Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Perangkap Dendam Tuan Miliarder

Perangkap Dendam Tuan Miliarder

Dia terlihat tenang—tipe yang tidak banyak bicara, tapi fokus. “Mulai.” Ruangan langsung hening. *** TABLE READ – ADEGAN TIGA Interior – Toko Buku – Siang Daniel (mengambil buku dari rak, membalik beberapa halaman) “Aku sedang mencari sesuatu… yang berbeda.” Mae (tanpa menatapnya) “Berbeda bagaimana?” Daniel “Sesuatu tentang pengembangan diri. Atau karakter.” (sejenak ragu)
873 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai buku berdamai dengan diri sendiri
Baca
+Pustaka
Jalan Sunyi sang Pendekar

Jalan Sunyi sang Pendekar

“Aku telah menyampaikan izinmu dan juga pesanmu. Aku bisa merasakan dari sorot matanya, dia sangat menyayangimu dan bangga padamu, meski dia tak mengatakannya langsung.” Hua Lianyi menatap rak buku di sekeliling mereka, lalu matanya tertuju pada buku yang sedang dipegang Luo Yi. “Itu buku ‘Cara Menenangkan Diri’, ya?” tanyanya lembut sambil mendekat. Luo Yi mengangguk, “Ya, Guru. Saya pikir jika saya memahami isi buku ini, saya akan lebih cepat menguasai Teknik Pernafasan Alam.”
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai buku berdamai dengan diri sendiri
Baca
+Pustaka
Menikah Setelah Kuat Berdiri Sendiri

Menikah Setelah Kuat Berdiri Sendiri

Ia menatap bintang-bintang di langit sambil memikirkan banyak hal, mulai dari tugas kuliah, rutinitas di toko, hingga komentar teman-temannya tentang hubungan. Melihat teman-temannya yang bisa berbagi cerita dengan pasangan membuat Damira sesekali merenung. “Apa aku terlalu keras pada diriku sendiri?” pikirnya sejenak. Namun, ia segera menggelengkan kepala. Ia tahu, keputusan untuk fokus pada diri sendiri adalah langkah yang tepat. “Aku masih punya banyak hal yang ingin kucapai. Aku nggak bisa teralihkan sekarang,” katanya pada dirinya sendiri.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai buku berdamai dengan diri sendiri
Baca
+Pustaka
Dimadu Suami Dinikahi Kakak Ipar

Dimadu Suami Dinikahi Kakak Ipar

Di pangkuannya, buku catatan tipis masih terbuka di halaman terakhir. [Yang menyembuhkan luka bukan waktu, tapi keberanian untuk berhenti melarikan diri.] Seminar di Bandung yang diikutinya selama dua hari memberi banyak hal yang tidak terduga. Di ruangan berukuran sedang dengan kursi-kursi plastik, dia duduk di antara perempuan-perempuan yang wajahnya menyimpan cerita berbeda. Ada yang bercerai, kehilangan, dikhianati, tapi semuanya datang dengan tujuan yang sama yaitu belajar berdamai dengan diri sendiri.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai buku berdamai dengan diri sendiri
Baca
+Pustaka
Kontrak Cinta, Luka Nyata

Kontrak Cinta, Luka Nyata

“Aku menulis ini di masa ketika aku belum tahu caranya berdamai dengan masa lalu. Kadang aku takut terlalu dalam, bukan karena tak percaya pada cinta, tapi karena aku tahu rasanya kehilangan arah. Jika suatu hari seseorang menemukan buku ini, mungkin dia akan mengerti bahwa tidak semua orang yang diam itu tak peduli. Sebagian hanya sedang belajar menerima dirinya sendiri.” Alya membaca baris demi baris dengan napas tertahan. Di halaman-halaman berikutnya, ia menemukan coretan-coretan pendek, pemikiran Tama tentang hidup, tentang ibunya, bahkan tentang dirinya sendiri.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai buku berdamai dengan diri sendiri
Baca
+Pustaka
FWB (Friend with Bonus)

FWB (Friend with Bonus)

Ketiganya lantas berkenalan dan sesaat melempar basa-basi sebelum akhirnya hanya menyisakan Giva dan Jay di sana. "Aku cuma mau antar ini." Jay menyodorkan sebuah buku bersampul biru milik Yasmin Mogahed yang berjudul Healing the Emptines. "Bukunya bagus untuk kita yang perlu waktu untuk menerima diri sendiri." Giva menerima buku tersebut. "Terima kasih ya." "Dan ini, aku bawain teh karena kopi kemungkinan bikin kamu sulit tidur sekitar 75%."
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai buku berdamai dengan diri sendiri
Baca
+Pustaka
Tersandung Cinta Tuan Muda

Tersandung Cinta Tuan Muda

Ia sadar, selama ini ia mengejar banyak hal, tapi melupakan yang paling mendasar: rasa damai. Ia duduk di bangku yang kosong. Tangannya kembali memegang buku harian Naira. Kini, halaman-halaman itu bukan hanya berisi luka, tapi petunjuk menuju penyembuhan. Di salah satu halaman, tertulis:
1.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai buku berdamai dengan diri sendiri
Baca
+Pustaka
Mencari Cinta Sejati

Mencari Cinta Sejati

Dalam keheningan hatinya, ia teringat pada kalimat di buku yang baru saja dibacanya: “Jangan jatuh cinta, karena yang namanya jatuh pasti sakit.” Kalimat itu melekat begitu kuat, membuat Ambar tersenyum tipis. Untuk pertama kalinya, ia merasa santai dalam menghadapi asmara—tidak terburu-buru, tidak lagi memandang cinta sebagai sesuatu yang harus segera digenggam. Malam itu, di tengah diskusi sederhana penuh ilmu, ia menyadari satu hal: kebahagiaan bukan soal siapa yang menemani, tapi bagaimana ia belajar berdamai dengan dirinya sendiri.
10841 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai buku berdamai dengan diri sendiri
Baca
+Pustaka
Sekali Gadis itu Memberontak, Paman Menjadi Patuh

Sekali Gadis itu Memberontak, Paman Menjadi Patuh

Setelah selesai makan, Delfia bertanya kepada Welly, "Siapa yang menyuruhmu memberi tahu Willona bahwa kita akan berdamai?" "Itulah yang dikatakan buku." Welly menjawab dengan tenang. Delfia tidak mempercayainya, "Buku apa yang mengatakan itu?" "Buku tentang parenting." Welly berkata tanpa mengubah ekspresinya, "Buku itu mengatakan bahwa tidak peduli kita ingin berdamai atau tidak, kita harus mengatakan di depan anak bahwa kita akan berdamai dan saling mencintai, sehingga anak dapat memiliki harapan di hati mereka dan menjadi lebih sehat secara mental."
9.8956.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33.5K kali sebagai buku berdamai dengan diri sendiri
Tampilkan Ulasan (238)
Baca
+Pustaka
sriastuti nengsih
karakter ray disini belum terlalu kuat. dia hanya dominan hanya pada siska saja . terlalu banyk celah yang ray buat supaya orang bisa merusak hubungan nya dengn siska . ray belum bisa terbuka . dia akan cerita setelh situasi sudah terdesak. cnth kelly . harus siska pergi dulu baru ray ambil tindakan
Kiboom
Cerita kembali ke awal ketika Melany baru sadar dari koma. Rey tetap menjadi orang bodoh yang mudah dimanipulasi. Dendamnya membuat dia tidak tegas. Meskipun paham posisi Rey seperti apa tapi dia memang kurang bisa diandalkan krn hatinya masih terbagi pada banyak hal dan akhirnya dimanfaatkan melany
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status