Kakawin Sutasoma

Wanita Yang Dicintai Suamiku
Wanita Yang Dicintai Suamiku
Ketika sebuah pernikahan tak berjalan dengan semestinya dan akhirnya menyakiti satu sama lain, bisakah pernikahan itu dipertahankan? Kisah Alina, yang harus melepaskan suaminya kepada wanita yang dicintainya, mampukah Sang waktu menyelesaikannya, ataukah cinta Alina dapat membawa suaminya kembali?
9.9
169 Bab
Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!
Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!
Di tahun ketiga pernikahannya dengan Adrian Pranadipa, Shanaya Wirajaya akhirnya mengetahui siapa wanita yang sebenarnya dia cintai. Wanita itu adalah kakak iparnya. Di malam kematian sang kakak, Adrian sama sekali tidak peduli pada Shanaya yang berdiri di sampingnya, dan malah menjadi tameng hidup untuk kakak iparnya menerima tamparan telak. Shanaya sadar, alasan Adrian menikahinya hanyalah karena dia cukup penurut dan tahu diri. Dan kenyataannya, dia memang sangat tahu diri. Tahu diri sampai-sampai urusan perceraian pun tidak sampai mengusik Adrian sedikit pun. Adrian tidak tahu bahwa dia sudah memegang surat cerai. Adrian tidak tahu bahwa dia hampir menikah dengan pria lain. Di hari ketika Shanaya berhasil mengembangkan obat mujarab untuk kanker, seluruh dunia bersorak memujinya. Hanya Adrian yang berlutut dengan satu kaki, mata memerah penuh penyesalan memohon, "Shanaya, aku salah... bisakah kamu menoleh sekali saja kepadaku?" Dia dulunya adalah pria sempurna, lembut dan terhormat, mana mungkin dia bisa salah? Shanaya melangkah mundur. Di saat yang sama, pria yang dikenal sebagai sosok paling berkuasa, dingin, tak tersentuh, dan sulit didekati, menarik pinggangnya dengan mantap. Suara beratnya menggema, tegas dan penuh otoritas. "Maaf, dia sudah mau menikah. Dengan aku."
9.2
603 Bab
Menantu Super Kaya
Menantu Super Kaya
Davin dianggap sebagai calon menantu sampah. Dia dihinakan di hadapan semua orang. Tanpa disadari, segerombol pria berjas hitam membawanya, dan saat itu juga dia menjadi miliarder terkaya di Asia!
8.4
577 Bab
Kaya Setelah Diusir Mertua
Kaya Setelah Diusir Mertua
Karena difitnah oleh para iparnya, Salma yang seorang janda, diusir oleh mertuanya, agar tak mendapat pembagian warisan almarhum suaminya. Namun karena ketulusan dan kebaikan hati Salma, wanita cantik beranak satu itu justru dipersunting oleh pria tampan yang kaya raya. Bagaimana tanggapan para ipar dan mertuanya saat melihat Salma berubah makin cantik dan kaya raya?
9.8
220 Bab
Istri Keempat
Istri Keempat
WARNING!!! - Adult story (21+) - Slow burn romance (alur lambat) ***** Airin terkenal sebagai wanita baik-baik, dia anak yang sangat berbakti kepada kedua orang tua. Airin tidak pernah sekalipun membantah apapun yang orang tuanya perintahkan. Termasuk ketika Bapak dan Ibu menyuruhnya menikah dengan seorang pendatang kaya raya di desa mereka, Tuan Saka Januar Pradipta. Airin tidak masalah kalau Tuan Saka masih lajang, tapi pria berusia 33 tahun itu telah memiliki 3 istri. Yang artinya, Airin... akan jadi yang keempat. Namun apakah akan sesederhana itu? Tentu saja tidak. Karena Airin menolak menjadi wanita yang tertindas. Sifat yang selama ini mati-matian dia tutupi dari orang-orang perlahan mulai muncul. Airin bukanlah gadis baik seperti yang selama ini mereka pikirkan. Dia licik dan manipulatif, sayangnya tidak ada yang menyadari itu karena wajah polosnya. Kecuali... kecuali tentu saja Tuan Saka yang terhormat. Di hadapan suaminya itu, Airin tidak pernah bisa menutupi apapun. *** Start : 31/12/20 Finish : 31/08/21 2020 by Asia July
9.7
100 Bab
Cinta yang Candu: Gairah Panas sang Presiden
Cinta yang Candu: Gairah Panas sang Presiden
Yvonne Staford menikah, tetapi pengantin pria tak kunjung muncul.Lantaran kesal dengan kehidupannya selalu dikendalikan oleh ayahnya, dia pun ingin memberontak.Pada malam pertamanya, Yvonne bertemu dengan seorang pria asing. Dia menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada pria itu.Pria ini terus mengejar-ngejarnya. Pada akhirnya, dia baru menyadari bahwa pria ini adalah suami yang menghilang pada hari pernikahan mereka ....
9.5
674 Bab

Sutasoma Adalah Ajaran Moral Utama Apa Dalam Kakawin?

