Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku
jelas analis itu, seorang pria paruh baya dengan jas lab putih dan suara datar, seolah yang dia hadapi hanyalah angka dan reaksi kimia, bukan nyawa manusia.
Sankara menelan ludah. “Itu apa?”
Analis itu menggeser layar monitor, menampilkan grafik dan data kimia. “Campuran non-pangan bersifat toksik dosis rendah. Tidak mematikan secara langsung, tapi cukup untuk memicu reaksi fisik, seperti pusing berat, mual ekstrem, disorientasi, bahkan penurunan kesadaran sementara.”
Arvendra menatap layar itu tanpa berkedip.