Takdir Sang Perawan Tua
Remaja putri itu mengernyitkan dahinya kala melihat Larasati menangis dan mendengar kata-katanya dengan terus mengelus perut buncitnya.
Dalam hatinya, Melisa bergumam, ‘Sial! Kasihan juga wanita hamil ini. Kurang ajar banget itu lelaki. Tulis kata cinta ke perempuan lain, tapi istrinya mau di cerai. Udah punya anak perempuan, istri lagi hamil gini, malah dibuat susah. Lagian, istrinya juga nggak ngotak. Nggak mungkin juga kali, kak Elvira mau merebut laki dia. Dasar goblok.’