Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa

Tak Apa Jadi Istri Kedua, yang Penting Soleha
Tak Apa Jadi Istri Kedua, yang Penting Soleha
Fika memang istri kedua, tapi dia sunguh yakin suaminya pasti akan tetap mencintai dia selamanya. "Aku 'kan lebih taat agama dibanding Mba Rina," ucapnya bangga, "ditambah lagi, aku lebih cantik!" Senyum pongah tampak di wajah istri kedua Ahmad itu!
10
|
55 Bab
Apa Warna Hatimu?
Apa Warna Hatimu?
Kisah seorang wanita muda yang memiliki kemampuan istimewa melihat warna hati. Kisah cinta yang menemui banyak rintangan, terutama dari diri sendiri.
10
|
151 Bab
Takdir Kita Tak Pernah Terhubung
Takdir Kita Tak Pernah Terhubung
Suami aku dan aku adalah dua orang yang paling saling membenci di dunia ini. Dia membenci aku karena aku telah memisahkannya dari wanita yang dia cintai. Dan aku membenci dia karena hatinya selalu terisi oleh wanita lain itu. Selama delapan tahun pernikahan, kata-kata yang paling sering kami ucapkan satu sama lain bukanlah cinta, bukan pula kewajiban, melainkan kutukan dan makian. Namun, pada hari ketika kota hancur, segalanya berubah. Panji-panji musuh telah tampak jelas di balik gerbang yang hampir runtuh. Ia melaju ke depan dan menghalangi jalur, menempatkan tubuhnya di antara musuh dan jalan pelarian aku. “Tetaplah hidup.” Dia berkata dengan pelan. Lalu ia mengangkat pedangnya dan tak menoleh ke belakang. Panah-panah datang seperti hujan deras. Ketika anak-anak panah itu menembus tubuhnya, ia menoleh sekali, hanya sekali…. Setelah itu, tubuhnya tetap berdiri menghalangi jalan. tidak ada satu pun musuh yang berhasil melewatinya. “Jika ada kehidupan lain … semoga Yang Mulia memberikan belas kasihan agar aku bisa menjadi miliknya.” Malam itu, kota hancur lebur. Penduduknya tewas atau melarikan diri. Aku memanjat menara tertinggi di istana. Dan aku melompat. Saat aku membuka mata kembali, hal pertama yang aku lakukan adalah menemui raja. “Kerajaan-kerajaan di utara membutuhkan pengantin dari keluarga kerajaan,” kata aku. “Aku yang akan pergi.” Dalam kehidupan ini, akulah yang akan melewati perbatasan. Di kehidupan sebelumnya, ia mati dengan keyakinan bahwa ia telah mengecewakan wanita itu. Kali ini, aku tidak akan membiarkan penyesalan itu terulang kembali. Aku akan menerima perkawinan yang seharusnya ditujukan untuk wanita itu. Aku akan mengenakan mahkota yang seharusnya mengasingkannya. Aku pun akan menjalani masa depan yang seharusnya tidak wanita itu tanggung. Biarkan cintaku tinggal di sini. Biarkan ia melindungi wanita itu. Biarkan ia menjalani hidupnya dengan keyakinan bahwa, pada akhirnya, ia telah menepati janjinya.
|
8 Bab
Jika Istri Majikan dan Anaknya Memaksa, Aku Bisa Apa?
Jika Istri Majikan dan Anaknya Memaksa, Aku Bisa Apa?
Napasnya terengah, keringat bercampur air hujan menguarkan aroma yang meletupkan panas tubuh keduanya! Di dalam mobil mewah yang baru saja berhenti di gerbang, Firzan merasakan cengkeraman jari-jari Miliana, sang majikan sekaligus mamah muda yang memabukkan, di kemejanya. "Kamu tahu kamu mau aku, Firzan," desis Miliana, suaranya parau. Jarak beberapa meter dari rumah sang suami terasa bagai jurang yang memisahkan mereka dari bahaya dan kenikmatan terlarang. Pertarungan antara godaan memabukkan dan bayangan Chantika yang tulus mengoyak Firzan, namun sentuhan panas ini terlalu kuat, terlalu nyata untuk dihindari.
10
|
237 Bab
Apa Kamu Kurang Istri?
Apa Kamu Kurang Istri?
Dua minggu sebelum pernikahan, Felix Darmaji tiba-tiba menunda upacara pernikahan kami. Dia berkata, "Shifa bilang kalau hari itu adalah pameran lukisan pertamanya. Dia sendirian saat acara pembukaan nanti. Aku khawatir dia merasa ketakutan kalau nggak sanggup menghadapi situasi itu, jadi aku harus pergi untuk membantunya." "Kita berdua juga nggak memerlukan acara penuh formalitas seperti ini. Apa bedanya kalau kita menikah lebih cepat atau lebih lambat sehari?" lanjut Felix. Namun, ini adalah ketiga kalinya pria ini menunda tanggal pernikahan kami demi Shifa Adnan. Saat pertama kali, Felix mengatakan bahwa Shifa baru saja menjalani operasi. Wanita itu merindukan makanan dari kampung halamannya, jadi Felix tanpa ragu pergi ke luar negeri untuk merawatnya selama dua bulan. Saat kedua kalinya, Felix mengatakan bahwa Shifa ingin pergi ke pegunungan terpencil untuk melukis serta mencari inspirasi. Felix khawatir akan keselamatannya, jadi dia ikut bersama wanita itu. Ini adalah ketiga kalinya. Aku menutup telepon, menatap teman masa kecilku, Callen Harlan, yang sedang duduk di seberang dengan sikap santai. Dia sedang mengetuk lantai marmer dengan tongkat berhias zamrud di tangannya, membentuk irama yang teratur. "Apakah kamu masih mencari seorang istri?" tanyaku. Pada hari pernikahanku, Shifa yang tersenyum manis sedang mengangkat gelasnya, menunggu Felix untuk bersulang bersamanya. Namun, pria itu justru menatap siaran langsung pernikahan putra kesayangan Grup Harlan, pengembang properti terbesar di negara ini, dengan mata memerah.
|
10 Bab
Untuk Apa Lagi Mencinta
Untuk Apa Lagi Mencinta
Pada hari kelima puluh lima sejak tunanganku memblokirku, aku membatalkan pernikahan yang sudah kunanti-nantikan selama delapan tahun. Sementara dia masih menemanikan teman masa kecilnya yang depresi beristirahat dan berobat di kuil. Dia membuat Kuil Jingu yang selalu ramai peziarah tutup selama setengah tahun penuh. Namun, karena kehilangannya tanpa sebab, aku dikepung dan dikejar-kejar wartawan hingga tak punya tempat tinggal. Terpaksa, aku pergi ke Kuil Jingu untuk mencarinya. Tapi dia justru mengusirku turun gunung dengan alasan tak boleh mengganggu ketenangan kuil. Di tengah musim dingin yang menusuk, aku pingsan dan nyaris tewas di kaki gunung. Saat siuman, kulihat Arif Wijaya menanam hamparan besar mawar yang lambangnya cinta dengan tangannya sendiri di tanah suci kuil itu. Setengah tahun kemudian, akhirnya dia turun gunung dan membawa teman masa kecilnya pulang. Mawar yang mereka tanam itu memenuhi kamar pengantin kami. Kutatap dingin. Dia belum tahu, aku sebentar lagi akan menikah dengan orang lain.
|
9 Bab

