Menjadi Taipan Usai Dicampakkan
Marco menatap Jack dengan mata membesar, ketakutan yang dia rasakan kini jauh lebih nyata dibandingkan ancaman kematian barusan.
“A-apa maksudmu?” suara Marco bergetar.
Jack melangkah mendekat. Perlahan, dia berjongkok di hadapan Marco, menyamakan tinggi pandang mereka. Tatapan Jack dingin, kosong, tetapi sarat dengan sesuatu yang jauh lebih mengerikan daripada amarah.
“Kamu mungkin selalu berpikir karma itu tidak ada, sehingga kamu bisa leluasa melakukan segala hal,” ujar Jack pelan. “Kamu pikir uang dan kekuasaan bisa membelokkan segalanya.”