Mengenal Lis Susiana itu seperti menemukan mutiara tersembunyi di antara deretan nama besar di industri hiburan. Sosoknya mungkin tidak seflashy artis papan atas, tapi kontribusinya justru sering menjadi tulang punggung proyek-proyek kreatif. Aku ingat pertama kali menyadari keberadaannya saat melihat credit title sebuah sinetron Ramadan tahun 2018 - namanya muncul sebagai sutradara pendamping. Yang bikin penasaran, gaya penyutradaraannya selalu membawa nuansa segar meski dalam format sinetron yang terkadang dianggap 'baku'.
Belakangan aku baru paham bahwa Lis adalah salah satu dari sedikit profesional yang bisa bermain di berbagai lini produksi. Dari mulai menjadi scriptwriter untuk beberapa FTV di stasiun swasta, sampai membantu pengembangan konsep acara reality show. Yang paling mengesankan adalah kemampuannya beradaptasi - bisa bekerja di balik layar sinetron komedi teenage besoknya sudah terlibat dalam produksi film indie bergenre thriller psikologis. Mungkin inilah yang membuat karirnya terus berkembang tanpa terjebak dalam satu 'kotak' tertentu.
Terakhir kali aku mendengar kabarnya, Lis sedang menggarap serial web orisinal untuk platform streaming besar. Kabarnya proyek ini akan mengeksplorasi cerita-cerita urban dengan pendekatan visual yang lebih cinematic. Sungguh menarik melihat bagaimana sosok seperti Lis terus menemukan ruang untuk bereksperimen di industri yang sering dianggap hanya mengulang formula sukses.
Lis Susiana mungkin bukan nama yang langsung familiar di telinga penikmat hiburan biasa, tapi bagi yang sering mengamati credit roll di berbagai produksi lokal, namanya muncul cukup konsisten. Aku mengenalnya pertama kali sebagai salah satu tim kreatif di balik kesuksesan serial 'Anak Langit' yang sempat viral beberapa tahun lalu. Perannya lebih banyak di bagian pengembangan cerita dan continuity, memastikan alur cerita tetap konsisten meski ditulis oleh banyak tangan. Yang membuatku respect, Lis punya kemampuan khusus dalam menyeimbangkan tuntutan komersial dan integritas kreatif - sesuatu yang langka di industri hiburan kita.
2026-07-20 10:12:50
11
Lihat Semua Jawaban
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Buku Terkait
Dari Akting Jadi Pendamping
Roze
0
1.4K
Dara Fazia, atau lebih dikenal dengan nama Dafa adalah seorang artis terkenal multitalenta yang sering mendapatkan banyak penghargaan. Namun, dia tiba-tiba mendapatkan tawaran bermain film dengan Senja Purnama--penyanyi tampan yang selama ini tidak pernah akur dengannya. Tak disangka, film itu sukses dan membuat Dafa semakin naik daun. Hanya saja, sebuah skandal muncul yang membuat karir seorang Dafa terancam! Orang-orang yang dianggap sahabat mulai menghilang, tetapi kenapa Senja justru tetap mendampinginya? Bagaimana cara Dafa mempertahankan popularitasnya?
Seorang gadis cantik penjual kue secara asongan yang awalnya bernama Kesih, sempat populer karena kecantikannya,ditemukan oleh seorang pencari bakat dan diajak shooting sinetron sebagai figuran. Nama Kesih diganti menjadi Kasih oleh Agency-nya agar lebih populer. Beruntungnya, pemunculan Kasih menjadi perhatian Produser, sehingga Kasih ditantang untuk terima kontrak Eksklusif oleh Produser, dan nama Kasih diganti menjadi Cassie Cassandra agar lebih sukses. Kasih diberi kesempatan untuk kursus akting dan kepribadian, sehingga Kasih berhasil meniadi artis terkenal.
Lia, seorang gadis cantik asal desa yang penuh harapan, memimpikan kehidupan yang lebih baik jauh dari keterbatasan ekonomi keluarganya. Dengan tekad untuk mencari pekerjaan di kota besar, ia meninggalkan desanya yang sederhana dan penuh kenangan. Namun, kota yang ia tuju ternyata tak seindah yang ia bayangkan. Meskipun berusaha keras, Lia tak kunjung mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan harapannya.
