LOGINSumi satu-satunya orang yang berpengaruh penting pada hubungan mereka berdua. Entah rahasia apa, yang Sumi sembunyikan selama 5 tahun belakangan ini. Tentu saja dijaga rapat-rapat oleh sumi. ia tidak mau kehilangan Tio pasangan yang begitu sempurna baginya, tak sedikit pula para wanita dan teman model Tio yang juga menyukai kekasihnya. Berbanding dengan Sumi, yang hanya mengandalkan karir yang bagus dan sukses. Bahkan Sumi tidak sempat untuk mengurusi badan mungilnya itu. Bekerja di bawah teriknya matahari membuat kulitnya tidak lah putih bersih melainkan sawo matang. Ia terlalu berambisi untuk meningkatkan aktivitas kerjanya tanpa ia sadar bahwa wanita juga butuh untuk merawat dirinya sendiri. Dibalik itu semua tentu saja Sumi memiliki rahasia yang tidak diketahui oleh semua orang, hanya ia dan ibunya saja yang mengetahui entah rahasia apa yang ia jalankan selama ini. Ibu Sumi berperang di dunia ghaib dengan Si Mbah, yaitu Ayah kandung Sophia. Mereka merupakan sepasang kekasih di masa muda dahulu. Namun, ibu Sumi memilih jalan berbeda dengan Si Mbah, hingga menyalah gunakan ilmu yang dipelajari untuk sarana hal yang tidak benar. Puncak memanas saat Tio hilang kendali, dan dicuci otaknya oleh Ibunda Sumi. Membuat Mbah marah dan menolong Sophia membantu menyembuhkan teman sekaligus orang, yang dicintai.
View MoreNaya jatuh terduduk, jarum bening di tangannya kini punya garis kesembilan. Garis berwarna merah muda. Rumput bening di halaman berdiri lagi dengan tegak, Naya tersenyum rasanya lelah sekali. “Kak, ternyata menjahit orang jahat juga bagian dari menjaga ya?” Angin menjawab dengan desiran pelan, malamnya ia menulis di buku kecilnya. “Hari ini benang kesembilan, Sophia bukan dijahit tapi sengaja dipulangkan, ternyata ada orang yang benangnya kusut karena tidak pernah diberi rumah dan tugasku memberi jalan pulang,”Naya menutup buku, di luar saung Tio datang lagi kali ini bersama Sophia. Ia sedang membawa benang putihnya sendiri, bahkan sudah tidak kusut lagi. “Latihan,” katanya sambil tersenyum malu. Naya mengangguk, kini Desanya semakin tenang. Karena sekarang, bahkan benang yang paling kusut pun punya kesempatan untuk pulang. Naya mengerti satu hal lagi, kak umi memilih kosong agar orang lain bisa bebas. Naya memilih menjaga agar orang lain bisa pulang, dua sisi dari benang yang
Tiga malam setelah Tio berhasil dirapikan, rumput bening di halaman Naya telah berubah menjadi layu. Bukan mati hanya menunduk, semua helainya mengarah ke timur. Ke arah kota. Naya duduk di depannya dengan hati yang cemas dan gelisah, jarum bening ia letakkan di pangkuannya. Garis pelangi di jarum itu kini sudah menjadi delapan. “Kak Sumi,” bisiknya. “Ada yang tidak beres?”Rumput itu bergetar sekali dengan keras, angin malam itu datang dengan membawa bau. Bau parfum yang mahal, Naya menebaknya itu datang dari kota. Namun bau itu tidak seharusnya ada di desa mereka. Pagi harinya, ada seorang kurir yang datang ke saungnya. Ia tampak membawa kotak kardus, tidak ada nama pengirim yang ada hanya alamat Naya, itupun ditulis dengan spidol hitam. “Dari kota,” kata kurir. “Katanya penting!”Naya membuka kotak itu di luar saung, tidak di dalam karena takut akan terjadi apa-apa. Di dalamnya ada bungkusan kain sutra berwarna merah. Saat kain itu dibuka, Naya mundur dengan terkejut. “Ben
