Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Test Book

Test Book

Penapika12268
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.8K viewsOngoingAdded to Library 40 Times as börte
Read
+Library
Barraberee

Barraberee

Emang dah, rasanya nggak ada duanya. “Qarmita!” Aku menoleh ke sumber suara bariton di belakang aku, yang memanggil namaku. “Eh, Om Barra.” DEG! Nih jantung kok malah berasa mau copot pas liat sosok tinggi tegap itu. MasyaAllah, itu jambangnya dikemanain? Mukanya jadi bersih. Kelihatan lebih manis dibanding sebelumnya.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as börte
Read
+Library
Kuranji

Kuranji

Detik berikutnya ia terkekeh, “Hahaha … kau salah duga, Anak Muda. Isi karung ini hanyalah rusa kecil, hasil buruanku.” “Gadis ataupun rusa, aku mau kau memberikannya padaku, Pak Kumis!” Muka si Kumis Berantakan memerah. “Rupanya kau tidak pernah diajarkan sopan santun, Anak Muda. Baiklah. Jika orang tuamu tidak paham dengan kaluak paku asam belimbing, maka aku yang akan mendidikmu. Bersiaplah!”
103.3K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as börte
Read
+Library
VERDINDA

VERDINDA

Dinda terkekeh pelan namun hanya sesaat hingga ia mendapat toyoran kecil dari Zura. "Aw! Sakit ini tangan gue." pekik Dinda memegang lengannya kuat. "Aduh maaf Din, gue kelepasan maaf ya." Zura mengelus lengan Dinda lembut yang terkena toyoran tadi. "Main-main itu Zura sekarang," tambah Meyza yang masih asyik dengan ponsel kecilnya. "Eh lo tau sendiri kan gue jadi begini gara-gara kuyangnya elo, gue itu di—"
103.6K viewsOngoingAdded to Library 141 Times as börte
Read
+Library
Koma

Koma

Sebuah benda tipis terjatuh dari sela-sela lipatan sapu tangan tersebut, Rimba memungutnya dari lantai. Bola mata Rimba melebar tak percaya mendapati sobekan kertas kecil dengan tulisan awut-awuttan, tapi untung masih bisa dibaca. Rimba membaca sekali lagi secara perlahan, menajamkan penglihatanya. Namun tulisan itu masih tetap sama. Temui gue di atap besok. ========================== ============== Salam hangat dari perempuan yang hobi gantungin
102.7K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as börte
Read
+Library
Viona

Viona

Viona memandangi surat di tangannya, amplop surat bewarna pink dengan ukiran namanya di pojok kanan bawah, tampak berkilauan. 'Dear, Viona'
1069.6K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as börte
Show Reviews (20)
Read
+Library
Sari Yanti
terima kasih sdh buat cerita nya bgs ga bertele2 ,, tp sayang cerita nya ada yg di gantung,, itu knp tiba2 Dimas pergi ke luar negeri tanpa alasan,, dan apa yg di katakan om Anton sm keluarga nya Levin kok tiba2 berubah JD baik,,, bikin penasaran ...,, klu bisa bikin lanjutan nya dong ...,,,
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Fantarna

Fantarna

“Yang Mulia, jika diizinkan aku ingin bertanya, sebenarnya apa isi botolnya?” Sang raja tersenyum. “Racun.” Bunga khas wilayah warnarish Pink, Pinie, akan menjadi racun jika disimpan terlalu lama. Namun, warna gelap dari bunganya yang mongering begitu indah sampai banyak warnarish yang menyimpannya dalam botol dan diberi air. Raja Pinqoe memberikan botol itu di kamar Peonie, di malam yang sama dengan kehadiran Meagantya untuk memberikan hadiah kejutan sederhana. Bukan hanya botol Pinie, seperangkat buket diletakkan di nakas ranjang. Hanya saja karena senang, Peonie pun mengacak-acak buketnya, melupakan botol Pinie.
104.5K viewsOngoingAdded to Library 165 Times as börte
Read
+Library
BURONAN

BURONAN

Ada beberapa anak tangga di sana yang menghubungkan lorong itu ke sebuah pintu berwarna coklat. Rheyna menghirup napas dalam. Dia seperti mencium bau busuk. Bau busuk itu berasal dari ruang bawah tanah di ujung lorong itu. Degup jantung Rheyna kian berpacu kencang tatkala langkahnya kini justru terarah menuju pintu berwarna coklat di bawah sana. Rheyna tahu dirinya sudah melanggar peraturan yang diberikan Albert tapi rasa penasaran justru mengalahkan segalanya.
1022.1K viewsCompletedAdded to Library 794 Times as börte
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status