3 Jawaban2025-10-22 21:10:21

Kupikir inti moral dari 'kakawin Sutasoma' itu sederhana tapi dalam: dia menekankan belas kasih dan toleransi sebagai pilar utama hidup bermasyarakat. Aku ingat betapa terpukulnya aku waktu pertama kali menyadari bagaimana tokoh Sutasoma menolak kekerasan dan pilih jalan pengorbanan demi menyelamatkan makhluk lain — itu bukan cuma aksi heroik, melainkan manifestasi etika yang sangat kuat tentang ahimsa atau kebajikan tidak membunuh.

Selain itu, ada pesan pluralisme yang susah dilupakan. Dalam teks itu ada gema yang kemudian jadi semboyan negara kita, 'Bhinneka Tunggal Ika' — berbeda-beda tapi tetap satu. Dari sudut pandangku, itu bukan sekadar soal agama atau suku; itu soal bagaimana kita menghormati hidup orang lain, mengakui keberagaman sebagai kekayaan, bukan alasan untuk permusuhan.

Akhirnya aku merasakan bahwa Sutasoma mengajarkan transformasi batin: bukan cuma menahan diri dari kekerasan, tapi aktif berbuat baik, berempati, dan mengubah hati lawan jadi sahabat. Itu terasa relevan waktu melihat konflik kecil sehari-hari — kalau kita bawa roh Sutasoma, banyak pertikaian bisa diredam tanpa harus menang-menangan, melainkan menang bersama.

Sutasoma Adalah Perbedaan Utama Antara Versi Jawa Dan Bali?

3 Jawaban2025-10-22 22:16:46

Ada satu hal yang bikin aku selalu bersemangat tiap mengulik naskah tua: membandingkan versi 'Sutasoma' di Jawa dan di Bali seperti menelusuri dua cabang keluarga yang sama darahnya tapi punya selera hidup berbeda. Di sisi Jawa, teks 'Sutasoma' yang kita kenal berasal dari kakawin Kawi—bahasanya padat, metrumnya ketat, dan konteksnya sangat terikat pada estetika istana Majapahit. Naskah-naskah Jawa cenderung fokus pada bentuk puitik, diksi Sanskritis, dan sering berakhir sebagai bahan pelajaran sastra atau referensi sejarah, bukan bahan pertunjukan sehari-hari. Banyak fragmen utuhnya hilang atau hanya tersimpan sebagai kutipan di karya-karya lain, jadi pembacaan Jawa sering terasa seperti rekonstruksi akademis.

Sementara di Bali, 'Sutasoma' hidup lebih sebagai organisme yang terus bernapas: teks ditulis dan dibaca dalam aksara lontar, lalu diwarnai dengan komentar lokal, sisipan epik, dan gaya pementasan yang khas. Aku suka mencatat bagaimana pembacaan Bali lebih luwes—beberapa adegan ditambah dialog, ada penekanan pada nilai religius dan ritus, serta integrasi dengan tarian dan gamelan. Itu membuat versi Bali terasa lebih kontekstual dalam praktik keagamaan sehari-hari, bukan sekadar warisan sastra yang dibaca di meja studi.

Dari segi isi ada perbedaan redaksional: panjang bab, urutan episode, bahkan beberapa nama tokoh bisa berbeda ejaannya karena dialek dan tradisi salin-menyalin. Tapi inti moralitasnya—welas asih, penolakan kekerasan, dan pesan pluralitas yang muncul dalam baris 'Bhinneka Tunggal Ika'—bertahan di kedua tradisi. Bagiku, perbedaan ini bukan soal mana lebih benar, melainkan bagaimana dua budaya merawat satu cerita agar relevan dengan kehidupan mereka masing-masing.

Kitab Sutasoma Ditulis Pada Abad Berapa?

3 Jawaban2025-11-29 14:45:23

Kitab Sutasoma adalah salah satu karya sastra Jawa Kuno yang sangat terkenal, ditulis oleh Mpu Tantular pada abad ke-14. Karya ini tidak hanya penting dari segi sastra tetapi juga mengandung nilai-nilai filosofis dan moral yang mendalam, terutama tentang toleransi antara agama Hindu dan Buddha.

