Bicara tentang Lis Susiana, aku langsung teringat masa kecil ketika sering banget nonton sinetron Indonesia di TV. Dari ingatan samar-samar, sepertinya Lis Susiana pernah muncul di beberapa sinetron lawas sekitar tahun 2000-an awal, tapi perannya biasanya kecil atau figuran. Aku lebih familiar dengan namanya di dunia musik sebagai penyanyi lagu-lagu religi populer. Kalau nggak salah, dia pernah nyanyi bareng Haddad Alwi dan jadi bagian dari tren musik religi yang hits waktu itu.
Aku sempat browsing sebentar buat pastiin, dan ternyata emang Lis Susiana lebih fokus ke musik. Kalaupun pernah main sinetron, kayaknya cuma cameo atau bintang tamu. Kharismanya lebih terasa di panggung musik dengan suara khasnya yang lembut. Justru adiknya, Liza Natalia, yang lebih aktif di dunia akting dengan main sinetron seperti 'Anak Jalanan'. Mungkin banyak yang suka nyangkurin mereka karena mirip.
Setahuku, Lis Susiana lebih dikenal sebagai penyanyi religi ketimbang aktris. Nggak ada sinetron besar yang menguatkan namanya di dunia akting. Kalau pun pernah main, mungkin hanya guest appearance atau peran pendukung yang nggak terlalu mencolok. Kariernya lebih bersinar di industri musik dengan lagu-lagu seperti 'Ketika Tangan dan Kaki Berkata'.
2026-07-20 04:33:05
8
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Lilya : Gadis yang Digadaikan Keluarga (INDONESIA)
Kaitani_H
9.3
183.7K
Perusahaan keluarga nyaris bangkrut, keuangan menipis lantaran terbiasa hidup hedonis.
Lilya harus menerima takdir Kenanga yang menolak dijodohkan dengan Pak Tua Mesum dari keluarga Gunawan yang terkenal. Demi keluarga dia rela berkorban, dia rela digadaikan, dinikahkan dengan Pak Tua Mesum Gunawan yang terkenal kaya raya.
Namun, Pak Tua itu tidak mau menunjukkan dirinya sebelum hari pernikahan mereka tiba. Sosoknya yang misterius dan selalu bersembunyi di balik kamera, akhirnya terungkap saat ia menikahi Lilya dengan cara terhormat.
"K-kamu ... masih muda?" tanya Lilya dengan polosnya.
"Kamu kira saya sudah tua?"
Lilya menggeleng panik. "Tapi, kata Kak Kenanga, kamu orang tua mesum dari keluarga Gunawan yang terkenal."
Laki-laki bernama Evan itu mendengkus keras. "Itu hanya rumor palsu tentang saya, jangan percaya rumor sebelum kamu melihat sendiri buktinya."
Apakah Lilya yang selalu menderita bisa hidup bahagia dengan suaminya Evan? Ataukah Kenanga akan menjadi duri dalam daging di pernikahan keduanya?
___
All right reserved by Kaitani Hikari
Hingga meninggal, Anggi Suharjo baru tahu bahwa dirinya adalah karakter sampingan yang ditakdirkan menjadi korban dalam sebuah novel. Sementara itu, yang menjadi tokoh utamanya adalah adik kembarnya, Wulan Suharjo.
Sejak kecil, Wulan adalah anak emas yang disayang semua orang. Sebaliknya, Anggi tidak pernah mendapatkan perhatian keluarganya sekalipun dia sudah melimpahkan semua cintanya kepada mereka.
Anggi bahkan menggantikan sang adik untuk menikah dengan Luis Giandra yang terkenal kejam dan bengis. Namun, karena mencoba kabur di hari pernikahan, Anggi dibuat lumpuh dan dilemparkan ke depan rumah orang tuanya.
Sementara itu, keluarga yang merupakan segalanya bagi Anggi malah menutup rapat pintu agar tidak terjerat masalah. Anggi yang malang pun mati kedinginan di tengah salju.
Saat membuka mata lagi, dia kembali ke hari pernikahan di Kediaman Pangeran Selatan itu. Dalam kesempatan hidup kedua ini, Anggi memutuskan untuk tidak mencari simpati pada keluarganya lagi. Semua yang mereka ambil darinya, akan Anggi rebut kembali.
Kali ini, Anggi tidak akan menyembunyikan bakatnya lagi. Dia akan menaklukkan dunia dengan kecerdasan strategi militer. Dia juga akan dielu-elukan semua orang dengan keahlian medisnya yang luar biasa.
Keluarga yang meremehkan Anggi selama belasan tahun ini akhirnya menyesal dan meminta pengampunannya. Namun, mana mungkin dia memaafkan orang-orang yang sudah mengabaikannya selama ini?
Sementara itu, pria kejam yang awalnya bilang hubungan mereka sekadar "saling memanfaatkan", malah menempel manja tanpa memberi Anggi kesempatan untuk melarikan diri.
