Perceraian membuatku menyadari satu hal: karir bukan sekadar pencapaian materi, tapi tentang menemukan kembali identitas yang sempat tenggelam dalam peran sebagai pasangan. Aku memutuskan mengambil cuti 3 bulan untuk traveling solo—sesuatu yang dulu selalu ditakutkan mantan. Di hostel-hostel, aku bertemu dengan digital nomad yang membuka wawasan tentang remote working. Kembali ke kota asal, aku gabung coworking space dan mulai offer jasa copywriting. Yang paling berharga dari proses ini adalah belajar memaknai 'kerja' sebagai ekspresi diri, bukan sekadar sumber uang. Sekarang malah income-ku lebih stabil daripada saat masih berstatus married!
Membangun karir pasca-perceraian itu seperti menyusun puzzle tanpa gambar referensi—frustasi tapi seru! Awalnya aku terjebak dalam mindset 'harus langsung sukses', sampai suatu hari teman bilang, 'Gak usah buru-buru, yang penting setiap hari ada progres, sekecil apapun.' Mulai dari situ, aku eksplor hobi masak jadi bisnis kateringen kecil-kecilan. Media sosial jadi alat promosi gratis. Lucunya, cerita perjalanan bangkit setelah divorce malah bikin kontenku relatable dan banyak yang support. Sekarang malah dapat tawaran collaborate dari brand kitchenware. Hidup emang unpredictable ya?
Ada satu fase dalam hidup di mana segala sesuatu terasa berantakan, dan perceraian sering menjadi titik balik yang menakutkan sekaligus membuka pintu baru. Aku menemukan bahwa membangun kembali karir setelah perpisahan dimulai dengan menerima emosi—marah, sedih, atau lega—sebagai bahan bakar, bukan penghalang. Dulu, aku memilih untuk mencurahkan energi ke skill baru yang selalu ingin kupelajari tapi tertunda karena komitmen rumah tangga. Platform seperti Coursera atau komunitas lokal menjadi tempat bertualang.
Yang paling mengejutkan, jaringan pertemanan lama justru memberiku proyek pertama sebagai freelancer. Kuncinya? Jangan malu bercerita tentang perubahan hidupmu. Orang seringkali lebih supportif daripada yang kita kira. Sekarang, justru fase 'rebuild' ini membuatku lebih percaya diri karena tahu bisa bangkit dari titik nol.
Dengar, gak ada resep instan untuk bangkit setelah perceraian, tapi ada satu mantra yang selalu kupegang: 'Mulai dari yang kecil, tapi mulai sekarang juga.' Aku yang dulu gaptek, nekat ikut workshop digital marketing gratis di perpustakaan kota. Dua bulan kemudian, bisa mengelola akun Instagram usaha thrift shop tetangga. Sekarang malah punya 3 klien tetap. Perceraian mengajarku bahwa rock bottom bisa jadi foundation terkuat—asal kita mau mengecatnya dengan warna baru setiap hari. Eh, ternyata jadi single parent sekaligus entrepreneur itu mungkin banget kok!
2026-07-13 05:14:29
5
Tingnan ang Lahat ng Sagot
I-scan ang code upang i-download ang App
Kaugnay na Mga Aklat
Sekretaris Ceroboh Kesayangan Tuan Perfeksionis
Miarosa
0
5.6K
Harika Putri Ayyara tidak pernah menyangka bahwa bekerja sebagai sekretaris CEO perfeksionis seperti Alister Ardiwijaya akan mengubah hidupnya. Mulai bekerja dengan penuh tekanan, hingga... perasaan aneh di hati Harika....
Hanya saja, kedatangan seseorang dari masa lalu Alister membuat Harika ragu. Lantas, bagaimana nasib sang sekretaris ceroboh kesayangan tuan perfeksionis ini?
"Jangan minta aja yang bisa! Makanya cari kerja dan bantu aku cari uang!"
Dalam amarah, Mas Arga memintaku bekerja. Oke, akan kutunjukkan seperti apa istri wanita karir.
"Jangan menyesal memintaku bekerja, Mas."
Ternyata, ini awal dari terbongkarnya kebusukan Mas Arga yang merubah jalan hidupku, dengan mempertemukan dalam kisah yang lain.
Pekerja magang baru itu selalu memikirkan perusahaan.
Demi menghemat biaya, dia secara diam-diam menukar lapis legit seharga 20 juta yang akan kukirimkan pada klien dengan lapis legit abal-abal seharga 19.800 dengan gratis ongkir yang dibelinya di Shopee.
Demi menghemat listrik, pekerja magang itu mematikan sakelar listrik saat kami sedang bekerja lembur untuk mengejar target.
Dia juga mengusulkan pada bos agar kami tidak libur pada hari kemerdekaan.
