
Cinta Abu-AbuHujan deras mengguyur SMA 1 Pratama saat Brian berdiri diam di lapangan basket dengan wajah penuh d4r4h. Di tribun, Fanya membeku melihat Clinton cowok paling populer di sekolah baru saja memukul Brian di depan semua orang.
“Jauhin Fanya,” bisik Clinton dingin.
Brian hanya tersenyum tipis, lalu pergi tanpa membalas.
Tak ada yang tahu, selama tiga tahun Brian diam-diam mencintai Fanya dari bangku paling belakang. Anak yatim yang hidup pas-pasan itu selalu merasa dirinya terlalu rendah untuk gadis sempurna seperti Fanya siswi pintar dari keluarga kaya yang hidupnya tampak tanpa cela.
Namun demi bisa berdiri sejajar dengan Fanya, Brian berubah diam-diam. Ia menjadi atlet sekolah, pelukis berbakat, dan fotografer muda yang mulai dikenal banyak orang. Sayangnya, hati Fanya justru jatuh pada Clinton.
Brian memilih mencintai dalam diam… sampai akhirnya ia menghilang setelah kelulusan tanpa penjelasan.
Bertahun-tahun kemudian, mereka dipertemukan kembali di Jerman.
Fanya akhirnya sadar bahwa lelaki yang paling tulus mencintainya adalah Brian.
Namun saat cinta itu akhirnya menemukan jalannya, sebuah rahasia besar terungkap rahasia yang membuat Brian perlahan menjauh dan meninggalkan Fanya untuk kedua kalinya.
Karena terkadang, cinta terbesar bukan tentang memiliki… melainkan belajar merelakan seseorang selamanya.