Bagaimana Tafsir Hadzal Quran Pada Ayat Tertentu?

2025-09-07 11:38:37 81

4 Answers

Nora
Nora
2025-09-09 11:52:58
Ada rasa hangat tiap kali aku menyentuh frasa 'hadzal quran'—seolah ada yang memanggil dari dekat.

Dalam perspektif yang lebih batiniah, kata tunjuk itu bukan hanya penegasan linguistik, melainkan panggilan personal: kitab ini hadir untuk membimbing hati yang tersesat. Pembaca yang menghayati frasa tersebut sering menyampaikan bahwa 'hadha' memberi pengalaman keterhubungan—perintah untuk tidak menjauh.

Aku sendiri merasakan bahwa membiarkan kata itu menetap dalam hati membuat bacaan jadi lebih introspektif; bukan lagi sekadar memeriksa hukum atau sejarah, tapi menimbang etika hidup sehari-hari. Itu menutup bacaan dengan kesan tenang dan dorongan lembut untuk berubah.
Parker
Parker
2025-09-12 16:35:48
Biasanya aku suka membongkar kata demi kata, dan 'hadha' + 'al-qur'an' menarik karena sederhana tapi padat makna.

Secara morfologi bahasa Arab, 'hadha' adalah isim isyarah untuk benda dekat tunggal laki-laki—jadi penunjukan ini membawa fungsi retoris. Dalam studi tafsir, ada dua lapis pembacaan: yang literal (menekankan bahwa kitab inilah yang diturunkan kepada Nabi) dan yang pragmatis (menunjukkan fungsi pedoman bagi manusia). Beberapa ulama juga membahas implikasi historisnya—bahwa penegasan 'hadha' membedakan Al-Qur'an dari tradisi lisan sebelumnya dan menegaskan keunikan wahyu ini.

Di sisi kontemporer, pemahaman ini berguna karena membantu kita menyaring klaim kebenaran: bukan semua klaim moral atau etika sama posisinya dengan apa yang disebut oleh 'hadha al-qur'an'. Bagiku, titik pentingnya adalah bagaimana kata tunjuk itu memaksa pembaca untuk posisi reflektif: menyimak, menguji, lalu menerapkan bila memang sesuai. Itu membuat studi tafsir terasa aplikatif, bukan sekadar akademis.
Yara
Yara
2025-09-13 05:59:29
Ada nuansa penting dalam frasa 'hadzal quran' yang sering luput kalau cuma dibaca sekilas.

Kalau ditelaah secara bahasa, 'hadha' adalah kata tunjuk yang menegaskan kedekatan atau kekhususan—jadi frasa itu bukan sekadar kata ganti abstrak, melainkan menunjuk pada teks wahyu yang sedang dihadirkan kepada pendengar. Dalam banyak tafsir klasik, misalnya yang dicatat di 'Tafsir Ibn Kathir' dan 'Tafsir al-Tabari', para ulama menekankan bahwa penggunaan 'hadha' memuat klaim otoritatif: Al-Qur'an ini (bukan mitos, bukan cerita turun-temurun semata) memberi petunjuk dan kebenaran yang nyata.

Jika kita lihat konteks ayat-ayat yang memuat 'hadha al-qur'an'—misalnya ayat yang menegaskan fungsinya sebagai petunjuk, pembeda antara yang haq dan batil—maka kata tunjuk itu bekerja sebagai penegasan bahwa ini adalah sumber yang harus direnungkan. Bagi saya, merasa kata 'hadha' menghadirkan urgensi: bukan hanya membaca, tetapi mendengarkan dan menerapkan. Itu yang membuat frasa ini terasa hidup saat kubaca.
Emma
Emma
2025-09-13 17:35:24
Begini, aku suka memikirkan 'hadzal quran' dengan gaya yang simpel dan to the point: itu semacam sorotan yang mengatakan 'ini, lihat ini sekarang'.

Dari perspektif pembaca biasa, penggunaan kata tunjuk membuat Al-Qur'an terasa 'dekat'—bukan hanya naskah kuno, tapi pesan yang relevan untuk suasana hati dan persoalan saat ini. Aku pernah membaca penjelasan ringkas beberapa penafsir modern yang menyatakan bahwa 'hadha' juga membatasi klaim kebenaran; artinya pernyataan tentang petunjuk dan kebenaran itu khusus kepada kitab yang diserukan, bukan sembarang klaim filosofis.