Pekerja magang itu berkata dengan nada tegas, "Perusahaan nggak membayar orang-orang pemalas. Kurasa hari kemerdekaan adalah saat yang terbaik untuk meningkatkan kinerja. Aku mengusulkan agar semua orang kerja lembur secara cuma-cuma, sebagai bentuk pengabdian tanpa pamrih pada perusahaan."
Para karyawan yang jabatannya rendah langsung menggerutu. Aku angkat bicara mewakili semua orang untuk menolak usulannya.
Akan tetapi, dia secara terang-terangan menuduhku memperkaya diri sendiri dan menyarankan pada bos agar memecatku.
Anehnya, bos justru menyetujuinya.
Oke, aku ingin lihat bagaimana perusahaan ini berjalan tanpa diriku.
IMPIAN PERNIKAHAN ADALAH PENUH DENGAN KEBAHAGIAN, TAPI TERNYATA UNTUK MENDAPATKAN KEBAHAGIAN ITU PERLU KESABARAN, CINTA YANG BERLIMPAH DAN HARUS PENUH DENGAN MAAF.
Seratus tahun setelah pertarungan dua pendekar terkuat di gunung Semeru, dunia persilatan dikejutkan oleh kemunculan seorang pemuda biasa bernama Wiratama yang menguasai ilmu kanuragan kuno, ajian Penghisap Sukma Penghancur Tulang.
Ajian yang konon menyimpan rahasia hidup abadi dan jurus pedang Matahari itu membuatnya terseret kedalam pusaran konflik dunia persilatan dan diburu oleh para pendekar baik aliran hitam maupun putih.
Mampukah Wira lepas dari kejaran para pendekar dunia persilatan? Penguasa Dunia Persilatan akan mengungkap sisi gelap dunia persilatan Nusantara yang penuh dengan misteri tersembunyi...
Kisah dimulai pada malam ulang tahun pernikahan keempat Annisa Larasati dan suaminya, Baskara Aditama. Dengan hati berbunga-bunga, Annisa datang ke restoran mewah tempat suaminya berjanji bertemu untuk merayakan hari spesial mereka. Namun, kebahagiaannya seketika hancur saat yang menemuinya bukanlah Baskara, melainkan pengacaranya, Johan Setyawan, yang menyodorkan surat gugatan cerai.
Hancur dan bingung, Annisa menolak menandatangani surat itu sebelum berbicara langsung dengan Baskara. Setelah perdebatan sengit dan gertakan cerdas, Annisa berhasil memaksa sang pengacara untuk menelepon Baskara. Percakapan telepon itu menjadi pukulan telak baginya. Dengan nada dingin dan tanpa emosi, Baskara menegaskan alasan perceraian mereka: setelah empat tahun, Annisa gagal memberinya keturunan, yang merupakan tujuan utama dari pernikahan perjodohan mereka. Baskara kemudian menawarkan kompensasi finansial dalam jumlah besar, seolah-olah meremehkan pernikahan mereka sebagai transaksi bisnis belaka.
Merasa terhina namun didorong oleh harga diri yang tersisa, Annisa menyetujui perceraian itu. Ia menandatangani surat tersebut dengan satu syarat: semua aset dan uang kompensasi yang diberikan Baskara harus dijual dan ditransfer ke rekening bank rahasianya di Swiss. Ia bersumpah bahwa Baskara tidak akan pernah mendapat kesempatan kedua jika suatu hari ia menyesal.
Dengan hati yang hancur, Annisa meninggalkan restoran dan berjalan tanpa tujuan di tengah hujan deras hingga akhirnya pingsan karena kelelahan fisik dan emosional. Ia terbangun di unit gawat darurat sebuah rumah sakit. Saat mencoba mencerna kenyataan pahit bahwa ia kini telah resmi bercerai, dokter yang merawatnya datang membawa sebuah berita yang mengubah segalanya. Dalam sebuah ironi yang tragis, dokter tersebut memberitahunya, "Selamat, Ibu Annisa... Anda hamil."
Perceraian memang seperti badai yang menghancurkan segala rencana, tapi dari puing-puing itu kita bisa membangun sesuatu yang baru. Aku sendiri pernah melewati fase ini, dan hal pertama yang kulakukan adalah memberi diri waktu untuk berduka—tanpa merasa bersalah. Menonton film-film seperti 'Eat Pray Love' atau membaca buku 'Wild' oleh Cheryl Strayed memberiku perspektif bahwa perjalanan penyembuhan itu personal.
Lalu aku mulai eksplor hobi yang dulu tertunda, kayak ikut kelas melukis atau hiking. Komunitas online di Discord jadi tempat berbagi cerita dengan orang lain yang paham. Yang penting, jangan terburu-buru 'move on'. Proses ini seperti marathon, bukan sprint. Sekarang malah kupikir, fase itu bikin aku lebih kenal diri sendiri.