Apakah Lis Susiana Pernah Bermain Dalam Sinetron Indonesia?

2026-07-16 21:32:24
206
Share
ABO Personality Quiz
Take a quick quiz to find out whether you‘re Alpha, Beta, or Omega.
Start Test
Write Answer
Ask Question

2 Answers

Yara
Yara
Favorite read: Adikku Ingin Jadi Artis
Teman Novel Koki
Bicara tentang Lis Susiana, aku langsung teringat masa kecil ketika sering banget nonton sinetron Indonesia di TV. Dari ingatan samar-samar, sepertinya Lis Susiana pernah muncul di beberapa sinetron lawas sekitar tahun 2000-an awal, tapi perannya biasanya kecil atau figuran. Aku lebih familiar dengan namanya di dunia musik sebagai penyanyi lagu-lagu religi populer. Kalau nggak salah, dia pernah nyanyi bareng Haddad Alwi dan jadi bagian dari tren musik religi yang hits waktu itu.

Aku sempat browsing sebentar buat pastiin, dan ternyata emang Lis Susiana lebih fokus ke musik. Kalaupun pernah main sinetron, kayaknya cuma cameo atau bintang tamu. Kharismanya lebih terasa di panggung musik dengan suara khasnya yang lembut. Justru adiknya, Liza Natalia, yang lebih aktif di dunia akting dengan main sinetron seperti 'Anak Jalanan'. Mungkin banyak yang suka nyangkurin mereka karena mirip.
2026-07-18 10:27:05
18
Blake
Blake
Favorite read: Wanita Penghibur
Pembaca Aktif Guru
Setahuku, Lis Susiana lebih dikenal sebagai penyanyi religi ketimbang aktris. Nggak ada sinetron besar yang menguatkan namanya di dunia akting. Kalau pun pernah main, mungkin hanya guest appearance atau peran pendukung yang nggak terlalu mencolok. Kariernya lebih bersinar di industri musik dengan lagu-lagu seperti 'Ketika Tangan dan Kaki Berkata'.
2026-07-20 04:33:05
8
View All Answers
Scan code to download App

Related Books

Related Questions

Siapa Lis Susiana dan perannya di industri hiburan?

2 Answers2026-07-16 17:16:32
Mengenal Lis Susiana itu seperti menemukan mutiara tersembunyi di antara deretan nama besar di industri hiburan. Sosoknya mungkin tidak seflashy artis papan atas, tapi kontribusinya justru sering menjadi tulang punggung proyek-proyek kreatif. Aku ingat pertama kali menyadari keberadaannya saat melihat credit title sebuah sinetron Ramadan tahun 2018 - namanya muncul sebagai sutradara pendamping. Yang bikin penasaran, gaya penyutradaraannya selalu membawa nuansa segar meski dalam format sinetron yang terkadang dianggap 'baku'. Belakangan aku baru paham bahwa Lis adalah salah satu dari sedikit profesional yang bisa bermain di berbagai lini produksi. Dari mulai menjadi scriptwriter untuk beberapa FTV di stasiun swasta, sampai membantu pengembangan konsep acara reality show. Yang paling mengesankan adalah kemampuannya beradaptasi - bisa bekerja di balik layar sinetron komedi teenage besoknya sudah terlibat dalam produksi film indie bergenre thriller psikologis. Mungkin inilah yang membuat karirnya terus berkembang tanpa terjebak dalam satu 'kotak' tertentu. Terakhir kali aku mendengar kabarnya, Lis sedang menggarap serial web orisinal untuk platform streaming besar. Kabarnya proyek ini akan mengeksplorasi cerita-cerita urban dengan pendekatan visual yang lebih cinematic. Sungguh menarik melihat bagaimana sosok seperti Lis terus menemukan ruang untuk bereksperimen di industri yang sering dianggap hanya mengulang formula sukses.

Film apa saja yang dibintangi oleh Lis Susiana?