Mengapa Film Netflix Barat Mendapat Rating Buruk Meskipun Populer?

3 Jawaban2025-10-24 10:53:57

Ada satu hal yang sering menggangguku: film Netflix barat kerap populer namun dinilai buruk.

Aku merasa perbedaan antara 'populer' dan 'disukai' sering hilang dari diskusi. Netflix punya mesin rekomendasi yang mengarahkan film ke jutaan orang dengan cepat, jadi banyak judul bisa jadi viral hanya karena tampil di halaman depan atau dipromosikan oleh selebriti. Angka tontonan atau trending seringkali mencerminkan sukses pemasaran dan eksposur, bukan kualitas cerita. Selain itu, penonton sering menonton karena penasaran — judul yang terlihat bombastis atau trailer keren bisa mendorong orang klik, padahal setelah nonton mereka merasa cuma terhibur sementara atau justru kecewa.

Di sisi lain, skor kritikus dan rating pengguna di platform seperti IMDb atau Rotten Tomatoes punya ekspektasi berbeda. Kritikus menilai aspek teknis, struktur naskah, dan orisinalitas secara lebih ketat, sementara komunitas pengguna seringkali lebih keras ketika merasa dibohongi oleh hype. Ada juga fenomena review-bombing atau pembelaan fanbase yang membuat skor semakin terpolarisasi. Belum lagi masalah lokalitas — humor, konteks budaya, atau dubbing/subtitle yang kurang pas bisa membuat penonton internasional memberi nilai rendah.

Contohnya, film seperti 'Bird Box' atau 'Red Notice' sempat meledak dari sisi jumlah tontonan tapi mendapat respon beragam dari kritikus. Aku sendiri senang menonton apa yang lagi rame, tapi seringnya aku lebih menghargai film yang memantul di pikiranku beberapa hari setelah menonton ketimbang yang cuma bikin heboh sehari. Itu kenapa populer tidak selalu sama dengan berkualitas, setidaknya menurut pandanganku.

Bagaimana Penyair Menggambarkan Rindu Dalam Karya Mereka?

4 Jawaban2026-02-25 09:27:06

Ada sesuatu yang magis tentang cara penyair mengubah perasaan rindu menjadi kata-kata. Mereka sering menggunakan metafora alam—bulan yang merindukan matahari, sungai yang rindu bertemu laut, atau daun kering yang merindukan dahan. Di 'Hujan Bulan Juni' Sapardi Djoko Damono, rindu digambarkan sebagai hujan yang tak kunjung reda, sesuatu yang halus tapi terus-menerus.

Penyair juga suka bermain dengan kontras: jarak yang jauh justru membuat rindu lebih terasa, seperti dalam puisi 'Aku Ingin' karya Sapardi yang sederhana namun dalam. Mereka membangun imaji sensori—bau kopi pagi, sentuhan angin malam, atau suara derau kereta—untuk membuat pembaca merasakan rindu secara fisik, bukan sekadar emosi abstrak.

Apakah Ada Chord Gitar Untuk Teks Lagu Ibu Qasidah?

3 Jawaban2026-03-27 02:15:09

Aku pernah mencari chord gitar untuk lagu-lagu qasidah Ibu saat ingin memainkannya di acara keluarga. Beberapa lagu populer seperti 'Ya Banat' atau 'Shollu Alan Nabi' sebenarnya punya pola chord sederhana yang cocok untuk pemula. Biasanya pakai progresi dasar seperti C-F-G atau Am-Dm-E. Tapi memang agak sulit menemukan versi resminya karena aransemen qasidah tradisional sering dimainkan dengan alat musik perkusi.

Kalau mau lebih autentik, coba dengarkan rekaman aslinya dulu untuk menangkap nuansa maqam-nya. Kadang chord minor dan seventh bisa memberi feel yang lebih pas. Aku suka eksperimen dengan transpose jika nadanya terlalu tinggi untuk vokal. Yang penting mempertahankan roh qasidahnya sambil menyesuaikan dengan gaya bermain gitar.

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status