Jiwa Yang Terluka
'Apa dia tidak sadar dengan apa yang diucapkannya itu?
"Oke, kita akan membelinya. Gun, kita ke supermall, ya." Perintah Abraham pada asisten pribadihya.
Sesungguhnya Abraham merasa malu luar biasa terhadap Gunawan, asisten pribadinya. Tapi apa mau dikata, semua sudah terlanjur terjadi. Asistennya itu pasti telah beranggapan jika dirinya terlalu bucin terhadap gadis yang duduk di sebelahnya yang sama sekali tidak dapat mengontrol ucapannya.