Biasanya kalau saya ngecek di kamus, 'stove' diterjemahkan langsung ke 'kompor'. Tapi saya juga suka menggali nuansa kata: tergantung konteks, kamus bisa memberikan beberapa opsi seperti 'kompor', 'tungku', atau 'alat pemanas'. Misalnya dalam teks sejarah atau novel lama, 'stove' mungkin merujuk ke tungku kayu yang memanaskan ruangan, jadi terjemahan 'tungku' lebih cocok daripada 'kompor'.
Di percakapan sehari-hari, padanan yang paling sering dipakai adalah 'kompor', dan kamu akan sering melihat kombinasi kata seperti 'kompor gas', 'kompor listrik', atau 'kompor portable' untuk 'portable stove'. Untuk istilah yang berhubungan dengan oven, kamus kadang mencantumkan catatan bahwa di Inggris 'cooker' adalah kata yang populer, sementara di Amerika 'stove' bisa mencakup perangkat yang juga punya oven. Karena itu waktu menerjemahkan, saya selalu cek kalimat sekeliling: apakah konteksnya memasak, memanaskan, atau alat besar yang terpasang di dapur.
Sedikit tip dari pengalaman: kalau teks teknis atau manual alat, cari istilah khusus (mis. 'stovetop' -> 'permukaan kompor'). Kalau novel atau artikel lifestyle, pilih kata yang paling membangkitkan suasana—'kompor' untuk dapur modern, 'tungku' untuk suasana kuno dan hangat. Saya suka melihat bagaimana satu kata kecil bisa membawa nuansa berbeda, itu yang bikin menerjemahkan jadi seru.
Saya biasa menjawab singkat dan praktis: menurut kamus Inggris-Indonesia, 'stove' paling sering berarti 'kompor'. Tapi saya juga selalu menyadari bahwa terjemahan bisa bergeser sesuai konteks — untuk memasak pakai gas atau listrik jelas 'kompor', untuk memanaskan ruangan dengan kayu orang sering pilih 'tungku' atau 'pemanas'.
Contoh langsung yang sering dipakai adalah "turn off the stove" diterjemahkan menjadi "matikan kompor", atau "wood-burning stove" diterjemahkan sebagai "tungku pembakaran kayu". Di kamus biasanya ada catatan kecil tentang istilah terkait seperti 'stovetop' (permukaan kompor) atau perbedaan regional dengan kata 'cooker' di British English. Bagi saya, menerjemahkan kata ini selalu seru karena ia sederhana tapi kaya konteks; kata kecil yang langsung membawa aroma masakan ke kepala, dan itu selalu membuat saya merasa rumah itu hangat.
Secara terjemahan, kalau saya buka kamus Inggris-Indonesia, kata 'stove' paling umum diterjemahkan jadi "kompor" — alat untuk memasak yang bisa memakai gas, listrik, atau bahan bakar lain. Dalam penggunaan sehari-hari di Indonesia, ketika orang bilang 'stove' biasanya yang dimaksud memang kompor untuk memasak, misalnya 'gas stove' menjadi 'kompor gas' dan 'electric stove' menjadi 'kompor listrik'. Kamus juga sering memasukkan variasi lain seperti 'tungku' atau 'alat pemanas', terutama kalau konteksnya bukan memasak, melainkan memanaskan ruangan atau memanaskan sesuatu dengan pembakaran kayu atau arang.
Saya suka menuliskan contoh kalimat karena itu bikin maknanya lebih hidup: "Turn off the stove" — "Matikan kompor." Atau "She warmed the house with a wood-burning stove" — "Dia menghangatkan rumah dengan tungku/pemanas kayu." Selain itu ada kata turunan dan gabungan yang sering muncul di kamus: 'stovetop' (permukaan kompor), 'stove burner' (pembakar kompor), dan 'stove pipe' (pipa cerobong untuk tungku). Perbedaan dialek juga penting: di British English sering dipakai 'cooker' untuk perangkat memasak besar yang mencakup oven, sedangkan di American English 'stove' lebih umum.
Kalau kamu lagi menerjemahkan teks, perhatikan konteksnya — apakah itu kompor dapur, tungku pemanas, atau istilah teknis — supaya terjemahan 'kompor', 'tungku', atau 'alat pemanas' pas. Buat saya, kata sederhana ini selalu bikin teringat aroma masakan yang pertama kali tercium waktu pulang ke rumah, jadi 'stove' terasa sangat rumahiah dan fungsional sekaligus.
