Ah! Enak Mas Dokter
Namun kali ini, bukan hanya perkataan kasar dan bentakan, tatapan mata Agung juga terlihat sangat tajam, memerah, nyaris keluar dari kelopak.
"Gila apanya Kang?" Bukannya menyadari kesalahan tadi, Ani justru tak kalah emosi melawan kakaknya.
"Omongan kamu itu gila! Bisa-bisanya kamu memberikan ide gila seperti itu! Mana mungkin Akang setuju Barta berpoligami, apalagi dengan keponakan Akang sendiri!"
"Lho, nggak ada salahnya 'kan? Hukumnya halal aja. Lagian aku ngasih saran begini karena aku kecewa sama Akang."