2 Answers2026-07-16 05:47:46
Kebetulan beberapa waktu lalu aku lagi iseng ngecek film-film indie lokal, dan nemu nama Lis Susiana di beberapa judul yang cukup menarik. Aktris satu ini emang sering muncul di film-film dengan nuansa sosial atau drama keluarga, dan menurutku aktingnya natural banget. Salah satu yang paling berkesan buatku itu 'Bukan Cerita Cinta Biasa' (2018), di situ dia main sebagai sosok ibu single parent yang berjuang buat anaknya. Ada juga 'Ruang Tanpa Jendela' (2020) di mana dia bikin merinding sebagai korban kekerasan domestik. Yang terbaru, di 'Laut Bercerita' (2022) adaptasi novel ternama itu, penampilannya sebagai tetangga misterius bikin film makin atmosferik. Aku suka cara Lis Susiana milih proyek yang selalu punya pesan kuat. Di 'Dinding Waktu' (2019) yang eksperimental itu, ekspresi matanya aja udah bisa bercerita tanpa dialog panjang. Kalau mau liat versi lebih mainstream, dia pernah cameo di 'Milea: Suara dari Dilan' (2020) sebagai guru tari. Yang bikin aku respect, meskipun sering dapat peran pendukung, tapi presence-nya selalu memorable. Kayaknya dia emang spesialis di karakter-karakter kompleks yang butuh kedalaman emosi.

Bagaimana karier Lis Susiana di dunia akting dimulai?

2 Answers2026-07-16 04:13:33
Mengikuti jejak Lis Susiana di industri hiburan itu seperti menelusuri cerita underdog yang penuh determinasi. Awalnya, dia hanya gadis biasa dari kota kecil yang ikut komunitas teater kampus karena hobi. Tapi ada momen pivotal ketika seorang sutradara indie melihat penampilannya di pentas kampus dan terkesan dengan intensitas emosinya. Proyek pertamanya adalah film pendek 'Ranting di Atas Sungai' yang meskipun low-budget, berhasil menarik perhatian kritikus karena nuansa realismenya. Perlahan tapi pasti, Lis membangun reputasi sebagai aktris serba bisa. Yang bikin aku respect, dia gak mau terjebak dalam satu jenis peran. Dari antagonis dingin di sinetron 'Cahaya Terakhir', sampai ibu single parent yang haru-biru di 'Rumah Tanpa Atap', eksplorasinya selalu membawa kesegaran. Tahun 2015 menjadi turning point ketika dia memenangkan Piala Citra untuk perannya sebagai korban kekerasan dalam 'Titik Nadir' - film yang mengangkat isu sosial dengan cara raw tapi elegan.

Alyssa Soebandono pernah main sinetron apa saja?

3 Answers2025-12-29 01:05:43
Mengikuti perkembangan dunia hiburan Indonesia, terutama sinetron, memang selalu menarik. Alyssa Soebandono adalah salah satu aktris yang cukup produktif di awal 2000-an. Salah satu peran yang paling diingat adalah dalam 'Demi Cinta' pada tahun 2005, di mana ia berperan sebagai Rina. Sinetron ini cukup populer saat itu dan menampilkan kisah percintaan yang rumit. Selain itu, Alyssa juga muncul di 'Cinta SMU' sebagai supporting cast. Sinetron ini mengangkat kehidupan remaja dan cukup sukses di masanya. Kemudian, ada 'Kau Masih Kekasihku' di tahun 2007 yang membuat namanya semakin dikenal. Perannya sebagai gadis lugu yang terlibat dalam konflik keluarga cukup memorable. Terakhir, jangan lupa 'Cinta Fitri' di tahun 2008, di mana Alyssa berperan sebagai Fitri. Karakter ini membawanya ke puncak popularitas dan membuatnya semakin dicintai penonton. Sinetron ini tayang selama beberapa season dan menjadi salah satu yang paling sukses di masanya.
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status