2025-11-11 23:23:31
24
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Ditipu Mertua dan Suami
Anatasia Etik Pratiwi
8
20.5K
Apa jadinya kalau sebuah rumah tangga yang terlihat baik-baik saja ternyata penuh adegan sandiwara? Ketika suami serta sikap misterius mertua dan adik sepupu penuh tipu daya. Apa yang sebenarnya terjadi? Kisah drama rumah tangga Tiara yang dibanjiri air mata, tetapi juga diwarnai romantisme.
My husband's first love was scalded by boiling water. To punish me, he forced me into a customized steamer half my height, turned the heat to its highest setting, and sealed me inside.
"I'll make you feel the pain Jessica suffered a thousand times over!"
Trapped in the suffocating space, my breath came in ragged gasps. Heat seared my skin, and my body felt as though it would melt. I sobbed, begging him for mercy. "Please! I'm going to die!"
But he didn't look back. Holding his beloved in his arms, he walked away. He even locked the door after he left the room.
"Don't worry, you won't die. This is the only way you'll understand Jessica's pain."
Despair swallowed me whole. I screamed, my voice raw, but the boiling water beneath me splashed up, scalding my skin, stealing even the strength to cry.
He left the country with Jessica that same night. A week passed before he finally remembered my existence.
"That wretched woman must have learned her lesson by now. Let her out."
What he didn't know was that the water had long since boiled away, the heat had faded, and inside the steamer, my corpse lay rotting—swarmed with maggots.
My mother-in-law lives alone. One day, her house suddenly catches on fire. It's a life-threatening situation.
I call my firefighter husband several times before he answers impatiently. "I don't care why you're calling—can't it wait? I'm fixing Sophie's pipes!"
I tell him about his mother being trapped in a fire, but he merely sneers. "How dare you curse my mother just to make me go home? You're insane!"
He hangs up without another word. I'm left helpless. All I can do is wait for his colleagues to arrive, but they only come half an hour later.
Their expressions shift to horror when they see the blazing fire. "Didn't Captain Scott say his wife was lying?"
My mother-in-law dies due to the delay. My husband even misses the funeral because of his first love.
I give up on him and ask for a divorce. However, he rips the divorce agreement to shreds and shatters the urn that contains his mother's ashes. "Drop the act—I would definitely go through with the divorce if not for my mother!"
I laugh. He doesn't even know his mother is already dead.
“She is mine. No one will touch her the same as I do."
- Pyro
Fira was about to die at the hands of hunters when there was a man came to save her. This man had a cold emotion with his unusual strength, good at dodging, and a fighter who can prevent every strike of the opponent without looking at it. She was curious about the identity of this man until she found out that he is an Alpha King of Fire, her mate. When his father was missing, she sought help from the King Fire. Eventually, they saw his father in the Introduction of Slaves. Fira promised to the King Fire that she would do everything just to let his father out of slavery. They had a life-changing agreement and that was to become his property. No matter what he said, she will do it. NO PROTEST.
I rented a house with a bloody history because it was cheap.
On the first night after moving in, the faucet turned on by itself.
I yelled into thin air, “Are you paying the water bill?!”
The water instantly stopped flowing.
I thought that was just the beginning of the ghost not bothering me.
Unexpectedly, the next day, I saw a main course with two side dishes prepared on the dining table.
After achieving everything he ever wanted, Jacob Coleman's life took a traumatic and unfortunate turn. Now, isolated in Red Falls, a small town in Oregon, he´s dedicated into rescuing abused and distressed animals, so Jacob has neither the time nor the intention of pursuing any romantic interest.
Who would want to be with a bitter man that is physically scarred by life? Or at least that's what he thought until the new veterinarian arrives to The Eden.
Veterinarian and mother of a precocious seven-year-old girl, Vivienne Sweet, had only one thing in mind since she was little. That was to work with farm animals. So, what´s better than a small-town animal shelter where she can spend her free time with Taylor? Or the spectacular and reserved man who runs The Eden? Vivienne never thought she would find such perfection in that place, but what she did know was, that she would not miss the opportunity to get to know Jacob Coleman in depth.
No matter how much Jacob resists, Vivienne has already made up her mind, and she won't give up on it until she achieves her goal: to have him for herself.
Sekilas etimologinya itu seru: kata 'stove' dalam bahasa Inggris sebenarnya punya akar yang jauh lebih tua daripada alat memasak modern yang langsung terbayang di kepala kita. Aku suka membayangkan perjalanan kata ini dari ruang-ruang kecil bercahaya sampai jadi benda logam di dapur yang berdesis. Secara historis, kata ini awalnya menunjuk pada 'ruang yang dipanaskan' — bukan alatnya. Bentuk tertuanya ada dalam bahasa-bahasa Jermanik kuno, biasanya direkonstruksi sebagai Proto-Germanic stubō atau stubā, dan dalam Old English muncul kata seperti 'stofa' yang berarti kamar atau ruang. Dalam bahasa-bahasa Eropa Utara lainnya kamu masih bisa melihat saudara katanya, misalnya Jerman 'Stube' dan Old Norse 'stofa'.
