Dia Ayahku, yang Membuat Ibuku Gila
Dengan malas Cahaya membuka pesan itu, dan baru menyadari selama lima tahun terakhir ini jangankan ada waktu untuk berdua, mereka juga jarang berkirim pesan, padahal dulu sang ayah selalu mengirim pesan padanya, meski itu hanya untuk mengomelinya karena pulang sekolah lebih awal dan tak menunggu sang ayah menjemput atau hal yang paling ringan menyembunyikan sayur pare yang akan dimasak mamanya, karena kedua ogah makan sayur itu.
“Di mana kamu tinggal sekarang, Nak. Papa ingin mengunjungimu. Bukankah suamimu bilang ada hal penting yang harus kamu katakan pada papa.”
Cahaya tergoda untuk mengacuhkan pesan itu tapi dia menyadari kebenaran ucapan suaminya, ayahnya terlalu buta oleh cinta ibu ti
Hot Chapters