Ikuti kuis singkat untuk mengetahui apakah Anda Alpha, Beta, atau Omega.
Aroma
Kepribadian
Pola Cinta Ideal
Keinginan Rahasia
Sisi Gelap Anda
Mulai Tes
3 Jawaban
Freya
Sahabat Novel
Editor
Film 'Eyang Ti' mengambil lokasi syuting di beberapa tempat yang sangat memikat di Indonesia, terutama di daerah Jawa Barat. Salah satu spot utama yang digunakan adalah kawasan Lembang, Bandung, dengan pesona alamnya yang masih asri dan udara sejuk yang cocok untuk nuansa cerita. Beberapa adegan juga diambil di sekitar Ciwidey, yang terkenal dengan perkebunan teh dan pemandangan pegunungannya yang memukau.
Selain itu, produksi film ini memanfaatkan beberapa lokasi di Jakarta untuk adegan urban yang kontras dengan suasana pedesaan. Kombinasi antara setting alam dan kota ini menciptakan dinamika visual yang menarik, memperkaya narasi film. Aku sendiri pernah mengunjungi Lembang dan bisa membayangkan betapa indahnya hasil syuting di sana.
2026-03-12 02:10:42
24
Cecelia
Penggemar Cerita
Penerjemah
Dari riset kecil-kecilan, lokasi syuting 'Eyang Ti' tersebar di beberapa spot iconic. Salah satu yang menarik perhatianku adalah Puncak Bogor, dipilih untuk adegan flashback karena kabut paginya yang dramatis. Ada juga shooting di dalam kereta api tua di Museum Kereta Api Ambarawa, memberikan nuansa vintage yang autentik.
Yang keren, tim kreatif bahkan menggunakan rumah-rumah tradisional Sunda di Kampung Naga sebagai setting untuk adegan keluarga. Rasanya seperti diajak jalan-jalan keliling Jawa lewat layar kaca.
2026-03-12 20:38:52
6
Faith
Teman Novel
Mahasiswa
Mengikuti jejak 'Eyang Ti', aku penasaran dengan latar belakang visual film ini dan mencari tahu lebih dalam. Ternyata, selain Lembang dan Ciwidey, beberapa adegan juga difilmkan di Garut, tepatnya di sekitar kawasan Gunung Papandayan. Pemandangan vulkanik dan hutan pinus di sana memberikan sentuhan epik pada beberapa scene penting.
Tim produksi juga disebutkan sempat mengunjungi daerah Pangalengan untuk adegan malam, memanfaatkan langit cerahnya yang dipenuhi bintang. Detail-detail seperti ini membuat film tidak hanya tentang cerita, tapi juga tentang menghidupkan atmosfer. Aku jadi ingin road trip ke sana!
2026-03-16 05:30:52
3
Lihat Semua Jawaban
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Buku Terkait
Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)
Square Pena
10
896
Elang Perkasa seorang kuli pasar saat pagi dan malam menjadi bar tender. Dibesarkan di panti asuhan kumuh, pernah dipenjara 5 tahun karena dijebak kasus pembunuhan. Di penjara, dia tidak mati, tapi justru dilatih oleh seorang Grandmaster dunia bawah tanah.
Dikhianati kekasihnya demi uang, dianggap sampah oleh masyarakat karena membunuh dengan kejam, dan yang paling sakit orang tuanya tak mengakui Elang sebagai putra kandung!
Bagaimana dia akan membuktikan diri atas semua pengkhianatan dan fitnah yang menimpanya?
SquarepenA
SALIRA hidup dalam bayang-bayang tragedi. Ayahnya tewas misterius, ibunya hancur, dan dunia yang ia kenal berubah jadi gelap. Semua jejak mengarah pada satu nama: ELANG GANENDRA, bos mafia paling ditakuti di Jayapuri.
Dengan rencana terancang, Salira mendekati Elang. Namun satu malam yang seharusnya jadi awal kehancuran pria itu... justru mengubah hidup Salira selamanya. Ia hamil—oleh pria yang paling ingin ia hancurkan.
