Jam Berapa Teras Berita Tayang Di TV?

2026-06-20 20:47:44 183
Kuis Kepribadian ABO
Ikuti kuis singkat untuk mengetahui apakah Anda Alpha, Beta, atau Omega.
Aroma
Kepribadian
Pola Cinta Ideal
Keinginan Rahasia
Sisi Gelap Anda
Mulai Tes

5 Jawaban

Victoria
Victoria
2026-06-22 02:50:08
Sebagai mantan kru produksi acara berita, aku tahu persis alasan Teras Berita tayang di jam 17.30. Itu prime time buat segment berita ringan, pas sebelum penonton beralih ke sinetron atau variety show malam hari. Formatnya sengaja dibikin casual karena targetnya keluarga yang lagi kumpul di rumah.

Yang menarik, rating biasanya naik 20% pas segmen hiburan atau viral challenge. Jam tayangnya udah bertahan sejak 2018 dengan minor adjustment dikit-dikit. Kalo mau liat versi digitalnya, mereka juga upload highlight di YouTube sekitar 1 jam setelah tayang live.
Yara
Yara
2026-06-22 19:33:07
Kemarin baru diskusi sama temen tentang acara berita yang enak ditonton. Aku rekomendasiin Teras Berita yang tayang sore-sore gitu. Pas dicari infonya, ternyata jam tayangnya 17.30 WIB dari Senin sampai Jumat. Cocok buat background activity sambil nyiapin makan malam atau nunggu jemputan. Aku suka bagian 'Laporan Spesial'-nya yang lebih mendalam tapi tetep santai penyampaiannya.
Blake
Blake
2026-06-23 04:07:01
Di rumah nenekku, Teras Berita itu jadi ritual sore wajib. Tayang setiap hari Senin sampai Jumat jam 5 sore lebih sedikit. Aku inget banget karena nenek selalu siapin cemilan pas acara ini mulai, sambil komentar-komentarin isinya. Kadang kalo aku main ke rumahnya, ikutan nonton juga dan diskusi seru tentang topik yang dibahas.

Menurutku timing-nya strategis banget karena nemuin audience yang lagi relax setelah beraktivitas. Nggak terlalu pagi juga nggak malem-malem. Kalo weekend emang nggak ada sih, jadi harus cari hiburan lain buat nemenin nenek.
Wyatt
Wyatt
2026-06-26 06:32:36
Awalnya aku nggak tau jadwal Teras Berita, sampai suatu kali nyetel TV pas jam 5 lebih dan nemu acara ini. Sekarang jadi sering nonton karena pas banget sama jam pulang kantor. Presenternya ada Mas Tommy dan Mbak Tika yang chemistry-nya asik banget. Kadang mereka bahas tren viral atau isu populer dengan angle yang beda dari berita mainstream.

Karena tayang di Indosiar, sinyalnya jernih banget bahkan di daerah pelosok. Kalo mau replay, bisa cek di aplikasi Vidio juga sih. Tapi sensasi nonton live sambil scroll medsos itu nggak bisa digantikan.
Hope
Hope
2026-06-26 17:24:31
Teras Berita itu acara yang selalu bikin aku nyetel TV pas jam-jam santai. Biasanya tayang sekitar pukul 17.30 WIB di Indosiar, pas banget sebelum magrib. Waktunya cocok banget buat nemenin pulang kerja atau sambil nunggu waktu buka puasa kalo lagi Ramadhan. Acaranya ringan tapi informatif, kadang suka kasih bahasan yang relevan sama kejadian terkini.

