Terbiasa Sendiri

Kuis Kepribadian ABO
Ikuti kuis singkat untuk mengetahui apakah Anda Alpha, Beta, atau Omega.
Aroma
Kepribadian
Pola Cinta Ideal
Keinginan Rahasia
Sisi Gelap Anda
Mulai Tes
DINODAI SUAMI SENDIRI
DINODAI SUAMI SENDIRI
Tyas, harus terjebak dalam sebuah pernikahan palsu demi untuk menutupi aibnya di masa lalu. Bagaimanakah pernikahan mereka selanjutnya? Apakah pernikahan itu akan bertahan lama? Yuk ikuti ceritanya!
9.6
|
106 Bab
Menggoda Suami Sendiri
Menggoda Suami Sendiri
Tinggal di Jakarta seorang diri dengan biaya hidup yang serba tinggi membuat Selena merelakan diri dinikahi oleh Raka. Pengusaha muda sukses yang memiliki perusahaan cabang di seluruh kota besar di Indonesia. Sebagai pria yang paling diidamkan kaum hawa, Raka selalu dikelilingi wanita-wanita cantik. Menjadi istri dari Raka tidaklah mudah, Selena harus bisa mempertahankan posisinya sebagai istri sah. Ya, ia dinikahi sah oleh Raka, tapi sewaktu-waktu bisa berakhir dengan perpisahan. Bagaimana cara Selena mempertahankan posisinya sebagai istri sah? Berapa lama ia sanggup berdiri di samping Raka? Akankah ia bisa menjadi ratu selamanya di singgasana kerajaan sang suami?
10
|
12 Bab
Nyomblangin Jodoh Sendiri
Nyomblangin Jodoh Sendiri
Elina adalah seorang gadis yang baik, ceria dan ramah, namun dibalik sifatnya dia selalu memendam sebuah harapan yang sederhana.m, yaitu memiliki keluarga kecil yang harmonis. Namun, akankah dia bisa mewujudkan keinginannya itu. Dimana dia harus menikah karena sebuah insiden yang tidak terduga.
10
|
22 Bab
Jodohku Muridku Sendiri
Jodohku Muridku Sendiri
Devan Mahesa Putra—pemuda tampan dari keluarga kaya namun broken home, tumbuh menjadi sosok pemberontak yang sering terlibat tawuran. Hidupnya terasa hampa hingga ia bertemu Sherin, seorang guru muda yang penuh kesabaran dan ketegasan. Mereka tidak langsung bertemu di awal, tetapi perlahan, takdir mempertemukan mereka dalam situasi yang tak terduga. Perbedaan usia, status, dan prinsip hidup menjadi dinding besar di antara mereka. Namun, bisakah dua hati yang terluka menemukan ketenangan dalam satu sama lain? Ketika dunia menentang dan masa lalu terus menghantui, akankah cinta mereka bertahan atau justru berakhir sebelum dimulai? Yuk guys langsung baca aja!!
Belum ada penilaian
|
12 Bab
DIBULLY SUAMI SENDIRI
DIBULLY SUAMI SENDIRI
Paling kesal dengan mas Raka. Bisa-bisanya dia melarangku makan karena tak mau aku gendut. padahal rasa laparku ini di dorong karena kandunganku yang semakin besar. "Lah, makan lagi?" kutahan diri untuk tak membalas ucapannya. Namun, dia tetap mengawasiku. "mas ini menikahi karena apa sih?" "Pokoknya jangan gemuk! jangan gendut! kamu tak lupa perjanjian kita, kan? lagi-lagi perjanjian itu yang dia ungkit. Perjanjian untuk menikah dengan syarat tak gemuk. "Aku nggak peduli dengan janji itu. Lagi pula aku begini karena anak kamu." Tunjukku pada perut yang mulai nampak membesar. "Pokoknya kalau kamu gemuk, begitu anak ini lahir kita akan pi..." "Mas mau bilang apa? hati-hati loh kalau bicara...." mas Raka melirikku, lalu berlalu....
Belum ada penilaian
|
14 Bab
DIMADU DENGAN SAHABAT SENDIRI
DIMADU DENGAN SAHABAT SENDIRI
Citra dan Firman menikah dengan kebahagiaan yang sempurna. Sayangnya, saat ekonomi keluarga mulai membaik, Firman mulai menaruh hati pada rekan kerjanya, Rani, yang tak lain adalah sahabat lama Citra saat SMA. Citra berusaha mengalah dan mundur dari kehidupan Firman. Sayangnya, Firman terlambat menyadari bahwa Citra adalah cintanya yang sesungguhnya. Bagaimanakah kelanjutannya? Ikuti kisahnya sampai tamat ya.
9.1
|
70 Bab

Apa Hubungan Antara Budaya Dan Kebiasaan Masyarakat?