Dalam dunia di mana cinta dan dendam berjalan beriringan, siapa yang akan tetap berdiri ketika kebenaran akhirnya terungkap?
Elang, seorang yang berprofesi sebagai pelayan biasa di sebuah restoran, tiba-tiba saja diculik oleh orang yang tidak diketahui dan dipukuli secara brutal. Setelah tidak berdaya, dia dilempar ke tengah jalan di saat hujan turun deras. Saat dirinya merasa akan mati akibat rasa sakit di tubuhnya, terutama di bagian punggungnya yang semakin menjadi-jadi, ternyata dia diselamatkan oleh salah seorang pebisnis terkaya di negeri itu.
Yang lebih mengejutkan lagi, dia diberitahu jika dia kemungkinan besar adalah pewaris ilmu raja naga yang mampu menyembuhkan segala penyakit.
Menjadi cantik dan awet muda merupakan impian setiap wanita. Tapi, jika melewati jalan yang salah apa masih bisa di benarkan?
Edi membuat istrinya terobsesi dengan kecantikan dan awet muda. Namun, Mayang sang istri tak tahu bahwa itu hanya taktik Edi agar ia Jadi Kuyang.
Dalam pusaran kehidupan Istana Damar Langit yang dipenuhi intrik dan konflik, Elang Taraka yang tidak mempunyai kedudukan dan kemampuan olah kanuragan dijadikan tumbal keserakahan.
Dia hanyalah seorang asisten tabib dengan bekal ilmu pengobatan terbatas, tapi direkomendasikan untuk menyembuhkan sang Putri yang wajahnya mulai tumbuh jerawat yang parah oleh orang yang sengaja ingin memanfaatkan situasi.
Dijadikan sebagai sasaran fitnah oleh seseorang yang berniat buruk untuk merebut Damar Langit dari Prabu Maheswara Kamandaka, Elang yang bernasib sial harus dibuang ke hutan Wono Daksino akibat fitnah tersebut untuk menjalani hukuman.
Alih-alih mati diterkam binatang buas, Elang bermetamorfosa menjadi manusia paling kuat di seantero Damar Langit. Dialah yang akhirnya akan menjadi pahlawan yang berhasil merebut kembali Damar Langit dari musuh ketika berhasil mendapatkan pusaka sakti dan guru yang mempunyai ilmu kanuragan tinggi di Wono Daksino.
Simak kisahnya dalam novel berjudul Elang Taraka di GoodNovel.
----
Tiara Prastika hanya ingin menari untuk sesuap nasi, tapi kecantikannya membuat Bonar Dirgantara si juragan sawit yang berkuasa terobsesi ingin memilikinya.
----
Saat ayah Tiara ditangkap polisi karena ulah mabuk dan judinya, Bonar pun memasang jerat. Dia akan membebaskan sang ayah, asalkan Tiara mau jadi istri keduanya.
----
Terjepit antara nyawa keluarga dan kehormatan, Tiara terpaksa masuk ke dalam sangkar emas sang Juragan. Di sana, dia bukan lagi menari untuk seni, tapi untuk melayani nafsu pria yang telah membeli hidupnya.
----
Novel ini mengandung adegan dewasa yang intens. Bacalah dengan bijak dan pastikan kamu merasa nyaman mengikuti setiap alur ceritanya. Semoga kisah ini bisa membawamu larut dalam emosi, ketegangan, dan dinamika para tokohnya.
Film 'Eyang Ti' menghadirkan sosok-sosok yang begitu hidup berkat para pemain utamanya. Yang pertama tentu saja Suzanna, sang legenda horor Indonesia yang membawa karakter Eyang Ti dengan aura mistisnya yang khas. Aktingnya benar-benar bikin merinding! Ada juga para pendukung seperti Dicky Suprapto dan Yati Octavia yang menambah kedalaman cerita. Suzanna memang queen of horror, dan di film ini dia membuktikan lagi kenapa gelarnya pantas disandang. Aku selalu terpana setiap melihat adegan-adegan magisnya yang dibuat begitu natural.
