KAMAR KEDUA
Nama baru untuk tempat yang lama ia tinggalkan bersama kematian.
Di sepanjang perjalanan, Sheza memandang keluar jendela. Kota berjalan seperti biasa. Orang-orang berangkat, membuka toko, menyapu halaman. Tak ada yang tahu bahwa ada satu rumah yang ditinggalkan oleh kematian, tapi masih menyimpan terlalu banyak kehidupan di dalamnya.
Ketika taksi berhenti, Sheza turun perlahan. Langkahnya terhenti. Di tembok pagar rumah itu, ada tulisan besar dari cat semprot hitam. PENIPU.