Aku suka gaya penyajiannya yang nggak terlalu formal, kayak lagi ngobrol sama temen. Presenternya juga enak diajak 'nongkrong', jadi nggak bikin tegang. Dulu sempet ada perubahan jam tayang dikit, tapi sekarang udah fix di slot waktu itu. Kalo mau liat jadwal pastinya, bisa cek aja di akun sosmed Indosiar.
Lihat Semua Jawaban
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Buku Terkait

720 Jam
720 Jam
Di 720 jam berikutnya, Aku tidak tau apa yang akan terjadi kepadaku, hidupku dan juga hubungan kita. Di 720 jam ke depan, Aku tidak tau. Apakah kau tetap mencintaiku seperti ini? Apakah kita tetap bersama seperti ini? Apakah kau yang ku kenal sekarang ini akan tetap sama atau berubah? Apakah kita tetap baik-baik saja? Aku tidak tau. Itu semua adalah rahasia sang pencipta, Yang harus kita lakukan hanyalah berjuang, berusaha, berikhtiar dan berdoa agar hubungan ini tetap baik-baik saja.
Belum ada penilaian
|
62 Bab
Mau Berapa Ronde?
Mau Berapa Ronde?
Raka, mahasiswa miskin tak menduga dibalik sikap galak tante kosnya justru tersembunyi sifat binal. Sifat galaknya mulai berubah setelah ia menemukan sebuah cincin antik di gudang barang bekas rumah kos tempat ia tidur malam itu. Cincin itu seperti mengubahnya menjadi pribadi yang sama sekali berbeda. Liar dan penuh gairah. Tante Feli yang awalnya galak itu, bahkan mau membebaskannya dari uang sewa, asal Raka mau menjadi simpanannya. Namun apa jadinya jika cincin bertuah itu justru memaksanya untuk berubah menjadi 'nakal' pada para wanita.
10
|
29 Bab
Patah Hati Jam 4 Pagi
Patah Hati Jam 4 Pagi
Pukul 4 pagi, suamiku, Arvian, membangunkanku dengan lembut. Suaranya lembut, "Elisa, sayang, bisakah kau melakukan sesuatu untukku?" Tapi kata-katanya berikutnya menghancurkan semua harapan. "Selina lapar. Buatkan dia sup ikan." Selina adalah pembantu kami, dan dia juga selingkuhan Arvian yang sedang hamil. "Aku baru saja mendapat ikan yang segar. Pergi ke dapur dan buatkan semangkuk sup untuknya. Khusus untuk pewaris Keluarga Mahendra." Aku menolak dengan suara yang dingin. Amarahnya pun menyala dalam sekejap. "Jangan keterlaluan, Elisa." "Apa membuat sup itu terlalu sulit bagimu?" Aku menggeleng dan tetap diam. Tangannya mengusap pipiku, dan senyum merendahkan tersungging di bibirnya. "Baiklah, Elisa. Jadi kau sudah berani menentangku sekarang." "Pikirkan baik-baik, Elisa. Apa kau benar-benar ingin tetap menjadi bagian dari Keluarga Mahendra?" "Dan posisi sebagai pengacara keluarga? Pikirkan apa kau masih menginginkan semua itu... lalu beri aku jawabanmu." Melihat kesombongan di matanya, sisa cinta terakhirku padanya pun lenyap. Aku mengeluarkan ponsel dan menekan nomor yang sudah lama tak kuhubungi. "Aku ingin keluar dari Keluarga Mahendra."
|
8 Bab
ISTRI 48 JAM TUAN CEO
ISTRI 48 JAM TUAN CEO
"Mas, ayo kita bercerai!" Sebaris kalimat itu meluncur dengan lugas dari mulut, Jasmine Adrielle Zivanna (22 tahun). Pagi ini tepat 48 jam mereka baru saja melangsungkan pernikahan, tapi dengan beraninya Zee menggugat Kayvandra Shawn Dirgantara (27 tahun) untuk berpisah. "Jangan bercanda, nggak lucu, Zee." Timpal pria yang masih membiarkan letak resleting celananya terbuka. Kay tertawa geli, ia menggeleng kecil sambil berkacak pinggang di tepi ranjang. "Aku serius, Mas." Jawab Zee sambil memegang erat ujung selimut yang membungkus tubuhnya hingga bagian dada. Ya. Mereka adalah sepasang pengantin baru, dan mereka telah melewati malam pertama dengan penuh cinta yang membara. "Aku sudah memenuhi kewajibanku padamu, Mas. Kamu senang kan sudah mendapatkan bukti jika aku masih perawan. Lagi pula nggak lucu kalau sampai orang lain tahu, janda Kayvandra Shawn Dirgantara, pemilik perusahaan garmen ternama .... masih virgin." Zivanna, perempuan muda itu