Secara praktik, ketika aku merenungkan frasa ini, itu memicu refleksi langsung: apakah aku membiarkan teks itu mengubah tindakan atau cuma menaruhnya sebagai bacaan indah? Aku cenderung memilih yang pertama, dan itu bikin membaca terasa lebih bermakna.
View All Answers
Scan code to download App

Related Books

Tafsir Waktu
Tafsir Waktu
Akira Carrasco adalah satu-satunya pria keturunan Jepang yang tinggal didaratan eropa. Di tahun 1960, ayahnya yang seorang pelaut membawa Akira untuk tinggal ditempat asalnya. Akira harus hidup seorang diri, kehidupan yang sangat sulit untuk dijalani. Apalagi karena wajahnya yang sedikit berbeda dengan orang disekitar tempat tinggalnya, membuat dia sulit untuk mendapatkan teman. Menemui jalan buntu. Ketakutan. Hingga rasa sakit hati. Pada suatu ketika Akira bertemu dengan sorang pria aneh. Pria itu berjanji akan mewujudkan apapun yang Akira inginkan. Namun untuk itu ia memberikan syarat. Mendapat bantuan dari pria tersebut Akira menjelajahi ruang waktu untuk mendapatkan keinginannya. Tidak mudah untuk itu dia bahkan harus menjalani banyak misi yang di berikan juga disisi lain dia harus menyelamatkan banyak orang yang ia sayangi. Hingga harus terlibat dengan banyak orang jahat. Editor Visual ads_aspera foto by; https//www.pexels.com/id-id/foto/orang-yang-mengenakan-jaket-hitam-dan-
10
102 Chapters
Bagaimana Mungkin?
Bagaimana Mungkin?
Shayra Anindya terpaksa harus menikah dengan Adien Raffasyah Aldebaran, demi menyelamatkan perusahaan peninggalan almarhum ayahnya yang hampir bangkrut. "Bagaimana mungkin, Mama melamar seorang pria untukku, untuk anak gadismu sendiri, Ma? Dimana-mana keluarga prialah yang melamar anak gadis bukan malah sebaliknya ...," protes Shayra tak percaya dengan keputusan ibunya. "Lalu kamu bisa menolaknya lagi dan pria itu akan makin menghancurkan perusahaan peninggalan almarhum papamu! Atau mungkin dia akan berbuat lebih dan menghancurkan yang lainnya. Tidak!! Mama takakan membiarkan hal itu terjadi. Kamu menikahlah dengannya supaya masalah selesai." Ibunya Karina melipat tangannya tegas dengan keputusan yang tak dapat digugat. "Aku sudah bilang, Aku nggak mau jadi isterinya Ma! Asal Mama tahu saja, Adien itu setengah mati membenciku! Lalu sebentar lagi aku akan menjadi isterinya, yang benar saja. Ckck, yang ada bukannya hidup bahagia malah jalan hidupku hancur ditangan suamiku sendiri ..." Shayra meringis ngeri membayangkan perkataannya sendiri Mamanya Karina menghela nafasnya kasar. "Dimana-mana tidak ada suami yang tega menghancurkan isterinya sendiri, sebab hal itu sama saja dengan menghancurkan dirinya sendiri. Yahhh! Terkecuali itu sinetron ajab, kalo itu sih, beda lagi ceritanya. Sudah-sudahlah, keputusan Mama sudah bulat! Kamu tetap harus menikah dangannya, titik enggak ada komanya lagi apalagi kata, 'tapi-tapi.' Paham?!!" Mamanya bersikeras dengan pendiriannya. "Tapi Ma, Adien membenc-" "Tidak ada tapi-tapian, Shayra! Mama gak mau tahu, pokoknya bagaimana pun caranya kamu harus tetap menikah dengan Adien!" Tegas Karina tak ingin dibantah segera memotong kalimat Shayra yang belum selesai. Copyright 2020 Written by Saiyaarasaiyaara
10
51 Chapters
Bagaimana Denganku
Bagaimana Denganku
Firli menangis saat melihat perempuan yang berada di dalam pelukan suaminya adalah perempuan yang sama dengan tamu yang mendatanginya beberapa hari yang lalu untuk memberikannya dua pilihan yaitu cerai atau menerima perempuan itu sebagai istri kedua dari suaminya, Varel Memilih menepi setelah kejadian itu Firli pergi dengan membawa bayi dalam kandungannya yang baru berusia delapan Minggu Dan benar saja setelah kepergian Firli hidup Varel mulai limbung tekanan dari kedua orang tuanya dan ipar tak sanggup Varel tangani apalagi saat tahu istrinya pergi dengan bayi yang selama 2 tahun ini selalu menjadi doa utamanya Bagaimana Denganku?!
10
81 Chapters
BAGAIMANA RASANYA TIDUR DENGAN SUAMIKU?
BAGAIMANA RASANYA TIDUR DENGAN SUAMIKU?
Area Dewasa 21+ Harap Bijak dalam memilih Bacaan ***** Namaku Tazkia Andriani. Aku adalah seorang wanita berusia 27 Tahun yang sudah menikah selama lima tahun dengan seorang lelaki bernama Regi Haidarzaim, dan belum dikaruniai seorang anak. Kehidupanku sempurna. Sesempurna sikap suamiku di hadapan orang lain. Hingga pada suatu hari, aku mendapati suamiku berselingkuh dengan sekretarisnya sendiri yang bernama Sandra. "Bagaimana rasanya tidur dengan suamiku?" Tanyaku pada Sandra ketika kami tak sengaja bertemu di sebuah kafe. Wanita berpakaian seksi bernama Sandra itu tersenyum menyeringai. Memainkan untaian rambut panjangnya dengan jari telunjuk lalu berkata setengah mendesah, "nikmat..."
10
108 Chapters
Bersandar pada Ketakutan
Bersandar pada Ketakutan
Amethyst Callahan, seorang gadis dengan gangguan kecemasan bertemu dengan Dominic Blackwood yang tampak kuat dan protektif, namun ternyata posesif dan sulit dikendalikan. Alih-alih membuatnya merasa aman, hubungan ini malah memperburuk kecemasan yang selama ini ia coba atasi. Berkali-kali Amethyst berusaha lari, tapi Dominic selalu berhasil menahannya. sampai akhirnya ada orang lain yang ikut campur dan membuat Dominic menggila. Dominic sering meracau dengan berat badan turun drastis mengetahui Amethyst menghilang bak ditelan bumi. Ia menyesali segala yang telah ia lakukan demi memaksa Amethyst untuk tinggal disisinya. Apakah Dominic layak untuk mendapat kesempatan kedua?
Not enough ratings
75 Chapters
Kuberikan Suamiku Pada Sahabatnya
Kuberikan Suamiku Pada Sahabatnya
Kisah perjalana rumah tangga Riri yang dibayang-bayangi sahabat suaminya, Rianti. Hingga akhirnya membuat Riri pasrah memberikan suaminya pada sahabat suaminya itu meski Ardi, sang suami terus menyangkal tapi dengan kesungguhan hati Riri melepasnya. Lima tahun berlalu, ternyata takdir kembali mempertemukan mereka dan Ardi tak seperti yang dipikirkan oleh Riri, Riri yang mengira Ardi telah bersama dengan Rianti ternyata salah besar. Ardi menunggu dengan setia kedatangan Riri, hal ini membuat Riri terharu hingga akhirnya mereka pun kembali ditakdirkan bersama dan Rianti hidup dengan caranya sendiri.
9.7
108 Chapters

Related Questions

Mengapa Frasa Hadzal Quran Sering Dikutip Dalam Tafsir?