Aku pertama kali mengenal 'Sutasoma' saat membaca tentang sejarah Nusantara, dan langsung terpesona oleh bagaimana ceritanya bisa tetap relevan hingga sekarang. Mpu Tantular menulisnya pada masa Kerajaan Majapahit, di mana kebudayaan dan sastra berkembang pesat. Karyanya menjadi bukti betapa majunya peradaban kita waktu itu.

Siapa Penulis Kitab Sutasoma Dan Kapan Dibuat?

3 Jawaban2025-11-18 02:44:55

Kitab Sutasoma adalah salah satu karya sastra Jawa Kuno yang sangat terkenal, ditulis oleh Mpu Tantular pada abad ke-14. Karya ini adalah bagian dari era Majapahit dan memiliki nilai filosofis yang dalam, terutama tentang toleransi antara agama Hindu dan Buddha. Mpu Tantular dikenal sebagai pujangga besar yang mampu menyatukan kedua ajaran tersebut dalam narasi yang epik.

Yang membuat 'Sutasoma' istimewa adalah pesan universalnya tentang perdamaian, terutama dalam kutipan 'Bhinneka Tunggal Ika', yang sekarang menjadi semboyan Indonesia. Aku selalu terkesan bagaimana karya sastra kuno bisa tetap relevan hingga sekarang. Ceritanya sendiri mengikuti perjalanan pangeran Sutasoma yang penuh dengan ujian spiritual dan petualangan heroik.

Akah Kisah Yang Terkandung Dalam Kitab Sutasoma?

3 Jawaban2025-11-18 17:41:56

Kitab Sutasoma adalah salah satu karya sastra Jawa Kuno yang sarat dengan nilai spiritual dan moral. Ceritanya mengisahkan Pangeran Sutasoma, seorang pangeran yang memilih jalan pertapaan demi mencapai pencerahan. Meski lahir dari keluarga kerajaan, ia meninggalkan kemewahan untuk mencari kebijaksanaan sejati. Perjalanannya dipenuhi ujian, termasuk pertempuran melawan raksasa yang melambangkan nafsu duniawi. Uniknya, kitab ini juga menekankan toleransi, seperti saat Sutasoma berdamai dengan musuhnya, Purusada, melalui dialog alih-alih kekerasan.

Yang membuat kisah ini timeless adalah pesannya tentang kemenangan dharma (kebenaran) atas adharma. Ada adegan simbolik di mana Sutasoma rela mengorbankan diri demi menyelamatkan makhluk lain—mirip filosofi Bodhisattva. Versi kakawin ini bahkan memengaruhi lambang Indonesia 'Bhinneka Tunggal Ika', yang diambil dari bait tentang persatuan dalam perbedaan. Terasa sekali bagaimana Sutasoma bukan sekadar pahlawan fisik, tapi juga penyelesai konflik dengan kebijaksanaan batin.

Mengapa Kitab Sutasoma Penting Dalam Sejarah Nusantara?

3 Jawaban2025-11-18 04:08:27

Ada sesuatu yang magis tentang bagaimana 'Sutasoma' bukan sekadar teks kuno, melainkan cermin nilai universal yang bertahan berabad-abad. Kitab ini, digubah oleh Mpu Tantular pada era Majapahit, menawarkan filosofi 'Bhinneka Tunggal Ika'—prinsip persatuan dalam keragaman yang kini menjadi semboyan bangsa. Uniknya, ia menggabungkan ajaran Buddha dan Hindu dengan begitu harmonis, menunjukkan toleransi yang langka di masa itu. Aku selalu terpana bagaimana kisah Pangeran Sutasoma yang rela berkorban untuk rakyatnya bisa menginspirasi hingga kini, seperti karakter protagonis dalam cerita epik modern.

Yang juga menarik adalah bagaimana kitab ini menjadi bukti literasi tinggi masyarakat Jawa Kuno. Bahasa puitisnya, simbolisme mendalam, dan struktur cerita yang kompleks menunjukkan tingkat peradaban yang maju. Aku sering membandingkannya dengan manga seperti 'Berserk' atau 'Vinland Saga' yang juga penuh alegori—bedanya, 'Sutasoma' ditulis di atas lontar, bukan kertas bergambar.

Apa Hubungan Kakawin Sutasoma Dengan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika?

3 Jawaban2025-11-24 18:54:14

Membaca 'Kakawin Sutasoma' selalu membuatku merinding—karya Mpu Tantular ini bukan sekadar puisi epik Jawa kuno, tapi juga kapsul waktu yang menyimpan filosofi toleransi. Semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' yang diambil dari kakawin ini ibarat benang merah yang menyambungkan masa lalu dengan modernitas. Kutipan 'Rwāneka dhātu winuwus Buddha Wiswa, Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen, Mangka ng Jinatwa kalawan Śiwatatwa tunggal' menggambarkan bagaimana Hindu dan Buddha bisa bersatu dalam perbedaan. Ini bukan cuma tentang agama, tapi refleksi bagaimana Indonesia sejak dulu sudah mempraktikkan konsep persatuan dalam keberagaman.