Film ini juga menunjukkan chemistry kuat antara pemain utama dan pemain pendukung. Adegan-adegan dialog mereka terasa sangat organik, seolah kita memang menyaksikan kehidupan nyata sebuah keluarga yang dihantui masa lalu. Suzanna benar-benar membawa energi berbeda dalam setiap proyek horornya, dan 'Eyang Ti' adalah salah satu mahakaryanya yang paling memorable.
Film 'Eyang Ti' mengisahkan perjalanan seorang nenek yang memiliki kemampuan spiritual untuk membantu orang-orang di sekitarnya. Cerita dimulai ketika seorang pemuda bernama Bima kembali ke kampung halamannya setelah lama merantau. Ia menemukan bahwa neneknya, Eyang Ti, dianggap sebagai sosok yang sakral oleh warga desa. Bima yang skeptis perlahan menyadari bahwa neneknya memang memiliki kekuatan luar biasa setelah menyaksikan sendiri bagaimana Eyang Ti menyembuhkan penyakit dan menyelesaikan masalah warga.
Awalnya, Bima merasa tidak nyaman dengan perhatian yang diberikan warga kepada neneknya. Namun, seiring berjalannya waktu, ia mulai memahami peran penting Eyang Ti dalam menjaga keseimbangan kehidupan desa. Konflik muncul ketika seorang pengusaha kaya ingin mengambil alih tanah desa untuk proyeknya, dan Eyang Ti menjadi satu-satunya penghalang. Film ini mencapai klimaks ketika Bima harus memilih antara mendukung neneknya atau mengikuti keinginan pengusaha tersebut. Cerita berakhir dengan pesan kuat tentang pentingnya mempertahankan tradisi dan nilai-nilai keluarga.
Film 'Hari Hari Dima' punya nuansa urban yang kental banget, dan itu gak lepas dari lokasi syutingnya yang dipilih dengan cermat. Mayoritas adegan diambil di Jakarta, terutama daerah-daerah yang captures kehidupan anak muda metropolitan dengan segala dinamikanya. Ada beberapa spot iconic seperti kafe-kafe artsy di Kemang atau sudut-sudut jalanan Menteng yang jadi latar belakang cerita. Pengambilan gambar juga sempat dilakukan di Bandung untuk beberapa scene flashback yang lebih tenang. Yang menarik, tim produksi sengaja memilih lokasi-lokasi 'biasa' tapi penuh karakter ini biar penonton bisa relate sama setting ceritanya.
Pernah denger scene Dima ngobrol di rooftop yang view city lights-nya keren banget? Itu diambil di apartemen sekitar SCBD. Kerennya lagi, beberapa lokasi memang sengaja dipilih karena punya nilai nostalgia buat sutradaranya. Jadi selain visually appealing, ada emotional layer juga di balik pemilihan tempatnya. Setelah nonton, jadi pengen hunting lokasi syutingnya deh!
Mencium aroma retro Kota Lama selalu bikin aku teringat adegan paling kelam di 'Griya Tawang'.
Kalau menurut pengamatan saya dan obrolan santai dengan beberapa warga lokal, sebagian besar pengambilan gambar luar untuk 'Griya Tawang' dilakukan di Semarang—khususnya area Tawang dan seputar Kota Lama. Bangunan kolonial, rel kereta tua di Stasiun Tawang, serta lorong-lorong sempit di kawasan itu dipakai untuk memberi nuansa vintage yang kental. Ada adegan yang jelas memanfaatkan fasad Lawang Sewu untuk atmosfer misteriusnya.
Di sisi lain, banyak adegan interior yang nampaknya syuting di studio di Jakarta, tempat set rumah dan ruangan khusus dibangun ulang supaya kontrol pencahayaan dan suara lebih mudah. Kombinasi lokasi nyata di Semarang dan set studio di Jakarta membuat film terasa autentik tanpa mengorbankan kualitas teknis.
Aku sempat jalan-jalan ke beberapa spot itu, dan rasanya menyenangkan melihat sudut yang sebelumnya cuma muncul di layar. Buat penggemar, mengintip lokasi syuting memberikan layer baru saat menonton ulang—rasanya seperti menemukan easter egg kecil di kota sendiri.