Setelah Kamu Pilih Dia
Lina Astrianimalam semakin dingindada terasa dinginlirik di malam yang dingin dan gelap sepidiujung malam menuju pagi yang dingin
Lampu-lampu jalan membias di kaca jendela, seolah menjadi saksi betapa hidup tak pernah benar-benar bisa ditebak.
“Kamu tahu, Han…” bisiknya lirih, “rasanya kayak selesai baca buku yang lama, yang pernah bikin nangis, tapi sekarang bisa ditutup tanpa dendam.”
Rayhan mengecup pelipisnya. “Karena kamu sudah selesai berdamai. Bukan sama dia. Tapi sama dirimu sendiri.”