan sejarah panjang; 'pathetic' itu contohnya. Kalau ditarik ke asalnya, kata ini berakar dari bahasa Yunani: πάθος (pathos) yang berarti 'perasaan', 'penderitaan', atau 'pengalaman emosional'. Dari situ muncul bentuk sifatnya, παθητικός (pathētikós), yang kira-kira bermakna 'yang sanggup merasakan' atau 'yang menyentuh perasaan'. Bentuk-bentuk ini lalu masuk ke bahasa Latin dan Perancis pertengahan—biasanya lewat bentuk seperti 'patheticus' dalam Latin atau 'pathetique' dalam Old French—sebelum akhirnya masuk ke bahasa Inggris. Menariknya, makna kata itu sendiri bergeser. Di awal penggunaan Inggris (sekitar abad ke-16) 'pathetic' lebih sering dipakai untuk menggambarkan sesuatu yang membangkitkan rasa iba atau belas kasih, sesuai dengan kaitannya ke 'pathos' dalam retorika—Aristoteles di 'Rhetoric' ngomongin pathos sebagai cara memengaruhi emosi pendengar. Namun seiring waktu, terutama dalam bahasa percakapan modern, maknanya meluas jadi lebih merendahkan: bukan cuma "membangkitkan iba" tetapi juga "menyedihkan" atau 'konyol dan tidak kompeten'. Aku suka lihat evolusi itu karena nunjukin gimana nuansa emosional bisa berbalik arah tergantung konteks sosial. Jadi intinya: 'pathetic' berasal dari akar Yunani 'pathos', lewat bahasa Latin/Perancis, dan mengalami pergeseran makna dari 'menggerakkan perasaan' ke makna yang lebih negatif sekarang. Buatku, kata ini selalu jadi pengingat bahwa etimologi sering kasih perspektif tentang bagaimana emosi dan penilaian berubah seiring zaman.
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status