Hello, Mantan!
ujar Megantara berkilah.
Kafka tertawa pendek. “Lo tahu nggak,” ujarnya sambil menyelipkan tangan ke saku celana, “semakin lo berkilah dang bilang ini bukan cemburu, gue malah dengernya lo lagi cemburu banget.”
Megantara menatapnya datar. Kafka mengangkat kedua tangan, pura-pura menyerah.
“Oke, oke. Gue serius.” Ia menoleh lagi ke arah ruang meeting. “Seperti yang udah kita dengar tadi, Gan. Kayaknya mereka memang teman lama.”