Pride dalam 'Fullmetal Alchemist: Brotherhood' adalah antagonis yang kompleks, bukan sekadar musuh fisik. Dia merepresentasikan keangkuhan manusia dan ketakutan akan ketidaksempurnaan. Sebagai Homunculus tertua, Pride memiliki aura misterius dan kekuatan yang mengerikan, tapi justru kelemahannya—ketergantungan pada wadah manusia—yang membuatnya menarik.
Hubungannya dengan Selim Bradley menambah lapisan ironi: dia 'berpura-pura' menjadi manusia sambil memandang rendah mereka. Adegan ketika dia mengakui Ed sebagai 'lawan sejati' adalah momen kunci yang menunjukkan evolusi perspektifnya. Pride bukan sekadar penghalang dalam alur, tapi cermin bagi tema utama cerita tentang harga kesombongan.
Mengikuti alur cerita 'Fullmetal Alchemist: Brotherhood', Pride muncul pertama kali di episode 13 berjudul 'Beasts of Dublith'. Adegannya benar-benar menegangkan ketika dia menyelinap di kegelapan dengan aura misteriusnya yang mengerikan. Sosoknya sebagai homunculus termuda sekaligus paling kuat langsung bikin merinding!
Yang bikin momen ini semakin iconic adalah cara dia berinteraksi dengan Gluttony. Pride bukan sekadar antagonis biasa—dia punya kedalaman karakter yang perlahan terungkap sepanjang series. Kalau kamu penggemar FMAB, pasti ingat betapa epiknya first appearance ini!
Kalau ngomongin pengisi suara karakter iconic seperti Pride di 'Fullmetal Alchemist: Brotherhood', rasanya selalu seru buat dibahas. Di versi dubbing Indonesia, suara dingin dan menyeramkan Pride diisi oleh seseorang yang emang jago bikin merinding. Aku pernah denger beberapa karya lain yang dia dub, dan selalu konsisten bawa karakter antagonis dengan depth yang pas. Sayangnya, informasi resmi tentang namanya agak susah dicari, tapi penggemar berat sering nyebut-nyebut beberapa nama yang mungkin cocok.
Dari pengalaman nongkrong di forum dub Indonesia, banyak yang bilang suaranya mirip dengan pengisi suara yang sering handle karakter 'shadowy' gitu. Ada yang nebak itu suara dari aktor dub senior, tapi ya... rumor doang sih. Yang pasti, mereka berhasil bikin Pride jadi sosok yang beneran ngejar-ngeremin di versi Indonesia!
Membahas kekuatan Pride dalam 'Fullmetal Alchemist: Brotherhood' selalu memicu debat seru di antara fans. Dari semua Homunculi, Pride (Selim Bradley) punya keunikan karena kemampuannya yang nyaris tak terbatas dalam bayangan. Tapi apakah itu membuatnya terkuat? Secara fisik, Wrath lebih gesit, dan Father jelas di atas segalanya. Namun, Pride punya keunggulan strategis—dia bisa menyerang dari mana saja selama ada bayangan, plus punya kecerdasan setingkat jenius. Aku pernah berdiskusi panjang dengan teman-teman komunitas, dan banyak yang setuju bahwa dalam hal 'potensi destruktif', Pride mungkin nomor satu.
Tapi ingat, dia akhirnya kalah karena kelemahan klasik Homunculus: jarak dengan batu philosophernya. Jadi, 'terkuat' itu relatif. Kalau diukur dari kombinasi kekuatan, kecerdasan, dan jangkauan, iya. Tapi secara absolut? Father masih raja. Ceritanya sendiri sepertinya sengaja membuat ambigu untuk memicu diskusi seperti ini!