Sutasoma Adalah

Istri yang Tak Kau Percaya Ternyata Kaya Raya
Istri yang Tak Kau Percaya Ternyata Kaya Raya
"Dengan wajah sok polosmu itu kamu berbohong kalau kamu masih suci! Padahal saat menikah denganku, kamu sudah tidak perawan!” Kehidupan rumah tangga Analea terasa dingin karena Hamid, suaminya, salah paham dan menuduh Analea karena Analea tidak "berdarah" di malam pertama mereka. Ditambah lagi asal usul Analea dianggap tidak jelas dan kurang bermartabat karena merupakan anak angkat dari mantan wanita malam. Hingga akhirnya Analea menemukan suaminya tidur bersama wanita lain. "Aku ingin bercerai!" Tak lagi bisa percaya pada Hamid, Analea menggugat. "Kalau tidak, aku akan sebarkan berita ini di kantormu." "Memangnya orang akan percaya padamu? Semua juga tahu dari mana asalmu! Mereka pasti lebih percaya padaku." Si suami peselingkuh enggan melepaskan Analea yang cantik dan penurut, hingga Analea harus mengatur strategi untuk menuntut Hamid atas perselingkuhannya dan berakhir bekerja di Eternal Group dengan gaji yang fantastis! Namun, ada peristiwa-peristiwa janggal sejak ia menjadi karyawan di Eternal Group. Mengapa Kaisar, presdir Eternal Group, kerap kali membantunya? Siapa sebenarnya Ibu Maira dan apa kaitan beliau dengan masa lalu Analea? Terlebih lagi, mengapa tiba-tiba Fabian, pria matang berusia 39 tahun yang merupakan rekan bisnis Kaisar, menawarkan diri untuk membantu Analea lepas dari suaminya, dengan bayaran Analea harus mau dibawa menemui orang tua Fabian?
9.7
362 Chapters
Pemuas Hasrat Atasanku
Pemuas Hasrat Atasanku
“Aku akan memberimu pinjaman itu, asal kau mau menjadi budak nafsuku.”  “Tapi, Pak—”  “Kalau kau menolak, aku tidak akan memberi pinjaman sepeserpun untuk suamimu.” Aku dipaksa meminjam uang oleh suamiku  yang kejam pada tetangga kami yang kaya raya. Bahkan aku harus merelakan tubuhku dijadikan budak hasrat pria itu. Akankah aku berhasil melepaskan diri dari masalah rumit ini? Atau justru aku akan terperangkap semakin dalam?
10
370 Chapters
Terjerat Hasrat
Terjerat Hasrat
Ketika hasrat akan perempuan tak pernah tercukupi dengan seorang perempuan saja, Arya Wibisana, arsitek berumur 35 tahun, bertualang dengan banyak perempuan meski ia sudah memiliki istri yang manis bernama Vina Anisa. Seorang istri yang merelakan dirinya menjadi bagian dari petualangan cinta lelaki yang dicintainya. Petualangan yang kadang melibatkan perannya agar tak menghalangi langkah Arya. Vina merelakan suaminya untuk bercinta DENGAN PEREMPUAN LAIN TAPI TIDAK MEMBAGI CINTANYA. Mungkinkah hal tersebut dilakukan, atau jangan-jangan, keputusan Vina akan menjadi awalan dari sebuah malapetaka?
9.2
47 Chapters
Satu Malam Bersama Adik Ipar
Satu Malam Bersama Adik Ipar
Rania ingin memberikan kejutan untuk sang suami di hari pernikahan mereka yang ketiga tahun. Namun dirinya yang menunggu terlalu lama karena sang suami tak kunjung datang, akhirnya pun ketiduran. Betapa terkejutnya Rania ketika terbangun dari tidurnya dan menyadari bahwa yang tidur di sampingnya bukanlah Amar melainkan Rafka—adik iparnya. Setelah peristiwa itu keduanya merasa canggung. Tetapi entah mengapa Rafka selalu ada setiap kali Rania membutuhkan pertolongan. Apalagi Amar yang selalu dipercaya, diam-diam berkhianat di belakangnya sudah sejak lama. Akankah cinta bersemi di antara keduanya? Bagaimana hubungan rumah tangga Rania dan Amar selanjutnya? ☘️☘️☘️ Follow IG author yuk @richmama23_ :))
9.9
225 Chapters
Aduh Jenderal Tak Tahan
Aduh Jenderal Tak Tahan
(Pertarungan+Persaingan dalam Istana+Balas Dendam+Pernikahan Pengganti+Cinta Bersemi Setelah Menikah) Nadine, adik kembar Nabila disiksa dan bunuh diri sebelum menikah dengan Kaisar. Sebagai satu-satunya putri Keluarga Feno yang masih tersisa, Nabila harus melepas pakaian tentaranya dan menikah dengan Kaisar. Kaisar mempunyai selir kesayangan yang sudah meninggal. Dia lantas mencari selir-selir yang mempunyai sedikit kesamaan dengan mendiang selir tersebut. Kaisar hanya mencintai satu selir yang paling mirip dengan mendiang selir kesayangannya, yaitu Selir Utama Kekaisaran. Nabila sama sekali tidak mirip dengan selir itu. Para penghuni istana yakin Nabila pasti akan dicampakkan cepat atau lambat. Siapa sangka di tahun kedua pernikahan, perpisahan mengancam rumah tangga mereka. Bukan karena Kaisar yang ingin mencampakkan Ratu, tapi Ratu sendirilah yang ingin berpisah dengan Kaisar. Malam itu, Kaisar menarik pakaian Ratu dengan erat dan berkata, "Kalau kamu mau pergi, langkahi dulu mayatku!" Para selir menangis dengan keras, mereka menghalangi Kaisar dan berkata, "Ratu, jangan tinggalkan kami! Kalau Ratu mau pergi, bawa kami pergi dari sini juga!"
9.8
1748 Chapters
Kamu Akan Miskin, Mas!
Kamu Akan Miskin, Mas!
Perubahan di hidupku setelah melahirkan. Dingin pada suami sendiri. Namun, luka di hatiku tidak bisa mengering secepat itu. Semuanya akan aku balas padamu, Mas! ***
8.5
105 Chapters