Yang menarik, Mpu Tantular menulis ini di era Majapahit yang multikultural—mirip dengan Indonesia sekarang. Sutasoma sendiri adalah tokoh yang mengajarkan pengorbanan dan cinta kasih lintas keyakinan. Aku sering berpikir, mungkin ini sebabnya semboyan negara kita terasa begitu hidup; ia bukan ciptaan instan, melainkan warisan sastra yang sudah diuji oleh waktu.

Kitab Sutasoma Adalah Karangan Siapa?

3 Jawaban2025-11-29 19:27:36

Pernah dengar tentang 'Kitab Sutasoma' yang sering disebut-sebut dalam pelajaran sejarah? Aku sendiri baru benar-benar tertarik setelah nemuin referensinya di sebuah novel fantasi lokal. Karya ini ternyata ditulis oleh Mpu Tantular, seorang pujangga Majapahit di abad ke-14. Yang bikin menarik, kitab ini bukan cuma sekadar teks kuno—ia mengandung nilai toleransi lewat semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' yang sekarang jadi semboyan negara kita. Aku suka bagaimana Mpu Tantular menggabungkan ajaran Buddha dan Siwa dengan begitu harmonis, menunjukkan kedalaman pemikirannya.

Dulu waktu masih sekolah, guru sejarahku pernah bilang kalau 'Sutasoma' itu lebih dari sekadar cerita pangeran yang jadi Buddha—ia adalah cerminan masyarakat Majapahit yang pluralis. Aku malah penasaran dan nyari terjemahan modernnya buat dibaca. Meski bahasanya berat, ada sensasi berbeda ketika menyadari kita sedang menyentuh warisan intelektual yang umurnya ratusan tahun. Kitab ini juga sering dikaitkan dengan konsep 'unity in diversity' yang relevan banget sampai sekarang.

Apa Isi Kitab Sutasoma Yang Terkenal?

3 Jawaban2025-11-29 17:14:43

Kitab Sutasoma adalah mahakarya sastra Jawa Kuno yang ditulis oleh Mpu Tantular pada abad ke-14. Karya ini lebih dari sekadar kisah kepahlawanan—ia menawarkan filosofi mendalam tentang toleransi antara Hindu dan Buddha, dengan tokoh utama Pangeran Sutasoma sebagai simbol pengorbanan dan kebijaksanaan. Bagian paling terkenalnya adalah semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' yang kini menjadi motto Indonesia, menggambarkan persatuan dalam perbedaan.

Yang membuatku selalu terpukau adalah bagaimana Mpu Tantular menyelipkan ajaran moral melalui petualangan Sutasoma. Misalnya, ketika sang pangeran rela mengorbankan diri untuk menyelamatkan rakyat dari raksasa pemakan manusia, itu bukan sekadar adegan heroik, tapi juga alegori tentang pemimpin yang harus mengutamakan rakyatnya. Ada juga episode di mana Sutasoma berdebat dengan Begawan tentang hakikat kehidupan—dialog-dialog seperti ini menunjukkan kedalaman pemikiran Jawa Kuno yang relevan hingga kini.

Mengapa Kitab Sutasoma Penting Dalam Sejarah?

3 Jawaban2025-11-29 01:18:24

Kitab Sutasoma bukan sekadar naskah kuno yang teronggok di rak perpustakaan. Bagiku, karya ini seperti mesin waktu yang membawa kita menyelami Jawa Kuno dengan segala kompleksitasnya. Yang membuatnya istimewa adalah cara kakawin ini merangkum filsafat hidup, di mana 'Bhinneka Tunggal Ika' pertama kali muncul sebagai konsep penyatuan perbedaan. Aku selalu terpana bagaimana teks abad ke-14 ini sudah berbicara tentang toleransi dengan cara yang justru lebih progresif daripada banyak pemikiran modern.

Dari sudut pandang sastra, Sutasoma adalah mahakarya yang menunjukkan puncak kejayaan sastra Jawa Kuno. Aku sering membandingkannya dengan epik-epik besar dunia seperti 'Mahabharata', tapi dengan sentuhan lokal yang unik. Proses kreatif Mpu Tantular sendiri menurutku fenomenal - bagaimana dia mengolah cerita Buddha menjadi narasi yang relevan untuk masyarakatnya, sambil menyelipkan kritik sosial halus tentang perang dan kekuasaan.

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status