pasti memiliki alasan kuat saat menginginkan perpisahan secara sadar. "Kamu sudah gila, Zee?" raut wajah Kay berubah tidak santai, ia menurunkan bahunya perlahan. "Iya, aku memang sudah gila, Mas. Oleh karena itu cepat talak aku sekarang untuk menyudahi kegilaan ini!" Perempuan berkulit putih bak batu pualam dengan rambut kemerahan tergerai sepunggung itu menatap tajam presensi Kay yang mati-matian sedang menahan emosinya. Tapi kenapa Zivanna mendadak memutuskan untuk mengambil jalan perceraian ketika mereka baru saja melewati malam pengantin 48 jam dengan penuh gelora? Apa yang sebenarnya sudah terjadi dengan perempuan yang selalu dipandang Kay adalah wanita termanis dan lemah lembut itu? Kenapa sekarang Kay melihat Zee menjadi sosok tegas dan penuh percaya diri?
10
|
210 Bab
Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam
Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam
Hari ketika aku memutuskan untuk mendonorkan tubuhku untuk kajian ilmiah, keluargaku justru berkumpul mengelilingi adik angkatku, Halida, merayakan diterimanya dia dalam sebuah program perawatan eksperimental paling canggih. Seharusnya akulah yang menderita kanker otak. Tapi Halida menggunakan posisi suamiku, Zafran, di rumah sakit untuk menukar catatan medisnya yang sehat dengan diagnosis terminalku, merebut satu-satunya kesempatan yang kupunya untuk bertahan hidup. Dan bagian terburuknya, semua orang bersorak mendukungnya. Rasanya sakit sekali. Aku berusaha tetap kuat, sampai tanpa sengaja mendengar para perawat berbisik, "Bagus sekali Dokter Zafran bisa mengamankan tempat itu untuk Halida. Mereka bilang dia hanya punya tiga hari lagi." Jadi, dalam 72 jam terakhir hidupku, aku perlahan melepaskan segalanya. Ketika aku memberikan naskah asli novel-novelku yang sudah kutuang seluruh hati dan jiwaku kepada Halida, ayah dan saudaraku menatapku dengan senyum puas. Ketika Zafran memutuskan untuk memenuhi permintaan terakhir Halida dengan menikahinya, dia menyerahkan surat cerai padaku. Aku menandatanganinya tanpa ragu sedikit pun. Dia menghela napas dan memuji aku karena akhirnya bisa berpikir begitu rasional. Dan ketika akulah yang membujuk putri kami, Olivia untuk memanggil Halida Ibu, Olivia justru berseri-seri mengatakan bahwa ibu barunya adalah yang terbaik. "Jangan khawatir." Zafran menenangkanku. "Kami hanya menjaganya untuk sementara. Setelah dia tiada, semuanya akan kembali padamu." Aku memberikan pada Halida segalanya yang kupunya, persis seperti yang mereka mau. Lalu kenapa, ketika mereka akhirnya tahu semua ini hanyalah kebohongan kejam Halida, mereka datang padaku sambil menangis, berkata akulah yang mereka inginkan sejak awal?
|
11 Bab
BERITA VIRAL ISTRI DAN ANAKKU YANG JADI PEMULUNG
BERITA VIRAL ISTRI DAN ANAKKU YANG JADI PEMULUNG
[Sungguh kasihan ibu ini ditinggal merantau suaminya tapi tidak pernah dikirimi nafkah hingga mengharuskannya bekerja sebagai pemulung padahal suaminya bekerja di pertambangan. Naasnya lagi, saat ini anaknya sedang mengidap penyakit TB. Bagi yang mau membantu Ibu ini dan anaknya bisa kirimkan donasinya ke nomor rekening yang tertera di caption] Bayu terkejut saat melihat berita viral di sebuah akun di sosial media. Pasalnya yang sedang diberitakan itu adalah istri dan juga anaknya yang sedang memulung. Bagaimana bisa keduanya kekurangan hingga harus menjadi pemulung? Sedangkan setiap bulannya Bayu selalu mentransfer uang yang cukup banyak untuk istri dan anaknya ke rekening kakaknya yang bernama Sita.  Apa yang akan dilakukan Bayu?  Apakah Bayu bisa mengungkap apa yang dirahasiakan kakak dan juga ibunya selama dia bekerja? Apakah pernikahan Bayu bisa diselamatkan? 
9.9
|
79 Bab

Pertanyaan Terkait

Bagaimana Contoh Sikap Skeptis Dalam Menganalisis Berita?