Sutasoma Adalah Ajaran Moral Utama Apa Dalam Kakawin?

3 Answers2025-10-22 21:10:21

Kupikir inti moral dari 'kakawin Sutasoma' itu sederhana tapi dalam: dia menekankan belas kasih dan toleransi sebagai pilar utama hidup bermasyarakat. Aku ingat betapa terpukulnya aku waktu pertama kali menyadari bagaimana tokoh Sutasoma menolak kekerasan dan pilih jalan pengorbanan demi menyelamatkan makhluk lain — itu bukan cuma aksi heroik, melainkan manifestasi etika yang sangat kuat tentang ahimsa atau kebajikan tidak membunuh.

Selain itu, ada pesan pluralisme yang susah dilupakan. Dalam teks itu ada gema yang kemudian jadi semboyan negara kita, 'Bhinneka Tunggal Ika' — berbeda-beda tapi tetap satu. Dari sudut pandangku, itu bukan sekadar soal agama atau suku; itu soal bagaimana kita menghormati hidup orang lain, mengakui keberagaman sebagai kekayaan, bukan alasan untuk permusuhan.

Akhirnya aku merasakan bahwa Sutasoma mengajarkan transformasi batin: bukan cuma menahan diri dari kekerasan, tapi aktif berbuat baik, berempati, dan mengubah hati lawan jadi sahabat. Itu terasa relevan waktu melihat konflik kecil sehari-hari — kalau kita bawa roh Sutasoma, banyak pertikaian bisa diredam tanpa harus menang-menangan, melainkan menang bersama.

Sutasoma Adalah Perbedaan Utama Antara Versi Jawa Dan Bali?

