LOGINSumi satu-satunya orang yang berpengaruh penting pada hubungan mereka berdua. Entah rahasia apa, yang Sumi sembunyikan selama 5 tahun belakangan ini. Tentu saja dijaga rapat-rapat oleh sumi. ia tidak mau kehilangan Tio pasangan yang begitu sempurna baginya, tak sedikit pula para wanita dan teman model Tio yang juga menyukai kekasihnya. Berbanding dengan Sumi, yang hanya mengandalkan karir yang bagus dan sukses. Bahkan Sumi tidak sempat untuk mengurusi badan mungilnya itu. Bekerja di bawah teriknya matahari membuat kulitnya tidak lah putih bersih melainkan sawo matang. Ia terlalu berambisi untuk meningkatkan aktivitas kerjanya tanpa ia sadar bahwa wanita juga butuh untuk merawat dirinya sendiri. Dibalik itu semua tentu saja Sumi memiliki rahasia yang tidak diketahui oleh semua orang, hanya ia dan ibunya saja yang mengetahui entah rahasia apa yang ia jalankan selama ini. Ibu Sumi berperang di dunia ghaib dengan Si Mbah, yaitu Ayah kandung Sophia. Mereka merupakan sepasang kekasih di masa muda dahulu. Namun, ibu Sumi memilih jalan berbeda dengan Si Mbah, hingga menyalah gunakan ilmu yang dipelajari untuk sarana hal yang tidak benar. Puncak memanas saat Tio hilang kendali, dan dicuci otaknya oleh Ibunda Sumi. Membuat Mbah marah dan menolong Sophia membantu menyembuhkan teman sekaligus orang, yang dicintai.
View MoreBanyaknya debu di sekitar kota itu, tidak membuat hati Sumi kesal ataupun bermalas-malasan. Untuk keluar bekerja, tidak seperti hari-hari sebelumnya, yang hanya bermodalkan nekad untuk bekerja mencari uang.
Padahal didalam hatinya ia malas untuk bekerja di luar ruangan. Pasalnya Sumi, yang setiap hari harus bekerja dibawah teriknya matahari. Bahkan saat air turun membasahi bumi. Ya Sumi bekerja sebagai seorang fotografer, yang sudah memiliki gelar profesional. Tak jarang bagi dirinya untuk sepi job. Jobnya selalu ramai akan bokingan di setiap harinya, oleh karena itu tak jarang bagi Sumi menerima tawaran foto di dalam dan diluar ruangan. Sumi yang sebelumnya hanya gadis desa yang mempunyai mimpi dan kreativitas yang tinggi, membuat dirinya mampu menjadi seorang ahli foto profesional dan tentunya membuat dirinya terkenal. Di desa ia hanya seorang gadis biasa, yang suka akan kreativitas dan kemandiriannya. Ia memilih merantau di kota orang demi bisa mewujudkan impiannya. Mimpi yang dulu hanya memotret menggunakan ponsel hp, yang jadul tapi sekarang ia mampu membeli kamera dan lensa, yang mahal sekalipun. Tentu semuanya itu berkat kerja kerasnya dan doa orang tua yang selalu mengiringi langkahnya. Sehingga ia bisa menjadi seorang pilihan seperti sekarang. Sudah kurang lebih 5 tahun ia menjadi seorang perantauan di negeri orang, yang pastinya tentu ia tidak membuang bakat sia-sia begitu saja. “Bu, hari ini kita full job di luar ruangan!” kata salah satu karyawannya. Nyatanya ia sudah mempunyai model kerja yang ia kontrak untuk beberapa tahun kedepan, dan tentu model itu bukan orang asal-asalan yang di kontrak. Semua perlu tes yang cukup disiplin, dan dari jurusan yang memadai. Sumi benar-benar teliti untuk memilih para rekan kerjanya. Salah satu rekan kerja modelnya itu ialah pacar Sumi sendiri, yang kenal selama 5 tahun, disaat Sumi mulai merintis karir di kota. Pacarnya sudah tentu tau betul seluk beluk tentang kehidupan Sumi dari awal dulu hingga sekarang. “Pagi, Sayang,” Tio menyambut hangat pacarnya di kantor setiap pagi. Sumi hanya tersenyum manis. Tio adalah pacar Sumi mulai awal merintis karir di dunia pemotretan, Tio hadir sebagai model laki-laki dewasa, yang ia kenal dari salah satu perguruan tinggi. Pada saat itu Sumi sedang belajar dengan rekan kerjanya yang lain, ia di hadirkan di salah satu ajang model berbakat. Dari situlah awal mereka berkenalan dan akhirnya Tio menyatakan perasaan suka pada saat itu. Kebetulan Sumi sedang mencari model untuk pemotretan dirinya. Sumi merasa bahwa Tio pantas dijadikan model, tidak hanya gagah dalam segi postur tubuhnya saja ia juga si tampan dengan dada bidang. Tinggi badannya yang membuat para wanita melihat sangat antusias. Pantas saja Tio memilih karirnya di dunia modeling, tidak jarang jika Sumi terus menerus merasa bahwa dirinya tidak pantas