4 Jawaban2025-12-23 02:52:02
Pernah menemukan headline yang terlalu bombastis sampai bikin geleng-geleng kepala? Aku selalu mulai dengan memeriksa sumbernya—siapa yang menulis, media apa yang mempublikasikan, dan apakah punya rekam jejak netral atau cenderung clickbait. Misalnya, berita tentang 'penemuan obat kanker revolusioner' yang ternyata cuma hasil penelitian awal di lab tanpa uji klinis. Lalu aku bandingkan dengan pemberitaan di outlet lain. Kalau cuma satu media yang ngomongin, itu tanda bahaya. Terakhir, cek fakta lewat situs verifikasi seperti Turnbackhoax atau Google Fact Check Tools. Ingat, judul provokatif seringkali cuma umpan untuk engagement, bukan kebenaran.

Bagaimana Filosofi Teras Memengaruhi Mindset Modern Menurut Quotes-Nya?

3 Jawaban2026-01-07 20:22:16
Ada sesuatu yang menenangkan sekaligus menggugah ketika membaca kutipan filosofi teras seperti 'Kamu memiliki kekuatan atas pikiranmu—bukan peristiwa di luar. Sadarilah ini, dan kamu akan menemukan kekuatan.' Marcus Aurelius ini bukan sekadar kata-kata indah, tapi semacam pengingat bahwa kontrol diri adalah inti dari ketahanan mental. Di era modern yang penuh distraksi, filosofi ini justru menjadi tameng melawan budaya instan dan victim mentality. Aku sering melihat teman-teman terjebak dalam pola menyalahkan algoritma media sosial atas mood mereka, padahal Stoikisme mengajarkan bahwa reaksi kitalah yang menentukan makna suatu kejadian. Yang menarik, prinsip 'amor fati' (cinta takdir) dari Nietzsche yang diadopsi Stoikisme modern sangat relevan dengan generasi sekarang. Alih-alih mengutuk kegagalan startup atau penolakan kerja, filosofi ini mengajak kita melihatnya sebagai batu loncatan. Buku 'Daily Stoic' Ryan Holiday laris karena menyajikan konsep abadi ini dalam kemasan yang cocok untuk orang-orang yang terbiasa dengan konten 15 detik. Rasanya seperti memiliki mentor Romawi Kuno di saku celana jeans.

Bagaimana Filosofi Teras Membantu Mengatasi Kecemasan?