3 Answers2025-10-22 22:16:46

Ada satu hal yang bikin aku selalu bersemangat tiap mengulik naskah tua: membandingkan versi 'Sutasoma' di Jawa dan di Bali seperti menelusuri dua cabang keluarga yang sama darahnya tapi punya selera hidup berbeda. Di sisi Jawa, teks 'Sutasoma' yang kita kenal berasal dari kakawin Kawi—bahasanya padat, metrumnya ketat, dan konteksnya sangat terikat pada estetika istana Majapahit. Naskah-naskah Jawa cenderung fokus pada bentuk puitik, diksi Sanskritis, dan sering berakhir sebagai bahan pelajaran sastra atau referensi sejarah, bukan bahan pertunjukan sehari-hari. Banyak fragmen utuhnya hilang atau hanya tersimpan sebagai kutipan di karya-karya lain, jadi pembacaan Jawa sering terasa seperti rekonstruksi akademis.

Sementara di Bali, 'Sutasoma' hidup lebih sebagai organisme yang terus bernapas: teks ditulis dan dibaca dalam aksara lontar, lalu diwarnai dengan komentar lokal, sisipan epik, dan gaya pementasan yang khas. Aku suka mencatat bagaimana pembacaan Bali lebih luwes—beberapa adegan ditambah dialog, ada penekanan pada nilai religius dan ritus, serta integrasi dengan tarian dan gamelan. Itu membuat versi Bali terasa lebih kontekstual dalam praktik keagamaan sehari-hari, bukan sekadar warisan sastra yang dibaca di meja studi.

Dari segi isi ada perbedaan redaksional: panjang bab, urutan episode, bahkan beberapa nama tokoh bisa berbeda ejaannya karena dialek dan tradisi salin-menyalin. Tapi inti moralitasnya—welas asih, penolakan kekerasan, dan pesan pluralitas yang muncul dalam baris 'Bhinneka Tunggal Ika'—bertahan di kedua tradisi. Bagiku, perbedaan ini bukan soal mana lebih benar, melainkan bagaimana dua budaya merawat satu cerita agar relevan dengan kehidupan mereka masing-masing.

Kitab Sutasoma Ditulis Pada Abad Berapa?

3 Answers2025-11-29 14:45:23

Kitab Sutasoma adalah salah satu karya sastra Jawa Kuno yang sangat terkenal, ditulis oleh Mpu Tantular pada abad ke-14. Karya ini tidak hanya penting dari segi sastra tetapi juga mengandung nilai-nilai filosofis dan moral yang mendalam, terutama tentang toleransi antara agama Hindu dan Buddha.

Aku pertama kali mengenal 'Sutasoma' saat membaca tentang sejarah Nusantara, dan langsung terpesona oleh bagaimana ceritanya bisa tetap relevan hingga sekarang. Mpu Tantular menulisnya pada masa Kerajaan Majapahit, di mana kebudayaan dan sastra berkembang pesat. Karyanya menjadi bukti betapa majunya peradaban kita waktu itu.

Siapa Penulis Kitab Sutasoma Dan Kapan Dibuat?

3 Answers2025-11-18 02:44:55

Kitab Sutasoma adalah salah satu karya sastra Jawa Kuno yang sangat terkenal, ditulis oleh Mpu Tantular pada abad ke-14. Karya ini adalah bagian dari era Majapahit dan memiliki nilai filosofis yang dalam, terutama tentang toleransi antara agama Hindu dan Buddha. Mpu Tantular dikenal sebagai pujangga besar yang mampu menyatukan kedua ajaran tersebut dalam narasi yang epik.

Yang membuat 'Sutasoma' istimewa adalah pesan universalnya tentang perdamaian, terutama dalam kutipan 'Bhinneka Tunggal Ika', yang sekarang menjadi semboyan Indonesia. Aku selalu terkesan bagaimana karya sastra kuno bisa tetap relevan hingga sekarang. Ceritanya sendiri mengikuti perjalanan pangeran Sutasoma yang penuh dengan ujian spiritual dan petualangan heroik.