3 Answers2025-09-07 05:28:35
Setiap kali membuka lembaran tafsir klasik, saya selalu terpukau melihat bagaimana frasa 'hadzal quran' dipakai seperti jarum kompas yang menunjuk pusat argumen. Dalam banyak catatan tafsir, penulis menggunakan frasa itu untuk menegaskan bahwa apa yang baru saja dibahas bukan sekadar opini pribadi atau tradisi lisan, melainkan sesuatu yang langsung terkoneksi dengan teks suci. Secara praktis, frasa itu punya beberapa fungsi: pertama, sebagai tanda otoritas—memberi bobot pada penafsiran tertentu sehingga pembaca tahu sumber argumen itu bukan spekulasi. Kedua, secara retoris ia memisahkan ayat-ayat yang bersifat khitab (panggilan atau perintah) dari narasi atau kisah, jadi pembaca bisa membedakan mana yang aplikatif langsung dan mana yang kontekstual. Ketiga, para mufassir sering memakainya untuk menunjukkan hubungan antar-ayat atau ketika membahas konsep seperti naskh; dengan menulis 'hadzal quran' mereka membebaskan pernyataan itu dari kemungkinan kesalahan tafsir karena merujuk langsung ke teks. Saya pribadi merasa cara ini membuat tafsir terasa hidup dan tegas—seolah penafsir sedang berdialog dengan teks. Saat membaca 'Tafsir al-Tabari' atau 'Tafsir Ibn Kathir', penggunaan frasa tersebut membantu saya melacak alur berpikir ulama dan membedakan mana yang bersifat spekulatif dan mana yang berakar pada teks. Itu menyenangkan bagi pembaca yang ingin belajar berpikir kritis sambil tetap menghormati konteks teks.

Bagaimana Al-Quran Menjelaskan Macam Macam Neraka?

3 Answers2025-10-22 02:00:51
Gambaran tentang neraka di 'Al-Quran' itu penuh simbol dan lapisan makna—aku sering merinding membaca ayat-ayatnya. 'Al-Quran' menyebut neraka dengan beberapa nama yang masing‑masing menekankan sisi tertentu: 'Jahannam' sebagai istilah umum, 'Saqar' yang muncul di satu surat dengan nada mengancam, 'Hutamah' yang bermakna menghancurkan atau menggurun, 'Hawiyah' yang menunjuk jurang yang menelan, serta 'Jaheem' dan 'Sa'eer' yang menekankan panasnya. Ada juga istilah seperti 'Sijjin' yang dalam konteks tertentu disebut sebagai catatan atau tempat bagi orang‑orang yang sangat ingkar. Satu hal yang selalu kutandai adalah ayat yang bilang neraka punya tujuh pintu ('Jahannam memiliki tujuh pintu'), yang sering dipahami sebagai tingkatan atau bagian yang berbeda dengan hukuman sesuai jenis kesalahan. 'Al-Quran' menggambarkan hukuman secara konkret: pakaian dari api, minuman dari air yang mendidih, pohon 'Zaqqum' yang disebutkan sebagai makanan yang menambah penderitaan, dan bunyi rintihan penghuni. Semua itu terasa seperti gambaran moral yang kuat—bahwa konsekuensi dosa itu beragam dan seringkali berkaitan langsung dengan perbuatan pelakunya. Aku biasanya menyeimbangkan bacaanku antara bacaan harian dan tafsir klasik agar nggak terpaku pada gambaran harfiah saja. Beberapa ulama menekankan aspek literal, sementara lainnya melihat sebagian gambarannya sebagai metafora moral atau psikologis tentang keterasingan dari kebaikan. Bagiku, inti pesannya jelas: itu peringatan serius tentang akibat pilihan hidup, bukan sekadar cerita menakut‑nakuti. Harus dicerna dengan hati, bukan cuma dibaca selintas.

Apa Saja Surah Pendek Dalam Al-Quran Yang Mudah Dihafal?

3 Answers2025-11-24 14:09:57
Mengawali pembicaraan tentang surah-surah pendek, aku selalu teringat betapa indahnya melantunkan ayat-ayat pendek ini saat kecil dulu. Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas adalah trio yang sering kubaca sebelum tidur karena ringkas dan penuh makna. Surah Al-Kautsar juga termasuk favoritku dengan hanya tiga ayat, tapi mengandung pesan tentang karunia Allah yang tak terhingga. Selain itu, surah Al-Asr dengan tiga ayatnya mengajarkan tentang nilai waktu dan pentingnya berbuat kebaikan. Surah pendek seperti ini tidak hanya mudah dihafal tapi juga menjadi pondasi untuk memahami konsep-konsep dasar dalam Islam. Aku sering menyarankan teman-teman baru belajar Quran untuk memulai dari sini sebelum beralih ke surah yang lebih panjang.