2 Jawaban2025-09-04 06:11:20
Di malam yang tenang, aku suka membandingkan kecemasan dengan boss fight yang tak habis-habis: ketegangan yang nongol, strategi yang berubah-ubah, dan momen saat kau merasa semua kontrol hilang. Filosofi teras (Stoik) itu seperti guidebook sederhana buat boss fight itu—bukan karena bisa ngilangin musuh, tapi karena mengubah cara kita main. Yang paling berguna buat aku adalah pemisahan antara apa yang bisa dan tidak bisa kukendalikan. Pas deg-degan sebelum tampil di panel atau ketemu orang baru di konvensi, aku sering ingat untuk fokus pada langkah yang bisa kuatur: napas, sikap, kata-kata yang sudah kuulang. Sisanya—reaksi orang, hasil akhir—biarkan berlalu. Ini ngurangin energi yang biasanya kupakai buat ngulang 'apa jadinya kalau...' berulang-ulang. Ada juga latihan negatif visualization alias premeditatio malorum: sesekali aku sengaja membayangkan hal-hal yang mungkin salah, tapi bukan untuk bikin parno—melainkan untuk mempersiapkan diri. Bayangin gagal ngomong di depan mikrofon, atau terlambat ke meet-up—setelah membayangkannya dan menerima kemungkinan itu, rasa takutnya seringkali mengecil. Selain itu, menulis jurnal pagi dan malam ala stoik membantu menata pikiran; aku catat apa yang akan kucoba kontrol hari itu, dan malamnya aku refleksi apa yang memang di luar kendali. Praktisnya mirip checklist strategi sebelum raid. Stoik juga ngajarin kita melihat emosi sebagai penilaian, bukan fakta mutlak. Saat kecemasan datang, aku bilang ke diri sendiri: "Ini cuma perasaan yang menilai situasi, bukan kebenaran mutlak." Itu bikin jarak—aku bisa narik napas, menilai ulang, dan ambil tindakan yang masuk akal. Kutemukan juga bahwa bacaan singkat dari 'Meditations' atau kutipan Seneca kadang jadi pengingat pas mood lagi ancur. Intinya, filosofi teras bukan obat instan, tapi toolkit realistis untuk nge-handle kecemasan: mengurangi overthinking, latihan mental yang terukur, dan kebiasaan harian yang menenangkan. Buatku, ini bikin hidup lebih playable—bisa adapt kalau boss tiba-tiba ganti pola dan aku nggak panik, cuma adjust strategi dan lanjut main.

Siapa Penulis Modern Yang Menjelaskan Filosofi Teras Tentang Apa?

4 Jawaban2025-10-12 06:32:05
Topik ini selalu memancingku untuk menggali siapa-siapa saja yang membuat Stoikisme terasa relevan lagi di zaman sekarang. Salah satu yang paling sering aku sebut adalah Ryan Holiday — dia menulis dengan gaya yang blak-blakan dan penuh contoh nyata, misalnya di 'The Obstacle Is the Way' dan 'The Daily Stoic'. Apa yang dia jelaskan bukan hanya teori lama; dia meramu praktik Stoik seperti menerapkan dikotomi kendali, mengubah hambatan jadi peluang, dan rutinitas harian seperti jurnal refleksi agar ketahanan mental menjadi kebiasaan. Selain Holiday, ada Massimo Pigliucci yang lebih filosofis namun tetap ramah pembaca lewat 'How to Be a Stoic'. Dia membantu menjembatani pemikiran klasik dengan argumen modern, membahas etika kebajikan dan mengajak pembaca berpikir tentang apa arti hidup baik. Di sisi lain William B. Irvine di 'A Guide to the Good Life' memberi pendekatan praktis tentang seni hidup sederhana dan bagaimana latihan-latihan seperti negative visualization bisa mengurangi kecemasan. Aku suka bagaimana Donald Robertson menautkan Stoikisme dengan terapi kognitif di 'How to Think Like a Roman Emperor', menjelaskan bagaimana latihan mental Stoik mirip teknik terapi modern untuk mengelola emosi. Semua penulis ini, meski gayanya beda-beda, pada intinya menjelaskan Stoikisme tentang bagaimana menjalani hidup yang terkendali, berfokus pada kebajikan, dan meraih ketenangan batin — sesuatu yang terasa berguna sekali buatku dalam keseharian.

Bagaimana Soundtrack Mendukung Filosofi Teras Tentang Apa Di Film?

4 Jawaban2025-10-12 22:33:00
Musik film sering bekerja seperti bisikkan tenang yang menuntun emosi tanpa memaksa—itulah cara saya melihat bagaimana soundtrack menguatkan filosofi teras dalam layar lebar. Untukku, filosofi teras (stoikisme) berkisar pada pengendalian diri, penerimaan terhadap hal yang di luar kendali, dan hidup sesuai kebajikan. Soundtrack mendukung ini dengan cara yang sangat halus: tempo lambat dan ritme stabil memberi sense of steadiness, harmoni yang sederhana dan berulang (think modal patterns atau pedal tones) menciptakan rasa ketenangan batin, sementara jeda dan keheningan menegaskan latihan menahan reaksi emosional. Contoh yang sering muncul di kepala adalah adegan-adegan hening di film seperti 'The Revenant' atau momen-momen reflektif di 'Into the Wild'—musiknya tidak mendorong emosi ke puncak, tapi menahan napas bersama tokoh. Secara personal, saat mendengar skor yang memilih kesederhanaan ketimbang melodrama, aku merasa diarahkan untuk melihat aksi dan pilihan karakter, bukan sekadar drama emosional. Musiknya seperti guru yang menepuk pundakmu dan bilang, "Tarik napas, lihat apa yang bisa kau kendalikan." Itu resonansi teras yang menurutku paling murni.

