Bias Cinta
ucap Cinta dengan suara yang sangat pelan.
“Cantik juga bagus,” balas Bias dengan nada suara yang sama. “Cahayu sama Cantika itu artinya sama aja. Cuma nuansanya yang beda. Cahayu lebih tradisional, kalau cantika lebih modern. Tapi semuanya bagus.”
“Tapi aku masih bingung.”
Bias mendesah. “Lama-lama aku daftarin pake nama Cibi sekalian.”
Cinta terkekeh. Namun, tawanya kecilnya itu berhenti, karena teringat sesuatu. “Bi, nggak usah pake nama Naratama di belakangnya, ya. Cukup Manggala aja.”