Di Mana Letak Surah Pendek Dalam Mushaf Al-Quran?

1 Answers2025-11-24 15:10:22
Membaca Al-Quran selalu membawa ketenangan, apalagi saat menemukan surah-surah pendek yang mudah dihafal dan penuh makna. Biasanya, surah-surah pendek terletak di bagian akhir mushaf, tepatnya di juz 30 atau yang sering disebut Juz 'Amma. Juz ini dimulai dari surah An-Naba' sampai An-Nas, dan banyak di antaranya adalah surah favorit umat Islam untuk dibaca dalam shalat atau menghafalnya sejak kecil. Kalau diperhatikan, susunan surah dalam Al-Quran memang unik—tidak diurutkan berdasarkan panjang pendeknya, melainkan dengan tata cara tertentu yang sarat hikmah. Surah pendek seperti Al-Ikhlas, Al-Falaq, atau An-Nas sering kita temui di penghujung mushaf, dan ini memudahkan siapa pun yang ingin membaca atau mempelajarinya. Bagi pemula, Juz 'Amma jadi gerbang masuk yang sempurna untuk mengenal Kitab Suci lebih dalam. Yang menarik, meski disebut 'pendek', surah-surah ini punya kedalaman makna yang luar biasa. Misalnya, Al-Asr yang hanya tiga ayat tapi mencakup pelajaran tentang waktu dan kesabaran. Atau Al-Kautsar yang singkat namun sarat dengan janji Allah. Keberadaannya di akhir mushaf seolah menjadi penutup yang manis, mengingatkan kita pada esensi Islam yang ringkas tapi penuh keberkahan. Bagi yang terbiasa membaca Al-Quran digital, fitur pencarian berdasarkan nama surah pasti sangat membantu. Tapi tidak ada salahnya sesekali membuka mushaf fisik, merasakan kertasnya, dan menikmati proses menemukan surah pendek sambil mengingat betapa mudahnya Allah memberi kemudahan melalui ayat-ayat-Nya.

Apa Nama Wanita Pertama Yang Masuk Surga Dalam Al-Quran?

4 Answers2025-12-09 20:57:30
Dalam Al-Quran, sosok wanita pertama yang disebutkan masuk surga adalah Asiyah, istri Firaun. Kisahnya sangat menginspirasi karena meskipun hidup di lingkungan yang zalim, dia tetap berpegang teguh pada iman kepada Allah. Keteguhannya membuatnya diabadikan dalam Al-Quran sebagai teladan bagi orang beriman. Yang menarik, Asiyah tidak hanya dikenal karena imannya, tetapi juga karena keberaniannya melawan tirani suaminya sendiri. Dia memilih untuk menyelamatkan Nabi Musa kecil dan akhirnya menjadi martir karena keyakinannya. Ceritanya selalu membuatku merinding—betapa dalamnya makna pengorbanan untuk kebenaran.

Apakah Habibatan Ila Rahman Berasal Dari Ayat Al-Quran?

4 Answers2025-12-28 15:12:35
Kalimat 'Habibatan Ila Rahman' sebenarnya bukan bagian dari ayat Al-Quran yang langsung bisa ditemukan. Tapi, kalau dilihat dari maknanya, 'Habib' berarti 'kekasih' dan 'Rahman' adalah salah satu nama Allah yang berarti 'Yang Maha Pengasih'. Jadi, gabungannya bisa merujuk pada konsep spiritual tentang mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Dalam Al-Quran, ada banyak ayat yang membahas tentang cinta dan kedekatan dengan Allah, seperti dalam Surah Al-Baqarah ayat 165 yang menggambarkan bagaimana orang beriman mencintai Allah melebihi segalanya. Meski bukan ayat langsung, frasa ini sering dipakai dalam konteks dakwah atau puisi religius untuk menggambarkan kerinduan manusia pada Tuhan. Aku sendiri beberapa kali menemukannya dalam lirik nasyid atau ceramah, dan selalu suka dengan nuansa romantisme spiritual yang dibawanya. Mirip seperti bagaimana 'Habibullah' (kekasih Allah) digunakan untuk merujuk Nabi Muhammad.