Suatu hari, saat keputusasaan menghampiri, Lia bertemu dengan Anton, seorang pria tampan yang terlihat sukses dan ramah. Anton menawarkan pekerjaan yang katanya bisa memberikan penghasilan cepat dan menjanjikan kehidupan yang lebih layak. Terjebak oleh kondisi keluarganya yang membutuhkan, Lia menerima tawaran tersebut, meskipun hatinya dipenuhi keraguan.
Namun, pekerjaan yang Anton tawarkan jauh dari yang Lia bayangkan. Dia terjerumus ke dalam dunia yang gelap dan penuh manipulasi, menjadi seorang wanita penghibur untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Semakin dalam ia terjebak dalam pesona dunia yang menggiurkan namun berbahaya, semakin ia kehilangan arah dan identitas diri.
Melalui perjalanan Lia, "Terjebak dalam Pesona" mengisahkan tentang impian, pengorbanan, dan penyesalan yang datang dengan pilihan-pilihan sulit yang harus dihadapi oleh setiap individu. Ketika seseorang terperangkap oleh pesona dunia yang menawarkan segala kemewahan, apakah ia akan mampu menemukan jalan keluar atau justru semakin terpuruk dalam kegelapan?
Lilya : Gadis yang Digadaikan Keluarga (INDONESIA)
Kaitani_H
9.3
183.7K
Perusahaan keluarga nyaris bangkrut, keuangan menipis lantaran terbiasa hidup hedonis.
Lilya harus menerima takdir Kenanga yang menolak dijodohkan dengan Pak Tua Mesum dari keluarga Gunawan yang terkenal. Demi keluarga dia rela berkorban, dia rela digadaikan, dinikahkan dengan Pak Tua Mesum Gunawan yang terkenal kaya raya.
Namun, Pak Tua itu tidak mau menunjukkan dirinya sebelum hari pernikahan mereka tiba. Sosoknya yang misterius dan selalu bersembunyi di balik kamera, akhirnya terungkap saat ia menikahi Lilya dengan cara terhormat.
"K-kamu ... masih muda?" tanya Lilya dengan polosnya.
"Kamu kira saya sudah tua?"
Lilya menggeleng panik. "Tapi, kata Kak Kenanga, kamu orang tua mesum dari keluarga Gunawan yang terkenal."
Laki-laki bernama Evan itu mendengkus keras. "Itu hanya rumor palsu tentang saya, jangan percaya rumor sebelum kamu melihat sendiri buktinya."
Apakah Lilya yang selalu menderita bisa hidup bahagia dengan suaminya Evan? Ataukah Kenanga akan menjadi duri dalam daging di pernikahan keduanya?
___
All right reserved by Kaitani Hikari
Pernikahan impian setiap wanita adalah pernikahan yang dibangun oleh cinta. Namun, apa jadinya jika kamu dijodohkan dengan seseorang yang tidak kamu cintai? Lebih parahnya lagi kamu dijodohkan dengan seseorang yang tunawicara atau bisu.
Begitulah kenyataan yang harus Lyra terima. Pernikahan impiannya hancur saat ia dijodohkan dengan pria yang ia kenal di waktu yang sangat singkat dan tidak pernah ia cintai.
Namun siapa sangka, pernikahan impian yang Lyra pikir telah hancur dan pupus, malah perlahan dibangun oleh sosok Devan Alvino Putra. Mengubah makna cinta yang Lyra pahami dalam pernikahan Impiannya.
Mampukah Lyra menerima segala konsekuensi dari pernikahannya? Bagaimana ia akan mampu menghadapi rumah tangga dengan sosok tunawicara?
"Aku ingin membicarakan mengenai pernikahanmu dengan Ardiansyah."
Ucapan sang kakek membuat Lydia tercengang. Mengapa mendadak dan pernikahan macam apa yang ditawarkannya pada Lydia yang karirnya sebagai artis sedang terancam?
Kebetulan beberapa waktu lalu aku lagi iseng ngecek film-film indie lokal, dan nemu nama Lis Susiana di beberapa judul yang cukup menarik. Aktris satu ini emang sering muncul di film-film dengan nuansa sosial atau drama keluarga, dan menurutku aktingnya natural banget. Salah satu yang paling berkesan buatku itu 'Bukan Cerita Cinta Biasa' (2018), di situ dia main sebagai sosok ibu single parent yang berjuang buat anaknya. Ada juga 'Ruang Tanpa Jendela' (2020) di mana dia bikin merinding sebagai korban kekerasan domestik. Yang terbaru, di 'Laut Bercerita' (2022) adaptasi novel ternama itu, penampilannya sebagai tetangga misterius bikin film makin atmosferik.
Aku suka cara Lis Susiana milih proyek yang selalu punya pesan kuat. Di 'Dinding Waktu' (2019) yang eksperimental itu, ekspresi matanya aja udah bisa bercerita tanpa dialog panjang. Kalau mau liat versi lebih mainstream, dia pernah cameo di 'Milea: Suara dari Dilan' (2020) sebagai guru tari. Yang bikin aku respect, meskipun sering dapat peran pendukung, tapi presence-nya selalu memorable. Kayaknya dia emang spesialis di karakter-karakter kompleks yang butuh kedalaman emosi.
Mengikuti jejak Lis Susiana di industri hiburan itu seperti menelusuri cerita underdog yang penuh determinasi. Awalnya, dia hanya gadis biasa dari kota kecil yang ikut komunitas teater kampus karena hobi. Tapi ada momen pivotal ketika seorang sutradara indie melihat penampilannya di pentas kampus dan terkesan dengan intensitas emosinya. Proyek pertamanya adalah film pendek 'Ranting di Atas Sungai' yang meskipun low-budget, berhasil menarik perhatian kritikus karena nuansa realismenya.
Perlahan tapi pasti, Lis membangun reputasi sebagai aktris serba bisa. Yang bikin aku respect, dia gak mau terjebak dalam satu jenis peran. Dari antagonis dingin di sinetron 'Cahaya Terakhir', sampai ibu single parent yang haru-biru di 'Rumah Tanpa Atap', eksplorasinya selalu membawa kesegaran. Tahun 2015 menjadi turning point ketika dia memenangkan Piala Citra untuk perannya sebagai korban kekerasan dalam 'Titik Nadir' - film yang mengangkat isu sosial dengan cara raw tapi elegan.
Bicara tentang Lis Susiana, aku langsung teringat masa kecil ketika sering banget nonton sinetron Indonesia di TV. Dari ingatan samar-samar, sepertinya Lis Susiana pernah muncul di beberapa sinetron lawas sekitar tahun 2000-an awal, tapi perannya biasanya kecil atau figuran. Aku lebih familiar dengan namanya di dunia musik sebagai penyanyi lagu-lagu religi populer. Kalau nggak salah, dia pernah nyanyi bareng Haddad Alwi dan jadi bagian dari tren musik religi yang hits waktu itu.
Aku sempat browsing sebentar buat pastiin, dan ternyata emang Lis Susiana lebih fokus ke musik. Kalaupun pernah main sinetron, kayaknya cuma cameo atau bintang tamu. Kharismanya lebih terasa di panggung musik dengan suara khasnya yang lembut. Justru adiknya, Liza Natalia, yang lebih aktif di dunia akting dengan main sinetron seperti 'Anak Jalanan'. Mungkin banyak yang suka nyangkurin mereka karena mirip.
Ada semacam magnet yang bikin orang penasaran sama figur publik seperti Lis Susiana. Kalau ngomongin aktivitas dia di media sosial, sepertinya dia lebih aktif di Instagram. Profilnya sering dipenuhi konten sehari-hari, mulai dari behind-the-scenes kerjaan sampai candid moment yang relatable banget. Engagement-nya juga tinggi, sering banget ngobrol sama followers lewat kolom komentar atau IG Story.
Dari observasi sekilas, gaya kontennya casual tapi tetap punya ciri khas. Kadang ada unsur edukasi ringan, kadang murni hiburan. Yang jelas, dia tahu banget cara maintain hubungan sama audiens tanpa terkesan terlalu curated. Uniknya, meskipun udah punya banyak followers, rasanya kayak ngelihat timeline temen deket aja—ga ada jarak.