Berita menyebar dengan sangat cepat, karena anak Mbak Lurah bisa berbicara lagi. Bahkan Mbak Lurah merekomendasikannya, pada orang-orang kota dan juga desa sebrang. Malam itu juga Dimas makan hingga habis dua piring, membuat ibunya merasa sangat senang. Karena Naya yang masih kecil sudah bisa menyembuhkan orang. Desas-desus warga terdengar di telinga Naya, rumah bekas Pak Wira, atapnya roboh dengan sendirinya di keesokan paginya. Orang-orang desa mulai menyebut saung itu “Saung Benang”. Bahkan mereka juga ikut menjaga tempat itu, juga menjaga Naya. Hari berikutnya datanglah Pak Karso, seorang petani tua. Benangnya berwarna kuning, Naya melihatnya karena ia berhutang pada tengkulak. Bahkan benang itu menjadi sangat kusut, membuatnya seakan menarik perutnya tiap malam. Naya berhasil meluruskannya kembali. Lalu datang Mbak Yuni, seorang janda muda yang cantik menawan. Benangnya berwarna merah, benang itu ditarik mantan suaminya dari kota. Membuat hidup Mbak Yani terasa kosong dan
Di malam Jumat Kliwon, Naya selalu duduk di depan rumput bening itu. Ia bercerita tentang desa dan tentang orang, rumput itu selalu bergetar sebagai jawaban. Karena Naya sangat yakin bahwa Kak Sumi tidak benar-benar pergi, bagi Naya kak Sumi menjadi langit dan angin. Menjadi benang bening yang sekarang ada di tangan Naya. Selama ada satu orang yang memilih untuk menjaga, bukan mengikat maka desa tidak akan pernah punya rantai lagi. Naya kini sudah mendirikan Saung yang berdiri di pematang, menghadap sawah dindingnya terbuat dari bambu. Atapnya ijuk dan di dalamnya hanya ada tikar, kendi air, dan satu kotak kayu kecil. Di dalam kotak itu tersimpan dengan baik jarum bening pemberian Sumi, belum pernah ia pakai. Tiga minggu sejak Pak Wira diusir, orang mulai datang kesana. Bukan karena sakit, bukan pula karena kerasukan tapi karena benangnya terasa salah.Mereka berkata bahwa dadanya sesak saat melewati rumah seseorang, jari mereka gatal saat memegang uang dari orang tertentu. Bahk
Matahari sudah ingin menjulang tinggi, namun tampaknya, Sumi enggan untuk keluar dari kamar. Pikiran wanita itu masih kacau.Tapi mau tidak mau.Para karyawan harus segera memberitahunya, entah akan bagaimana nanti hasilnya. Yang jelas mereka juga akan segera pulang. " Mba, kami mau bicara!" kata
Setelah lama ia berdiam diri, akhirnya ibunda Sumi dengan wajah yang kini berubah marah. Ia menyatakan perang, ia menyerang bagian dada si Mbah dengan tangannya. Untung saja si Mbah dengan sigap mengelak." Rupanya kamu tidak pernah berubah, kali ini aku tak akan lemah dengan mu!" kata si Mbah dal
Bodyguard tersebut kemudian membukakan pintu mobil Sophia, Sophia turun dengan membawa beberapa bingkisan. Ia berjalan terlebih dahulu di depan, sedangkan ke dua bodyguardnya, berjalan di belakangnya. Para bodyguard tersebut, sedang membawa barang berat.Mereka semua sudah di sambut si Mbah dari d
Setelah menemukan tempat VIP yang di pesan, Sophia bergegas masuk ke tempat tersebut. Terlihat di sana sudah ada wanita paruh baya, dengan dandanan modis layaknya ibu sosialita. Sophia tidak mengetahui Wanita tersebut. Namun ia sudah terlanjur datang, mau tidak mau Sophia harus menemuinya. Merek
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews