Miss Antagonist
“Nggak ada manusia yang sempurna, Sayna. Lo nggak akan nemu orang yang 100% cocok sama lo, itu kenapa ada yang namanya toleransi. Stop talkin’ about people desserve better with her life like a bullshit.”
Sebenarnya Pramudya tidak tahu Sayna sedang memperingatkannya dalam rangka apa. Yang jelas dia geram sekali dengan kalimat itu, dan sialnya Sayna menjadi pelampiasan. Tidak apa-apa, semoga gadis itu sadar bahwa Danish dan dirinya sudah cukup baik untuk satu sama lain. Dya tidak mengerti dengan konsep desserve better yang sering bergaung akhir-akhir ini.
Bukankah membangun sebuah hubungan berarti berkompromi dengan ekspektasi? Buat apa terus berpikir bisa dapat yang lebih baik lagi?
****