Akah Kisah Yang Terkandung Dalam Kitab Sutasoma?

3 Answers2025-11-18 17:41:56

Kitab Sutasoma adalah salah satu karya sastra Jawa Kuno yang sarat dengan nilai spiritual dan moral. Ceritanya mengisahkan Pangeran Sutasoma, seorang pangeran yang memilih jalan pertapaan demi mencapai pencerahan. Meski lahir dari keluarga kerajaan, ia meninggalkan kemewahan untuk mencari kebijaksanaan sejati. Perjalanannya dipenuhi ujian, termasuk pertempuran melawan raksasa yang melambangkan nafsu duniawi. Uniknya, kitab ini juga menekankan toleransi, seperti saat Sutasoma berdamai dengan musuhnya, Purusada, melalui dialog alih-alih kekerasan.

Yang membuat kisah ini timeless adalah pesannya tentang kemenangan dharma (kebenaran) atas adharma. Ada adegan simbolik di mana Sutasoma rela mengorbankan diri demi menyelamatkan makhluk lain—mirip filosofi Bodhisattva. Versi kakawin ini bahkan memengaruhi lambang Indonesia 'Bhinneka Tunggal Ika', yang diambil dari bait tentang persatuan dalam perbedaan. Terasa sekali bagaimana Sutasoma bukan sekadar pahlawan fisik, tapi juga penyelesai konflik dengan kebijaksanaan batin.

Mengapa Kitab Sutasoma Penting Dalam Sejarah Nusantara?

3 Answers2025-11-18 04:08:27

Ada sesuatu yang magis tentang bagaimana 'Sutasoma' bukan sekadar teks kuno, melainkan cermin nilai universal yang bertahan berabad-abad. Kitab ini, digubah oleh Mpu Tantular pada era Majapahit, menawarkan filosofi 'Bhinneka Tunggal Ika'—prinsip persatuan dalam keragaman yang kini menjadi semboyan bangsa. Uniknya, ia menggabungkan ajaran Buddha dan Hindu dengan begitu harmonis, menunjukkan toleransi yang langka di masa itu. Aku selalu terpana bagaimana kisah Pangeran Sutasoma yang rela berkorban untuk rakyatnya bisa menginspirasi hingga kini, seperti karakter protagonis dalam cerita epik modern.

Yang juga menarik adalah bagaimana kitab ini menjadi bukti literasi tinggi masyarakat Jawa Kuno. Bahasa puitisnya, simbolisme mendalam, dan struktur cerita yang kompleks menunjukkan tingkat peradaban yang maju. Aku sering membandingkannya dengan manga seperti 'Berserk' atau 'Vinland Saga' yang juga penuh alegori—bedanya, 'Sutasoma' ditulis di atas lontar, bukan kertas bergambar.

Apa Hubungan Kakawin Sutasoma Dengan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika?

3 Answers2025-11-24 18:54:14

Membaca 'Kakawin Sutasoma' selalu membuatku merinding—karya Mpu Tantular ini bukan sekadar puisi epik Jawa kuno, tapi juga kapsul waktu yang menyimpan filosofi toleransi. Semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' yang diambil dari kakawin ini ibarat benang merah yang menyambungkan masa lalu dengan modernitas. Kutipan 'Rwāneka dhātu winuwus Buddha Wiswa, Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen, Mangka ng Jinatwa kalawan Śiwatatwa tunggal' menggambarkan bagaimana Hindu dan Buddha bisa bersatu dalam perbedaan. Ini bukan cuma tentang agama, tapi refleksi bagaimana Indonesia sejak dulu sudah mempraktikkan konsep persatuan dalam keberagaman.

Yang menarik, Mpu Tantular menulis ini di era Majapahit yang multikultural—mirip dengan Indonesia sekarang. Sutasoma sendiri adalah tokoh yang mengajarkan pengorbanan dan cinta kasih lintas keyakinan. Aku sering berpikir, mungkin ini sebabnya semboyan negara kita terasa begitu hidup; ia bukan ciptaan instan, melainkan warisan sastra yang sudah diuji oleh waktu.

