Sang Junjungan
Sumi membalas mencium tanganku dan menjawab,"Waalaykumsallam. Belum begitu malam, kok, bang. Lagi pula aku juga baru menyelesaikan jahitannya Mpok Lela, lumayan ongkos jahitnya buat tambah-tambah biaya persalinan anak kita, bang."
Mendengar perkataan Sumi, aku langsung meraih tubuhnya, merangkul dengan mesra. "Besok abang sudah kerja. Alhamdulillah gajinya cukup besar jadi enggak usah terima jahitan lagi, ya, Sayang. Kasihan dede kalau ibunya terlalu lelah," ucapku seraya mengusap perut Sumi yang sudah mulai membesar di usia kandungan enam bulan. Tampak wajah Sumi bersinar mendengar perkataanku dan mengucap syukur.
Setelah aku membersihkan diri, aku dan Sumi menyantap dengan lahap martabak t
Hot Chapters