Anggi jadi geram. "Luis! Kamu kenapa, sih?"
Luis melingkarkan tangan di pinggang Anggi. "Aku mau bayar utang, utang nyawa!"
Bima seorang CEO tampan dan mapan, dijodohkan oleh seorang gadis lugu bernama Lika yang berasal dari desa terpencil.
Mampukah Lika membuat Bima jatuh cinta? Sementara Lusy wanita yang pernah membuat Bima mabuk kepayang hadir kembali dalam hidup Bima?
Apakah keluguan Lika mampu menyingkirkan Lusy?
Hari itu Lucia—seorang aktris kurang terkenal berpikir hidupnya akan hancur dengan segala masalah yang menimpahnya. Mulai dari ia ditampar dengan kenyataan pahit atas apa yang dilihatnya di apartemen kekasihnya. Sahabatnya sendiri—Navy, berada di ranjang yang sama dengan David—kekasih Lucia. Belum lagi kondisi kesehatan ibunya yang memburuk. Tapi di tengah itu, Arthen aktor papan atas yang selama ini sering kali menguntit dan membuat masalah dengannya menawarinya sebuah kontrak untuknya masuk ke dalam agensinya. Terasa seperti jebakan. Namun karena merasa ingin sekali lagi percaya pada seseorang, Lucia menerimanya. Siapa sangka bahwa kontrak itu menjadi langkah awal Lucia bisa membuktikan diri bahwa dia mampu mencapai puncak popularitasnya.
Lantas, bagaimana perjalanan Lucia menjadi terkenal?
Misah, gadis 16 tahun harus menikah dengan Raden Wikrama Manggalayuda. Pernikahan itu terjadi akibat siasat licik Nyai Sri Gandawangi yang tidak lain adalah istri pertama Raden Wikrama. Ramalan Ki Jaya Wijaya yang menyebutkan bahwa putra Raden Wikrama dan Misah kelak akan mewarisi tahta kerajaan Singapatih membuat Nyai Sri yang memiliki ambisi besar akan tahta harus mengorbankan Misah untuk mencapainya. Misah gadis desa yang masih muda dan lugu akhirnya terjebak dalam siasat itu. Gadis itu menjalani kehidupan seperti di neraka sejak mendapat hukuman diasingkan ke hutan. Disaat hidupnya berada di titik terendah, ia bertemu dengan Sanjaya. Pemuda tampan itu tanpa sengaja membawa Misah bertemu dengan paman-pamannya yang merupakan bandit. Seketika hidup Misah berubah, keterpurukan membuatnya sadar bahwa harus ada yang bertanggungjawab atas semua yang telah dialaminya. Sejak saat itu Misah memutuskan menjadi bandit dan memulai rencana balas dendamnya. Sepak terjang Misah membuatnya terkenal dan mendapat julukan Nyai Selendang Wungu.
Mohon untuk para Reader, ini beneran cerita untuk 18+ yaa, karena mungkin nanti akan banyak adegan XX nya. Jadi harus bijak memilih bacaan! hehehe, happy reading.
Dijual, dijadikan mesin uang, Sienna Halim, tidak pernah merasakan kebahagiaan semenjak dia lahir di keluarga konglomerat.
.
Tekanan dari orang tuanya yang selalu memaksanya mengencani anak-anak pengusaha, membuat kepribadian Sienna yang lembut, menjadi rusak.
.
Di rumah, dia adalah putri semata wayang teladan. Di sekolah, dia adalah Ratu bully yang ditakuti semua orang.
.
Semenjak Henri, ayahnya, memaksa Sienna untuk merayu ketua OSIS di sekolahnya, Sienna meluapkan kekesalannya pada satu orang.
Tak ada yang lain, lelaki cupu yang selalu dia siksa setiap hari di sekolah, Samuel Yudhistira.
.
Kehidupannya yang penuh tekanan menjadi sedikit menyenangkan semenjak 'rutinitas' wajibnya dengan Samuel di mulai.
.
Yang Sienna tidak tau, Samuel juga diam-diam merencanakan pembalasan balik untuknya.
.
Hari itu, Sienna diculik. Dan alih-alih melihat siapa penculiknya, dia tercengang dengan sosok Samuel, berdiri dengan seringai tajam di bibirnya, menjadi Samuel yang benar-benar berbeda dari sebelumnya.
.
"How was it, Sienna? Rasanya disetubuhi oleh lelaki yang biasa kau bully?"
***
Cover Ilustrasi by fb Rida Graphic
Mengenal Lis Susiana itu seperti menemukan mutiara tersembunyi di antara deretan nama besar di industri hiburan. Sosoknya mungkin tidak seflashy artis papan atas, tapi kontribusinya justru sering menjadi tulang punggung proyek-proyek kreatif. Aku ingat pertama kali menyadari keberadaannya saat melihat credit title sebuah sinetron Ramadan tahun 2018 - namanya muncul sebagai sutradara pendamping. Yang bikin penasaran, gaya penyutradaraannya selalu membawa nuansa segar meski dalam format sinetron yang terkadang dianggap 'baku'.
Belakangan aku baru paham bahwa Lis adalah salah satu dari sedikit profesional yang bisa bermain di berbagai lini produksi. Dari mulai menjadi scriptwriter untuk beberapa FTV di stasiun swasta, sampai membantu pengembangan konsep acara reality show. Yang paling mengesankan adalah kemampuannya beradaptasi - bisa bekerja di balik layar sinetron komedi teenage besoknya sudah terlibat dalam produksi film indie bergenre thriller psikologis. Mungkin inilah yang membuat karirnya terus berkembang tanpa terjebak dalam satu 'kotak' tertentu.
Terakhir kali aku mendengar kabarnya, Lis sedang menggarap serial web orisinal untuk platform streaming besar. Kabarnya proyek ini akan mengeksplorasi cerita-cerita urban dengan pendekatan visual yang lebih cinematic. Sungguh menarik melihat bagaimana sosok seperti Lis terus menemukan ruang untuk bereksperimen di industri yang sering dianggap hanya mengulang formula sukses.
Kebetulan beberapa waktu lalu aku lagi iseng ngecek film-film indie lokal, dan nemu nama Lis Susiana di beberapa judul yang cukup menarik. Aktris satu ini emang sering muncul di film-film dengan nuansa sosial atau drama keluarga, dan menurutku aktingnya natural banget. Salah satu yang paling berkesan buatku itu 'Bukan Cerita Cinta Biasa' (2018), di situ dia main sebagai sosok ibu single parent yang berjuang buat anaknya. Ada juga 'Ruang Tanpa Jendela' (2020) di mana dia bikin merinding sebagai korban kekerasan domestik. Yang terbaru, di 'Laut Bercerita' (2022) adaptasi novel ternama itu, penampilannya sebagai tetangga misterius bikin film makin atmosferik.
Aku suka cara Lis Susiana milih proyek yang selalu punya pesan kuat. Di 'Dinding Waktu' (2019) yang eksperimental itu, ekspresi matanya aja udah bisa bercerita tanpa dialog panjang. Kalau mau liat versi lebih mainstream, dia pernah cameo di 'Milea: Suara dari Dilan' (2020) sebagai guru tari. Yang bikin aku respect, meskipun sering dapat peran pendukung, tapi presence-nya selalu memorable. Kayaknya dia emang spesialis di karakter-karakter kompleks yang butuh kedalaman emosi.
Mengikuti jejak Lis Susiana di industri hiburan itu seperti menelusuri cerita underdog yang penuh determinasi. Awalnya, dia hanya gadis biasa dari kota kecil yang ikut komunitas teater kampus karena hobi. Tapi ada momen pivotal ketika seorang sutradara indie melihat penampilannya di pentas kampus dan terkesan dengan intensitas emosinya. Proyek pertamanya adalah film pendek 'Ranting di Atas Sungai' yang meskipun low-budget, berhasil menarik perhatian kritikus karena nuansa realismenya.
Perlahan tapi pasti, Lis membangun reputasi sebagai aktris serba bisa. Yang bikin aku respect, dia gak mau terjebak dalam satu jenis peran. Dari antagonis dingin di sinetron 'Cahaya Terakhir', sampai ibu single parent yang haru-biru di 'Rumah Tanpa Atap', eksplorasinya selalu membawa kesegaran. Tahun 2015 menjadi turning point ketika dia memenangkan Piala Citra untuk perannya sebagai korban kekerasan dalam 'Titik Nadir' - film yang mengangkat isu sosial dengan cara raw tapi elegan.
Mengikuti perkembangan dunia hiburan Indonesia, terutama sinetron, memang selalu menarik. Alyssa Soebandono adalah salah satu aktris yang cukup produktif di awal 2000-an. Salah satu peran yang paling diingat adalah dalam 'Demi Cinta' pada tahun 2005, di mana ia berperan sebagai Rina. Sinetron ini cukup populer saat itu dan menampilkan kisah percintaan yang rumit.
Selain itu, Alyssa juga muncul di 'Cinta SMU' sebagai supporting cast. Sinetron ini mengangkat kehidupan remaja dan cukup sukses di masanya. Kemudian, ada 'Kau Masih Kekasihku' di tahun 2007 yang membuat namanya semakin dikenal. Perannya sebagai gadis lugu yang terlibat dalam konflik keluarga cukup memorable.
Terakhir, jangan lupa 'Cinta Fitri' di tahun 2008, di mana Alyssa berperan sebagai Fitri. Karakter ini membawanya ke puncak popularitas dan membuatnya semakin dicintai penonton. Sinetron ini tayang selama beberapa season dan menjadi salah satu yang paling sukses di masanya.