Apa Beda Versi Kisah Nabi Adam Antara Quran Dan Bible?

4 Answers2025-09-02 10:52:43
Ketika aku membaca kedua teks itu, yang paling menarik bagiku adalah bagaimana dua tradisi besar membingkai asal-usul manusia dengan warna yang berbeda. Di satu sisi, dalam 'Quran' Adam dibuat dari tanah atau sari tanah, diberi pengetahuan untuk menamai makhluk-makhluk, dan ditempatkan sebagai khalifah di bumi. Malaikat diperintahkan sujud kepadanya sebagai bentuk penghormatan terhadap ciptaan Tuhan, tetapi Iblis—makhluk dari jin—menolak karena kesombongan, bukan karena tubuhnya yang berbeda. Godaan terjadi, Adam dan Hawa tergoda, lalu keduanya menyesal dan memohon ampun; penekanan di sini seringkali pada tanggung jawab pribadi dan pengampunan ilahi. Sementara itu, dalam 'Bible' (Kejadian), Adam dibentuk dari debu dan Tuhan menghembuskan nafas kehidupan; Hawa diciptakan dari rusuk Adam (dalam salah satu bacaan tradisional). Ular sebagai perantara godaan dan aksi Hawa sering mendapat sorotan, dan konsepsi teologis tentang dosa asal berkembang dari sini—yaitu ide bahwa pelanggaran pertama membawa kondisi berdosa yang diwariskan. Itu menjadikan narasi di sini lebih terkait dengan kebutuhan akan penebusan. Bagi aku, perbedaan-perbedaan ini bukan soal detail kecil saja, melainkan berdampak besar pada bagaimana umat melihat manusia, dosa, dan kesempatan untuk berdamai dengan Tuhan.

Apa Perbedaan Utama Antara Cerita Nabi Dalam Al-Quran Dan Injil?

3 Answers2025-09-10 11:30:26
Ada satu hal yang selalu membuatku terpesona: bagaimana dua tradisi sakral bisa menceritakan banyak tokoh yang sama tapi dengan warna, detail, dan tujuan yang berbeda. Kalau melihat 'Al-Quran' dan 'Injil', perbedaan paling mendasar adalah kerangka teologis dan fungsi narasinya. Dalam 'Al-Quran' cerita para nabi sering disajikan sebagai contoh moral dan peringatan, berulang-ulang untuk menegaskan tauhid, ketaatan, dan konsekuensi sikap manusia. Bahasa dan ritme ayat-ayat itu sering langsung dan tematik, tidak selalu kronologis—cerita dipotong-potong untuk menekankan pelajaran tertentu. Sementara itu, teks-teks Injil (bagian Perjanjian Baru) lebih berfokus pada kehidupan, ajaran, kematian, dan kebangkitan Yesus sebagai pusat keselamatan; nabi-nabi lama muncul dalam konteks sejarah dan nubuat yang menunjuk pada peran Mesias. Detail-detail juga berbeda: beberapa peristiwa sama secara garis besar—misalnya kisah Musa/Nabi Musa atau Yusuf/Yusuf—tetapi versi, urutan, dan penekanan moral bisa berlainan. Juga penting dicatat soal status Yesus: dalam 'Injil' tradisional ia dipahami sebagai Anak Allah dan Mesias, sedangkan dalam 'Al-Quran' ia dihormati sebagai nabi yang mulia, bukan sebagai anak ilahi. Terakhir, ada perbedaan sumber dan transmisi: 'Al-Quran' dipandang umat Muslim sebagai wahyu yang langsung, dilengkapi tafsir dan tradisi; sementara Injil dikomposisikan dalam konteks sejarah dan komunitas awal Kristen, dengan diskusi filologis tentang teks dan variasi manuskrip. Aku sering merasa kaya karena bisa melihat titik temu dan perbedaannya—keduanya mengajarkan banyak nilai kemanusiaan yang kuat, hanya lewat cara yang berbeda.
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status