Istri Ke-4 Tuan Tanah
teriak Ratih sambil mengacungkan jarinya ke Sumi.
Sumi tersenyum semakin lebar. “Sakit, kan? Saat harga diri kita diinjak dan rasanya sakit, jangan pernah menginjak harga diri orang lain.”
Mata Sumi yang teliti, melihat ada kendi di meja, dia pun mendekat ke sana dan segera menuang isinya ke gelas kosong di sebelah kendi itu. “Pikiran itu ada di otak, dan otak ada di kepala,” Sumi menyeringai, “sepertinya kepala itu harus dicuci.”