Ada sesuatu yang tragis sekaligus memikat tentang sosok istri kedua Tuan Muda dalam cerita ini. Dia digambarkan sebagai wanita cantik dengan masa lalu kelam, dipaksa masuk ke keluarga kaya demi status sosial. Awalnya, dia berusaha keras untuk diterima, bahkan rela menekan kepribadian aslinya.
Tapi seiring waktu, tekanan sebagai 'pendatang' di rumah besar itu membuatnya memberontak diam-diam. Dia mulai berselingkuh dengan seorang seniman miskin, simbol kebebasan yang selalu diidamkannya. Ironisnya, justru di saat dia merasa paling hidup, pengkhianatannya terbongkar dan berakhir dengan pengusiran tragis di tengah hujan deras.