Senandung Masa SMA
timpal Praja.
“Hahaha, iya ada beberapa tuh. Kelar jam kuliah mah ke sini lagi, kerja lagi. Jadi nyokap bokap tuh nggak sembarangan rekrut orang yang kerja di rumah. Soalnya sekalian buat jadi anak asuh juga, dibiayain sekolah atau kursus, biar keluar dari sini bisa mandiri. Tapi banyak yang betah tuh, pada lebih suka tetep jadi ART di sini!” kata Hafis tanpa bermaksud menyombong.
“Ya gimana nggak betah, gaji ART setara karyawan, dapet THR, bonus, hari cuti pula!” jawab Praja.
Hot Chapters