Kitab Sutasoma Adalah Karangan Siapa?

3 Answers2025-11-29 19:27:36

Pernah dengar tentang 'Kitab Sutasoma' yang sering disebut-sebut dalam pelajaran sejarah? Aku sendiri baru benar-benar tertarik setelah nemuin referensinya di sebuah novel fantasi lokal. Karya ini ternyata ditulis oleh Mpu Tantular, seorang pujangga Majapahit di abad ke-14. Yang bikin menarik, kitab ini bukan cuma sekadar teks kuno—ia mengandung nilai toleransi lewat semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' yang sekarang jadi semboyan negara kita. Aku suka bagaimana Mpu Tantular menggabungkan ajaran Buddha dan Siwa dengan begitu harmonis, menunjukkan kedalaman pemikirannya.

Dulu waktu masih sekolah, guru sejarahku pernah bilang kalau 'Sutasoma' itu lebih dari sekadar cerita pangeran yang jadi Buddha—ia adalah cerminan masyarakat Majapahit yang pluralis. Aku malah penasaran dan nyari terjemahan modernnya buat dibaca. Meski bahasanya berat, ada sensasi berbeda ketika menyadari kita sedang menyentuh warisan intelektual yang umurnya ratusan tahun. Kitab ini juga sering dikaitkan dengan konsep 'unity in diversity' yang relevan banget sampai sekarang.

Apa Isi Kitab Sutasoma Yang Terkenal?

3 Answers2025-11-29 17:14:43

Kitab Sutasoma adalah mahakarya sastra Jawa Kuno yang ditulis oleh Mpu Tantular pada abad ke-14. Karya ini lebih dari sekadar kisah kepahlawanan—ia menawarkan filosofi mendalam tentang toleransi antara Hindu dan Buddha, dengan tokoh utama Pangeran Sutasoma sebagai simbol pengorbanan dan kebijaksanaan. Bagian paling terkenalnya adalah semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' yang kini menjadi motto Indonesia, menggambarkan persatuan dalam perbedaan.

Yang membuatku selalu terpukau adalah bagaimana Mpu Tantular menyelipkan ajaran moral melalui petualangan Sutasoma. Misalnya, ketika sang pangeran rela mengorbankan diri untuk menyelamatkan rakyat dari raksasa pemakan manusia, itu bukan sekadar adegan heroik, tapi juga alegori tentang pemimpin yang harus mengutamakan rakyatnya. Ada juga episode di mana Sutasoma berdebat dengan Begawan tentang hakikat kehidupan—dialog-dialog seperti ini menunjukkan kedalaman pemikiran Jawa Kuno yang relevan hingga kini.

Mengapa Kitab Sutasoma Penting Dalam Sejarah?

3 Answers2025-11-29 01:18:24

Kitab Sutasoma bukan sekadar naskah kuno yang teronggok di rak perpustakaan. Bagiku, karya ini seperti mesin waktu yang membawa kita menyelami Jawa Kuno dengan segala kompleksitasnya. Yang membuatnya istimewa adalah cara kakawin ini merangkum filsafat hidup, di mana 'Bhinneka Tunggal Ika' pertama kali muncul sebagai konsep penyatuan perbedaan. Aku selalu terpana bagaimana teks abad ke-14 ini sudah berbicara tentang toleransi dengan cara yang justru lebih progresif daripada banyak pemikiran modern.

Dari sudut pandang sastra, Sutasoma adalah mahakarya yang menunjukkan puncak kejayaan sastra Jawa Kuno. Aku sering membandingkannya dengan epik-epik besar dunia seperti 'Mahabharata', tapi dengan sentuhan lokal yang unik. Proses kreatif Mpu Tantular sendiri menurutku fenomenal - bagaimana dia mengolah cerita Buddha menjadi narasi yang relevan untuk masyarakatnya, sambil menyelipkan kritik sosial halus tentang perang dan kekuasaan.

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status