4 Jawaban2026-03-25 12:14:19

Budaya dan kebiasaan masyarakat itu seperti dua sisi mata uang yang nggak bisa dipisahin. Dari kecil, kita diajarin buat ngelakuin hal-hal tertentu karena udah jadi tradisi turun-temurun. Misalnya, di Jawa ada kebiasaan 'selametan' yang jadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Ini nggak cuma sekadar acara makan-makan, tapi juga bentuk penghormatan terhadap leluhur dan menjaga hubungan sosial.

Hal yang menarik adalah bagaimana kebiasaan ini akhirnya membentuk karakter masyarakat. Orang Sunda dikenal dengan 'someah'-nya, orang Batak dengan 'tegas'-nya - semua ini muncul dari kebiasaan sehari-hari yang terus dipupuk. Justru ketika kebiasaan berubah, budaya pun ikut beradaptasi. Lihat aja bagaimana budaya ngopi sekarang jadi tren di kalangan anak muda, padahal dulu cuma aktivitas para orangtua di warung.

Bagaimana Cara Menghilangkan Kebiasaan 'Ewean Di Kamar'?

2 Jawaban2025-12-18 15:58:35

Masalah 'ewean di kamar' itu sebenarnya lebih umum dari yang orang kira, terutama bagi yang hobi maraton baca novel atau binge-watching anime sampai lupa waktu. Awalnya kupikir cuma aku yang mengalami ini, tapi setelah ngobrol di forum penggemar, ternyata banyak juga yang struggle dengan kebiasaan ini. Solusi yang berhasil bagiku adalah setting 'zona bebas ewesan' dengan ritual kecil: siapin botol minum aesthetic di meja, pasang alarm setiap 2 jam untuk stretching sekalian ke toilet, dan yang paling penting—investasi dalam kursi gaming ergonomis yang bener-bener nyaman. Ternyata selama ini faktor kenyamanan furnishings mempengaruhi banget kebiasaan malas ke kamar mandi!

Psikologisnya sendiri menarik karena kebiasaan ini sering tied dengan 'comfort paralysis' di kalangan otaku. Aku mulai terapin teknik '5 detik rule' ala Mel Robbins: setiap ada dorongan buat ewean di kamar, langsung hitung mundur 5-4-3-2-1 lalu berdirikan diri. Dibantu sama wallpaper hp yang isinya meme 'Jangan jadi Sasuke yang cmn bisa ngomong 'This pain...'' setiap buka hp jadi ingat buka pintu kamar mandi. Sekarang malah jadi sering ketemu roommate di corridor yang ternyata juga mantan korban kebiasaan serupa—jadinya bisa saling mengingatkan sambil ngegaslight 'Kalo gak sekarang, ntar kayak karakter favoritmu yang mati gegara delay decision!'

Bagaimana Cara Menghentikan Kebiasaan Hina Aja Terus Dalam Percakapan?

4 Jawaban2026-03-05 19:16:11

Kebiasaan menghina dalam percakapan seringkali muncul dari kebiasaan atau lingkungan yang kurang sehat. Aku pernah mengalami fase di mana candaan kasar menjadi bagian dari interaksi sehari-hari, sampai akhirnya menyadari dampaknya pada orang lain. Mulailah dengan refleksi diri—apa motivasi di balik ucapan tersebut? Apakah untuk merasa lebih superior atau sekadar ikut-ikutan? Latih kesadaran dengan mencatat setiap kali terpancing untuk menghina, lalu ganti dengan pujian atau komentar netral.

Lingkungan juga memengaruhi. Jika pertemananmu didominasi oleh komunikasi negatif, coba perlahan mencari circle yang lebih supportive. Aku pribadi mulai mengurangi kebiasaan ini setelah terlibat di komunitas diskusi buku online, di mana anggota saling menghargai pendapat. Butuh waktu, tapi perubahan kecil seperti bertanya 'Apa dampak kata-kataku?' sebelum berbicara sangat membantu.

Bagaimana Cara Menghentikan Kebiasaan Menggerutu Menurut Psikologi?

3 Jawaban2025-11-16 15:09:26

Ada saatnya ketika kebiasaan menggerutu begitu mengakar sampai kita bahkan tidak menyadarinya lagi. Psikologi kognitif-behavioral menyarankan teknik 'thought stopping'—setiap kali mulai menggerutu, katakan 'stop!' dalam hati atau lakukan gerakan fisik kecil seperti menjentikkan gelang karet di pergelangan tangan.

Aku pernah mencoba metode ini selama sebulan dengan mencatat frekuensi gerutuan di notes ponsel. Hasilnya? Pola keluhanku ternyata sering dipicu oleh situasi yang sama: antrean panjang atau rekan kerja yang lamban. Dengan mengidentifikasi pemicu, aku bisa menyiapkan respons alternatif seperti membaca artikel pendek atau merencanakan menu makan malam alih-alih menggerutu.

Mengapa Kebiasaan Orang Maluku Dikenal Sangat Ramah?

3 Jawaban2026-06-02 07:19:12

Ada sesuatu yang magis tentang cara orang Maluku menyambut orang asing. Mungkin karena pulau-pulau kecil membuat setiap orang merasa seperti keluarga besar. Aku pernah tinggal di Ambon selama tiga bulan, dan yang paling berkesan adalah bagaimana tetangga langsung mengajak makan atau ngopi tanpa sungkan. Mereka punya filosofi 'hidup untuk berbagi' yang diturunkan turun-temurun. Bahkan pedagang di pasar pun sering memberi bonus buah atau rempah extra.

Budaya 'pela gandong' juga memainkan peran besar. Sistem persaudaraan adat ini tidak sekadar simbolis, tapi benar-benar dipraktikkan. Ketika ada acara adat, seluruh desa berkumpul tanpa memandang agama atau suku. Rasanya seperti semua orang punya kewajiban moral untuk merawat hubungan sosial. Aku ingat sekali diupacarakan seperti keluarga sendiri padahal baru kenal dua hari!

Apa Kebiasaan Orang Bali Dalam Menjaga Hubungan Dengan Keluarga Besar?

3 Jawaban2026-06-05 23:11:40

Ada sesuatu yang sangat hangat tentang cara orang Bali mempertahankan ikatan keluarga besar mereka. Setiap kali saya berkunjung ke Bali, saya selalu terkesan dengan bagaimana mereka mengadakan upacara kecil maupun besar untuk merayakan hubungan kekeluargaan. Misalnya, acara 'Ngaben' bukan sekadar ritual, tapi juga momen berkumpulnya seluruh keluarga besar, bahkan yang tinggal jauh. Mereka juga punya sistem 'banjar', di mana seluruh warga termasuk keluarga besar saling membantu dalam kegiatan sosial. Komunikasi terjalin lewat 'ngumpul-ngumpul' santai sambil menikmati kopi atau jamuan sederhana. Yang menarik, teknologi sekarang memudahkan mereka tetap terhubung meski secara fisik berjauhan.

Saya juga perhatikan bagaimana nilai 'tri hita karana' (harmoni dengan Tuhan, manusia, dan alam) memengaruhi cara mereka menjaga keluarga. Setiap upacara agama menjadi alasan untuk reuni, dan anak-anak diajarkan sejak dini untuk menghormati anggota keluarga yang lebih tua. Ada sense of belonging yang kuat—rumah keluarga besar sering jadi 'homebase' bagi semua anggota, lengkap dengan sanggah (pura keluarga) sebagai simbol pemersatu.

Kebiasaan Menulis Apa Yang Dilakukan Pengarang Produktif Tiap Hari?

3 Jawaban2025-09-08 18:52:22

Setiap pagi aku mulai dengan ritual kecil yang bikin kata-kata mengalir. Bangun, bikin kopi, lalu buka dokumen kosong tanpa berharap langsung jadi masterpiece — cuma target kecil: 500 kata atau 30 menit. Kebiasaan ini memecah beban mental, karena menaklukkan halaman pertama selalu yang paling berat. Aku juga sering melakukan freewriting lima menit untuk menghangatkan otot kreatif; hasilnya sering jadi ide liar yang kemudian dikembangkan.