Apa Quotes Filosofi Teras Paling Inspiratif Dari Marcus Aurelius?

3 Jawaban2026-01-07 14:02:49
Ada satu kutipan Marcus Aurelius yang selalu membuatku merenung dalam-dalam: 'Kamu memiliki kekuatan atas pikiranmu—bukan peristiwa di luar. Sadarilah ini, dan kamu akan menemukan kekuatan.' Ini seperti tamparan dingin yang membangunkan! Setiap kali aku merasa terjebak dalam drama kehidupan, kutipan ini mengingatkanku bahwa perspektif adalah segalanya. Aku bukan korban dari keadaan, tapi arsitek reaksiku sendiri. Misalnya, waktu proyek kreatifku ditolak berkali-kali, alih-alih marah, aku mulai bertanya: 'Bagaimana Aurelius akan menanggapi ini?' Jawabannya selalu kembali ke pengendalian diri. Filsafat Stoa itu ibarat cheat code kehidupan—tidak menjanjikan jalan mudah, tapi memberi alat untuk tetap tegar di tengah badai. Terakhir kali check, buku 'Meditations'-nya masih ada di meja samping tempat tidurku, penuh sticky note kuning!

Apa Inti Ajaran Dalam Sinopsis Buku Filosofi Teras?

4 Jawaban2026-02-26 02:25:50
Membaca 'Filosofi Teras' seperti menemukan kompas hidup di tengah pusaran modernitas yang chaotic. Buku ini mengajak kita menyelami stoikisme dengan cara yang relevan—bukan sekadar teori kuno, tapi toolkit praktis untuk mengelola emosi dan perspektif. Intinya: kita tidak bisa mengontrol external events, tapi selalu punya kendali penuh atas respons internal. Yang paling menggugah adalah konsep 'dikotomi kendali' yang dibungkus dalam analogi sehari-hari. Misalnya, ketika macet menghadang, frustration kita seringkali sia-sia karena lalu lintas memang di luar kuasa kita. Alih-alih marah-marah, stoikisme mengajarkan untuk fokus pada hal yang bisa diatur: apakah kita membawa audiobook favorit, atau menggunakan waktu untuk merefleksikan hari. Filosofi ini ibarat armor mental—bukan untuk menghindari masalah, tapi untuk tetap tenang saat badai datang.

Bagaimana Menerapkan Filosofi Teras Henry Manampiring Dalam Kehidupan Sehari-Hari?

3 Jawaban2025-12-25 10:48:45
Ada sesuatu yang menenangkan tentang cara Henry Manampiring merangkul ketidaksempurnaan hidup. Filosofi Teras-nya bukan sekadar teori, tapi praktik sehari-hari yang kubuktikan sendiri. Misalnya, ketika menghadapi deadline kerja yang molor, alih-alih panik, kuingat salah satu prinsipnya: 'fokus pada apa yang bisa dikendalikan'. Aku menyusun ulang prioritas, mengerjakan bagian yang mungkin diselesaikan hari itu, dan menerima bahwa beberapa hal memang perlu waktu lebih. Hal kecil seperti menyiapkan teh di pagi hari pun jadi ritual mindfulness. Aku memperhatikan aroma, rasa hangat di tenggorokan, dan jeda sejenak sebelum hari dimulai. Ini mirip dengan konsep 'stoic pause' yang sering Henry bahas - momen untuk berhenti sejenak sebelum bereaksi. Filosofi ini juga membantuku menghadapi toxic positivity di media sosial; sekarang lebih mudah bagiku untuk mengatakan 'tidak apa-apa tidak baik-baik saja' tanpa merasa gagal.
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status