dengan model tampan Tio itu. Apalagi dilihat dari segi materi. Keluarga Tio orang berada sedangkan, Sumi hanya gadis desa yang bercita-cita tinggi. Perasaan itu ia jalani sampai sekarang yang sudah memasuki 5 tahun ia merantau. Walau begitu Tio terus saja meyakinkan Sumi bahwa hanya dirinya satu-satunya wanita yang ada di hatinya. Bukan hanya sekedar wanita yang ada di hati Sumi, Tio juga membutuhkan Sumi sebagai rekan kerjanya. Supaya Tio terus bergelut di dunia modeling. Karna bagi Tio tidak ada fotografer profesional yang bisa menjamin karirnya selain Sumi. Tio dan Sumi baru saja merayakan hari jadi mereka yang sudah berjalan hingga 5 tahun sekarang, memang mereka tak banyak menggunakan alat-alat bahkan dekorasi khusus seperti orang kota pada umumnya. Mereka hanya menggunakan alat pemotretan yang biasa Sumi gunakan. untuk memotret suatu peristiwa yang mereka jadikan kenangan. Hanya ada satu kue berukuran kecil dan lilin kecil di atasnya, yang membuat kejutan kecil itu begitu berharga di hati Sumi. Di tepi pantai sembari tersenyum menunggu matahari menggelincir bersembunyi menunggu waktu malam datang. Awalnya Sumi hanya sedang bekerja karena ia masih ada sesi pemotretan, yang memang berlokasi di tepi pantai. Sumi sedang membereskan alat yang ia gunakan tadi untuk melanjutkan job di tempat berikut nya. Disaat Sumi dan tim sedang membereskan alat yang mereka gunakan. Tiba-tiba saja Tio datang dari arah belakang dengan mengendap-endap di belakang Sumi. Sembari memegang kue yang sudah ia bawa dan hias sedari tadi. Para rekan Sumi yang lain hanya bisa diam dan melihat Tio mengejutkan Sumi, karena sebelumnya para tim sudah Tio beritahu untuk menjaga rahasia. Bahwa saat ini ia akan membuat kejutan, di anniversary yang ke-5 tahun, tak hanya itu para rekan yang lain juga diminta Tio untuk mengabadikan momen indah mereka di saat ini. Husttttt! Tio memberi isyarat dengan satu jari telunjuk yang menempel di bibir. Kue yang dibawa ia rahasiakan di belakang badannya. Sehingga tak nampak untuk Sumi yang ada di hadapannya. Sumi sontak heran karena Tio yang hanya tersenyum dari belakang. Mengagetkannya sembari tersenyum tanpa berkata sepatah katapun. Setelah beberapa menit dua sejoli itu bertatapan, tio mulai memperlihatkan kue yang sedari tadi ia sembunyikan di belakang tubuhnya. Ia tersenyum sembari cepat mencium kening Sumi di hadapan para rekannya, Sumi tentu saja merasa bahagia dengan kejutan yang diberi Tio. Hubungan yang sudah terjalin 5 tahun itu,bahkan Sumi tidak merasa bahwa ia harus mencari sosok kekasih Tio. Karena baginya Tio sudah lebih dari cukup untuk dirinya . Pemuda tampan yang menjadi modelnya tersebut. Senja mulai menampakkan dirinya seiring, dengan itu dua sejoli tersebut saling mengekspresikan raut wajah bahagia antara satu sama lain. Kue yang sedari tadi Tio bawa mulai dipotong Sumi dengan hati yang begitu gembira. Satu persatu kue kecil berbentuk lingkaran tersebut mulai Sumi bagikan pada rekan kerja yang lain. Tak lupa pula ia menyuapi Tio yang amat sangat ia cintai tersebut. “Terimakasih ya, Sayang!” kata Sumi dengan hati gembira. Waktu yang telah mereka habiskan selama 5 tahun tentu saja banyak problema dan masalah yang mereka hadapi. Tak hanya itu Sumi satu-satunya orang yang berpengaruh penting pada hubungan mereka berdua, entah rahasia apa yang Sumi sembunyikan selama 5 tahun kebelakang ini. Tentu saja dijaga rapat-rapat oleh sumi. Ia tidak mau kehilangan Tio pasangan yang begitu sempurna baginya, tak sedikit pula para wanita dan teman model Tio yang juga menyukai Tio. Berbanding dengan Sumi yang hanya mengandalkan karir yang bagus dan sukses, bahkan Sumi tidak sempat untuk mengurusi badan mungilnya itu. Bekerja di bawah teriknya matahari membuat kulitnya tidak lah putih bersih melainkan sawo matang. Ia terlalu berambisi untuk meningkatkan aktivitas kerjanya tanpa ia sadar bahwa wanita juga butuh untuk merawat dirinya sendiri. Namun, tentu saja Sumi memiliki rahasia yang tidak diketahui oleh semua orang, hanya ia dan ibunya saja yang mengetahui. Entah rahasia apa yang ia jalankan selama ini. Menjadi wanita yang hebat di dunia karir tapi tidak untuk dirinya sendiri, yang hanya terlihat seperti gadis biasa-biasa saja bahkan dari kata cantik pun ia merasa tak cukup sempurna. Sumi terlalu banyak berambisi tinggi tentang semua yang ia rencanakan.Mereka Kembali ke rumah masing-masing, atau kontrakan masing-masing.Sumi kembali ke kontrakannya untuk membersihkan diri, dan mengistirahatkan badannya.Untung saja besok mereka dan tim, hanya ada job di sore hari. Membuat Sumi agak tenang untuk mengistirahatkan badannya dengan nyenyak, setidaknya ia punya banyak waktu untuk tidur. Ia benar-benar kelelahan, dengan pekerjaannya akhir akhir ini.