Selama hari aku membagi pekerjaan menjadi blok: riset singkat, menulis murni, lalu revisi ringan. Menandai waktu dengan timer (Pomodoro) membantu aku tetap fokus dan mencegah scroll tanpa sadar. Selain itu, aku membaca minimal 20 halaman setiap hari — bacaan fiksi dan nonfiksi sama pentingnya buat menambah kosakata dan ide. Interaksi dengan komunitas kecil di forum atau grup juga jadi bahan bakar: kritik sopan dan pujian itu mendorong konsistensi.

Di akhir hari aku biasa menutup dengan meninjau apa yang sudah ditulis, menyimpan catatan ide untuk sesi berikutnya, dan memberi reward kecil kalau memenuhi target. Konsistensi lebih penting daripada kecepatan; hari yang produktif bisa berarti menyelesaikan satu adegan kecil, bukan selalu halaman penuh. Intinya, kebiasaan-kebiasaan sederhana ini yang bikin aku tetap produktif tanpa merasa kewalahan, dan kadang hasilnya malah lebih jujur karena prosesnya santai tapi teratur.

Apa Kebiasaan Orang Bali Saat Upacara Ngaben?

3 Jawaban2026-06-05 23:21:17

Ngaben itu bikin merinding sekaligus bikin kagum, gak cuma sekadar prosesi tapi juga filosofinya dalam. Aku pernah lihat langsung di Gianyar, dan yang paling nempel di kepala itu suasana komunalnya. Semua warga berpartisipasi—dari bikin 'bade' (menara pengusung) yang megah sampai nyiapin sesaji. Uniknya, mereka justru terlihat riang, bukan berduka. Dulu sempet heran kenapa gak ada tangisan, ternyata bagi mereka, Ngaben itu perayaan 'melepas' jiwa agar tenang, bukan 'kehilangan'.

Yang bikin beda lagi, proses kremasinya sendiri. Mayat dibakar di tempat umum dengan api dari kayu khusus, sementara keluarga inti memutari api sambil bawa 'pengawak' (boneka simbolis). Ada juga ritual 'nyekah' buat ngumpulin abu buat dilarung ke laut. Seluruh proses ini bisa makan waktu berhari-hari, tergantung kemampuan finansial keluarga. Tapi yang miskin pun tetep bisa ngadain Ngaben lewat sistem 'ngopin'—gotong royong ala Bali.

Apa Efek Jangka Panjang Kebiasaan Jangan Tidur Setelah Menangis?

4 Jawaban2026-01-27 19:49:07

Ada sesuatu yang unik tentang malam-malam ketika air mata mengering tapi mata tetap terbuka. Kebiasaan terjaga setelah menangis bisa membentuk siklus emosional yang rumit. Aku perhatikan tubuh seperti terjebak dalam kondisi 'setengah-terbangun'—energi terkuras tapi pikiran terus berputar. Dalam jangka panjang, ini mengacaukan ritme sirkadian dan memperburuk respons stres.

Dari pengalaman pribadi, pola seperti itu membuat pagi berikutnya terasa lebih berat. Kantuk berlebih di siang hari sering berujung pada ketergantungan kafein. Yang lebih mengkhawatirkan, ada penelitian tentang bagaimana kurang tidur pasca-stres emosional dapat memengaruhi memori jangka panjang. Aku pernah membaca studi di 'Journal of Sleep Research' tentang hubungan antara air mata yang tidak diikuti pemulihan tidur dengan penurunan kemampuan regulasi emosi.

Kebiasaan Kecil Apa Yang Bikin Hubungan Setelah Menikah Makin Mesra?

5 Jawaban2026-05-04 14:07:40

Ada satu kebiasaan sederhana yang selalu membuat hubungan kami tetap hangat: saling meninggalkan catatan kecil di tempat tak terduga. Pernah menemukan sticky note di cermin kamar mandi pagi-pagi dengan tulisan 'Semangat kerja, sayang!' atau menemukan pesan lucu di dalam laci piring. Rasanya seperti dapat kejutan cinta random sepanjang hari.

Kadang kami juga menyelipkan surat panjang di bantal pasangan ketika harus bepergian. Teknologi memang memudahkan komunikasi, tapi ada magic tersendiri dari tulisan tangan yang disimpan dan bisa dibaca berulang-ulang. Setelah lima tahun menikah, kami masih mengumpulkan semua catatan-catatan itu dalam album khusus sebagai kenangan manis.

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status