Perubahan makna itu terjadi secara bertahap: dari ruang hangat ke perangkat yang menghasilkan panas. Pada periode Middle English dan awal Modern English kata 'stove' dipakai untuk menyebut ruangan yang dipanaskan—lalu sekitar abad ke-17 sampai ke-18 mulai muncul penggunaan untuk benda itu sendiri, terutama setelah inovasi-inovasi seperti 'Franklin stove' yang populer di abad ke-18. Jadi secara sederhana, 'stove' sekarang berarti alat untuk memasak atau memanaskan, tapi asalnya lebih mengacu pada tempat hangat di rumah.
Sekilas budaya juga menarik: di Inggris kadang orang pakai 'cooker' untuk perangkat memasak, sementara di Amerika 'stove' lebih umum. Aku selalu senang membaca jejak kata seperti ini karena bikin kita merasa tersambung ke rumah-rumah tua yang hangat di masa lalu — seolah suara besi dan asapnya masih tersisa di kata itu.
Kamu bisa menganggap kata 'stove' dalam bahasa Inggris itu paling umum artinya 'kompor' — alat untuk memasak atau memanaskan. Di rumah sehari-hari itu bisa merujuk pada kompor gas, kompor listrik, atau bahkan tungku kayu di beberapa daerah. Selain itu, dalam konteks pemanasan ruangan, 'stove' kadang berarti pemanas berbahan bakar kayu atau pelet, jadi maknanya tergantung konteks.
Kalimat sehari-hari yang bisa kamu pakai, aku sering pakai yang simpel-simpel waktu ngobrol atau memberi instruksi di dapur:
- 'Turn off the stove after cooking.' — 'Matikan kompor setelah memasak.'
- 'The soup is boiling on the stove.' — 'Supnya sedang mendidih di atas kompor.'
- 'Be careful, the stove is hot.' — 'Hati-hati, kompornya panas.'
Selain itu ada beberapa variasi yang sering muncul: 'stovetop' (permukaan kompor), 'stove burner' (bagian pemanas/angglo), atau 'electric stove' / 'gas stove' kalau mau spesifik. Di percakapan kasual aku juga suka bilang, 'I'll put this on the stove' ketika menaruh panci di atas api. Kalau kamu sering memasak, kata ini bakal sering muncul dalam instruksi resep, percakapan rumah tangga, dan saat memberi peringatan keselamatan di dapur. Aku sih selalu ingat untuk bilang 'matiin kompor' ke anggota keluarga — simple tapi penting, dan itu selalu terasa seperti ritual kecil sebelum pulang ke ruang tamu.
Kata 'stove' dalam bahasa Inggris sering membuat bingung kalau diterjemahkan langsung ke bahasa Indonesia. Secara umum aku biasanya mengartikan 'stove' sebagai 'kompor' — yaitu perangkat yang punya tungku atau zona pemanas di atas untuk memasak. Dalam percakapan sehari-hari, orang Amerika sering bilang 'stove' untuk merujuk pada unit dapur yang lengkap: bagian atas untuk memasak (burners atau stovetop) dan bagian bawah yang merupakan oven. Jadi kalau teman bilang 'turn on the stove', bisa berarti menyalakan kompor di atas atau sekedar menyalakan permukaan memasak.
Di sisi lain, 'oven' itu spesifik: ruang tertutup untuk memanggang atau mem-bake. Kalau resep bilang 'preheat the oven', jelas yang dimaksud adalah 'panaskan oven' — bukan kompor. Ada juga istilah lain seperti 'cooktop' (permukaan masak saja), 'range' (unit kompor + oven), dan 'stovetop' (bagian atas kompor). Selain itu, 'stove' kadang dipakai untuk perangkat pemanas, misalnya 'wood-burning stove', yang memang lebih mirip tungku atau pemanas ruangan daripada alat masak.
Jadi intinya: terjemahan terbaik tergantung konteks. Untuk percakapan santai aku sering pakai 'kompor', tapi kalau bicara bagian dalam untuk memanggang, aku selalu sebut 'oven' supaya jelas. Kalau lagi menulis resep atau bantu orang, aku sengaja bedakan supaya nggak bikin nasi gosong karena salah paham — itu pengalaman pahit yang masih aku ingat.