***Keesokan hari, Sophia tengah melajukan mobilnya. Ia datang pagi-pagi sekali ke rumah Tio. Berharap pria tampan itu berada dirumah, ia tak mau melewatkan cuti ini begitu saja.Sophia menekan bel, tak ada sahutan dari dalam. Sebelum akhirnya pintu itu terbuka, yang memperlihatkan wajah bantal Tio. Walau begitu ia masih terlihat tampan, tanpa ada busana trend yang dipakainya, Tio kembali ke setelan aslinya. Hanya menggunakan kaos oblong polos dan celana pendek, menambahkan gaya visualnya tersendiri. Ketika Tio membuka pintu, dengan wajah yang masih mengantuk.Ia memberikan ijin untuk Sophi
"sepertinya Sekarang sudah waktunya pindah ke lokasi selanjutnya! " ujar Sumi memandang semua rekan kerjanya. "Ayo ayo!” Ucap salah satu rekan kerja Sumi.Semua bergegas membereskan alat kerja mereka, karna mereka harus segera berangkat ke lokasi berikut nya.Lokasi kali ini adalah acara megah bergengsi fashion show, dimana semua para desainer kondang, dan fotografer profesional pun berkumpul. Tak hanya Sumi, rekan kerjanya, yang lain juga diundang ke sana, termasuk Tio dan Sophia. Dua pasangan model yang Sumi kontrak tersebut.Memang yang paling pas untuk merasakan busana berbagai macam model. Tak jarang jika Tio dan Sophia mendapatkan banyak job, karena ada campur tangan Sumi di dalamnya.***Semua model segera bergegas menuju ruang ganti, mereka akan memperagakan busana terkemuka, dari desainer terkenal.Tio dan Sophia menggantikan pakaian ditemani oleh pembantu, yang sudah bertugas untuk merapikan busana mereka.Wanita cantik dan menawan tersebut tersenyum menatap ke arah Tio,
Sophia berjalan masuk ke dalam toilet, yang bersebelahan dengan toilet yang di masuki Sumi.Sumi kembali melakukan aksi gilanya tersebut, ia membuka celana dan memasukkan darah segarnya ke dalam segelas kopi.Tak lupa untuk membaca jampi jampi menggunakan nama sang kekasih.Bau darah yang ia buka membuat aroma di sekitarnya pun ikut menyeruak merasakan bau itu. sungguh jika ada satu orang pun yang tau hal menjijikan ini, mungkin Sumi sudah habis dihujat oleh orang-orang akibat aksinya tersebut. Lagi pula siapa yang bernafsu jika meminum kopi, yang rupanya menjijikan tersebut.Sumi keluar membawa segelas kopi, yang akan ia berikan kepada Tio. Terlihat disana Tio sedang duduk sembari bermain ponsel miliknya.Tak ada satu pun yang perlu di hawatirkan Sumi, semua tertata secara rapi olehnya.Tio meminum kopi dengan nikmat, di atas mejanya juga sudah ada cemilan, yang akan menemani santainya setelah bekerja.Tio duduk melihat sumi, yang sedang bekerja. Entah mengapa tak terbesit sedikitp
Kini sesi pemotretan sedang fokus kepada Sophia dan Tio. Sumi yang terbakar api cemburu tersebut, masih bisa mengendalikan dirinya agar tidak melakukan hal bodoh.Disana terlihat sekali tangan Sophia yang sudah berani mencolek salah satu dada bidang laki-laki tampan itu.Tak sesekali juga Sumi melihat didepannya bahwa Sophia sedang mengedipkan mata ganjennya untuk menggoda Tio tersebut.Ia sangat tau jika efek dari pelet tersebut masih bisa berjalan dengan aman, hingga beberapa hari kedepan. Jadi Sumi tak harus susah payah menguras tenaganya, untuk memaki wanita penggoda tersebut.Karna ia sangat tau jika Tio akan selalu tunduk pada nya, selama Tio dalam dekapan peletnya. Di lain sisi Sophia, tak seperti biasanya. Sophia mulai jengkel karna Tio tak kunjung membalas kode darinya."Lagi-lagi karna di dekat pacarnya!" Gumam Sophia kesal.Ini memang kesal karena Tio mengacuhkan dirinya. padahal dulu sebelum Tio menandatangani kontrak bersama Sumi, Tio dan Sophia sempat menjalin kasih yang
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews